Nasib Guru SDN Harjodipuran Solo Tampar Murid sampai Trauma Tak Mau Sekolah Terancam Kena Sanksi
raka f pujangga September 10, 2026 09:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kasus guru tampar murid di Solo mendapatkan perhatian serius.

Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan bakal memberi sanksi tegas kepada oknum guru SDN Harjodipuran yang diduga melakukan kekerasan fisik dan verbal hingga membuat seorang siswa trauma dan enggan masuk sekolah.

Dugaan tindakan kekerasan itu dilakukan seorang guru SDN Harjodipuran Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Skala Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Makin Membesar, Wali Kota Respati Ardi Usul Water Bombing

Orang tua korban mengungkap anaknya mengalami perubahan perilaku setelah diduga mendapat perlakuan fisik dan verbal dari seorang guru.

Kabar tersebut kemudian mendapat perhatian Wali Kota Solo Respati Ardi.

Ia memastikan pihaknya akan menindaklanjuti dugaan tersebut dengan mengecek langsung kebenaran informasi yang beredar.

“Langsung kita datangi benar nggak. Kalau memang kesalahan dari guru kami akan kami sanksi tegas guru kami,” ungkapnya saat ditemui di Gereja Bethany, Kamis (10/9/2026).

Respati mengatakan pihaknya masih melakukan mitigasi dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memastikan dugaan tersebut.

“Ini kita sedang mitigasi. Saya langsung datangi apakah betul seperti itu. Sosial media ini perlu kita cross check. Apabila terjadi bener kita langsung sanksi gurunya. SDN Harjodipuran,” jelasnya.

Siswa Diduga Trauma hingga Tak Mau Sekolah

Kabar mengenai dugaan tindakan guru SDN Harjodipuran mencuat setelah akun heyitstia yang disebut sebagai orang tua korban menyampaikan pengalamannya melalui thread di media sosial.

Dalam unggahannya, orang tua tersebut menyebut anaknya sempat mendapat tindakan fisik dari guru setelah belum menyelesaikan tugas Matematika.

“Ternyata dia dislentik kupingnya sm gurunya gara-gara matematika belum selesai. Saya menyadari anak saya kurang cepat. Tapi kenapa harus dislentik sampai dia sakit hati nangis di belakang, ditutupin buku,” ungkapnya.

Orang tua korban kemudian menceritakan perubahan kondisi anaknya sebelum akhirnya mengalami trauma dan tidak mau berangkat sekolah.

Salah satu tanda yang terlihat yakni kondisi mata anak yang sembab setelah menangis.

“Beberapa minggu anakku pulang matanya sembab. Ternyata dia kasih nilai 0 dan buku dilempar di lantai, anakku nangis di belakang. Tanpa di kasih tau kenapa 0, di bilang kamu males, bodoh gak bisa-bisa. Ini sudah beberapa kali dia dinilai 0, 20, 50, dan buku dilempar,” jelasnya.

Siswa Lain Mengalami Hal Serupa

Selain menceritakan pengalaman anaknya, orang tua tersebut juga mengaku mengetahui dugaan tindakan serupa yang dialami siswa lain.

Menurutnya, sang anak sempat mengatakan bahwa seorang guru seharusnya memiliki perilaku yang baik.

“Dia bilang ‘guru harusnya baik ya, Mah’. Dari situ aku benar-benar muak. Aku kulik semua track record gurunya, ternyata temannya ada yang dijambak dan ditampar, dicubit bahkan dislentik, dan beliau juga sudah di komplain setiap tahun,” tulisnya.

Namun, informasi mengenai dugaan tindakan terhadap siswa lain tersebut masih berupa keterangan dari orang tua korban yang disampaikan melalui media sosial.

Baca juga: 20 SD Negeri di Solo Sepi Peminat saat SPMB 2026, Respati Ardi Soroti Kinerja Kepala Sekolah

Wali Kota Solo Respati Ardi menyatakan pemerintah akan melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Jika dugaan tindakan terhadap siswa terbukti dilakukan oleh guru SDN Harjodipuran, Respati memastikan pihaknya akan memberikan sanksi tegas. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.