Pembangunan IPA Terpadu Malinau Akhirnya Dapat Lampu Hijau Pemkab dan DPRD, Tertunda Sejak 2021
Cornel Dimas Satrio September 10, 2026 10:33 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Rencana strategis pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Terpadu di Malinau Utara akhirnya menemui titik terang.

Sempat tertunda dan hanya menjadi wacana sejak 2021 lalu, proyek vital ini resmi mendapat lampu hijau melalui kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dan DPRD Malinau.

Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan produksi dan jaminan distribusi air bersih di wilayah perkotaan Malinau, Kalimantan Utara.

Pembangunan IPA Terpadu secara berkelanjutan tersebut dirancang terintegrasi dengan proyek infrastruktur daerah.

Tahapan awal akan dimulai dari pematangan jaringan pipa distribusi yang pembangunannya dijadwalkan berjalan sejajar dengan proyek Jembatan Turanmas mulai tahun 2027 mendatang.

09092026 Sungai Sesayap Malinau 02
AIR BAKU - Sungai Sesayap air baku IPA di Malinau. Keberadaan IPA terpadu di Malinau Utara yang kini dalam perencanaan akan menjadi solusi jangka panjang kebutuhan air bersih, Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Pasokan Air Bersih Malinau Diproyeksi Bertahan 3 Tahun, Pelanggan Ditarget Tambah 5 Persen per Tahun

Kehadiran infrastruktur baru ini dinilai sangat mendesak mengingat beban pengolahan air saat ini semakin tinggi.

Hingga 2026, jumlah pelanggan air di Malinau terus tumbuh mencapai 15.000 pelanggan, dengan tren pertumbuhan moderat sekitar 2,5 sampai 3 persen per tahun. Di sisi lain, keandalan fasilitas yang ada semakin terbatas.

Direktur Perumda Apa' Mening, Indra Gunawan, mengungkapkan saat ini seluruh pelanggan di Malinau ditopang enam IPA.

Tiga di antaranya melayani kawasan perkotaan dan sebagian besar sudah beroperasi pada kapasitas maksimal.

"Untuk seluruh Malinau, kita punya enam IPA dan tiga di daerah perkotaan, dan sebagian besar sudah zero idle. Jadi cukup terbantu jika IPA terpadu ini sudah operasional," ujar Indra saat dikonfirmasi TribunKaltara.com, Kamis (10/9/2026).

Selain mengatasi keterbatasan kapasitas dan menanggulangi potensi penurunan kualitas air baku dari Sungai Sesayap akibat dampak lingkungan maupun aktivitas konstruksi, IPA Terpadu baru ini menawarkan pasokan air yang jauh lebih steril dari kontaminasi.

Dengan kapasitas salur mencapai 100 liter per detik, fasilitas terpadu ini diproyeksikan sanggup menampung lonjakan pelanggan hingga belasan tahun ke depan.

"Untuk IPA Terpadu jika terbangun dengan kapasitas 100 liter per detik, dikalikan dengan pertumbuhan pelanggan 3 persen bahkan ke depan target kami 5 persen bisa bertahan cukup lama, perkiraannya 15 tahun," kata Indra.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.