Peternak Susu Lokal Pasuruan Sambut Kebijakan BGN untuk Program MBG
Haorrahman September 10, 2026 09:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menetapkan standar minimal 80 persen susu segar dalam produk susu untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disambut baik peternak susu lokal.

Kebijakan tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi susu hasil produksi peternak dalam negeri untuk terserap dalam program pemerintah.

Selain memberikan kepastian pasar, penyerapan susu lokal diharapkan ikut mendorong peningkatan pendapatan peternak.

Sekretaris Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) sekaligus Ketua Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur Evi Zainal Abidin mengatakan, kebijakan BGN menjadi momentum yang telah lama dinantikan para peternak.

“Ini momentum emas yang lama dinantikan. Standar tinggi 80 persen susu segar ini menjadi tonggak yang menaikkan kelas kualitas produk susu nasional, baik untuk kebutuhan program pemerintah maupun pasar komersial umum,” kata Evi,
Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Truk Kontainer Tersangkut di Median Jalan Japanan Pasuruan, Lalu Lintas Melambat

Menurutnya, ketentuan tersebut bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi dalam program MBG.

Lebih dari itu, kebijakan tersebut dapat menciptakan pasar yang lebih jelas bagi susu segar yang dihasilkan peternak lokal.

Selama ini, salah satu tantangan peternak adalah memastikan hasil produksi susu dapat terserap dengan harga yang layak.

Karena itu, keterlibatan koperasi dan peternak dalam rantai pasok MBG dinilai dapat memberikan kepastian pasar sekaligus memperpendek mata rantai distribusi.

Dalam skema yang disiapkan, susu dari peternak lokal dapat diserap untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Harga susu di tingkat SPPG disebut berada pada kisaran Rp 3.000 untuk kemasan 125 mililiter dan Rp 4.500 untuk kemasan 200 mililiter.

Baca juga: Dua Truk Kecelakaan Adu Banteng dari Arah Berlawanan di Randusari Kraton Pasuruan

Evi menilai kebijakan tersebut juga berpotensi memberikan dampak berantai terhadap industri pengolahan susu.

Ketika masyarakat semakin memahami pentingnya kandungan susu segar, produk susu yang beredar di pasar komersial juga akan terdorong meningkatkan kualitasnya.

“Harapannya, kebijakan ini tidak berhenti pada program pemerintah. Tetapi juga memberikan efek domino terhadap industri susu secara umum, sehingga kualitas produk susu nasional semakin baik,” ujarnya.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, koperasi dan peternak juga harus memastikan kesiapan produksi maupun distribusi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah rantai dingin atau cold chain, terutama untuk produk susu pasteurisasi.

Sistem tersebut diperlukan agar kualitas susu tetap terjaga sejak dari peternak hingga diterima masyarakat.

Baca juga: Dukung Peningkatan Kualitas Atlet dan Kemajuan Olahraga, Dispora Pasuruan Perbaiki Gor Raci

Dengan penanganan yang tepat, kandungan nutrisi alami dalam susu, termasuk kalsium dan fosfor, dapat dipertahankan.

Evi mengatakan, pihaknya siap memperkuat sistem logistik dan kapasitas peternak agar kebutuhan susu untuk program MBG dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Menurut dia, keterhubungan antara kebijakan pemerintah, kesiapan koperasi dan kemampuan peternak lokal menjadi bagian penting agar program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi peternakan.

Dengan semakin terbukanya pasar susu segar melalui program MBG, peternak lokal berharap produksi susu dalam negeri semakin mendapat tempat.

Kebijakan tersebut sekaligus dinilai dapat memperkuat keberlangsungan usaha peternak dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Di sisi lain, pemanfaatan susu segar lokal dalam program MBG diharapkan ikut memperkuat upaya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita dan pelajar.

Bagi peternak, kepastian penyerapan menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan produksi.

Dengan pasar yang lebih pasti, peternak memiliki alasan lebih kuat untuk mempertahankan bahkan meningkatkan produksi susu dalam negeri. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.