Tembus 15 Besar, Desa Limbu Sedulun Diharapkan Ulang Memori Manis Mendupo di Desa Cantik 2026
Cornel Dimas Satrio September 10, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Keberhasilan Desa Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap, menembus 15 besar nasional dalam Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 membawa angin segar bagi Kabupaten Tana Tidung.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung menaruh harapan besar agar prestasi ini mampu mengulang memori manis Desa Mendupo yang sukses menembus 10 besar nasional pada 2023 lalu.

Capaian tersebut mengantarkan Desa Limbu Sedulun mewakili Kabupaten Tana Tidung sekaligus Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada tahapan Online Evaluation tingkat nasional bersama tim penilai pusat Badan Pusat Statistik (BPS).

Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, menegaskan keberhasilan ini menjadi bukti nyata desa di wilayah perbatasan Indonesia sanggup membangun tata kelola data yang andal dan bersaing di panggung nasional.

"Bagi kami, capaian ini bukan sekadar tentang sebuah perlombaan. Ini adalah bukti bahwa desa di wilayah utara Indonesia, termasuk Kabupaten Tana Tidung, mampu membangun tata kelola data, berinovasi, berkolaborasi, dan bersaing di tingkat nasional," ujar Sabri kepada TribunKaltara.com, Kamis (10/9/2026).

Rekam Jejak Panjang dan Kolaborasi Lintas Sektor

Perjalanan Tana Tidung dalam mengawal tata kelola data berbasis desa memiliki rekam jejak yang panjang. Komitmen ini telah dimulai sejak 2021 melalui Desa Tideng Pale, berlanjut ke Desa Sedulun pada 2024, hingga Desa Kapuak pada 2025.

Puncaknya terjadi pada 2023 saat Desa Mendupo mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya perwakilan Pulau Kalimantan yang berhasil menembus 10 besar nasional.

Semangat itulah yang kini diusung oleh Desa Limbu Sedulun bersama dua desa pendamping lainnya, yakni Desa Buong Baru dan Desa Sebawang.

"Tahun 2026 ini kita kembali hadir melalui Desa Limbu Sedulun bersama Desa Buong Baru dan Desa Sebawang. Kami berharap prestasi Desa Limbu Sedulun dapat melanjutkan, bahkan mengulang keberhasilan Desa Mendupo untuk membawa nama Tana Tidung dan Kaltara ke posisi terbaik di tingkat nasional," ungkap Sabri.

Pencapaian ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor. Wabup Sabri mengapresiasi konsistensi BPS Tana Tidung yang tetap intensif mendampingi desa di tengah padatnya agenda Sensus Ekonomi 2026, serta dukungan dari OPD terkait, Kementerian Pertanian, hingga mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Baca juga: Desa Limbu Sedulun Tana Tidung Masuk 15 Besar Nasional Desa Cantik 2026, Harumkan Kaltara

Data Jadi Pijakan Aksi Nyata

Pemkab Tana Tidung memastikan bahwa Program Desa Cantik di Desa Limbu Sedulun bukan sekadar formalitas pengumpulan data, melainkan dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan masyarakat.

Salah satunya adalah penggunaan data permasalahan pertanian lokal untuk menyusun program penyuluhan yang presisi.

"Karena bagi Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, data bukan sekadar angka. Data adalah dasar untuk mengambil keputusan, menyusun kebijakan, menentukan prioritas pembangunan, dan memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat," tegasnya.

Sabri berkomitmen agar budaya kelola data ini terus diintegrasikan ke dalam sistem data kabupaten secara berkelanjutan.

"Khusus kepada Desa Limbu Sedulun, jangan berhenti hanya karena sudah masuk 15 besar. Apapun hasil evaluasi nantinya, Desa Limbu Sedulun sudah menjadi pemenang karena mampu mengelola data untuk manfaat masyarakat," pungkas Sabri.

(*)

Penulis : Rismayanti

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.