Inter Milan yang Kesulitan di Liga Champions
Asad Arifin September 10, 2026 11:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan kembali menelan kekalahan di Liga Champions setelah takluk 1-2 dari Real Madrid di Santiago Bernabéu, Selasa (9/9/2026). Hasil tersebut membuat Nerazzurri menelan enam kekalahan dalam tujuh laga terakhir di kompetisi Eropa.

Tren itu kontras dengan performa Inter di Serie A. Di bawah asuhan Cristian Chivu, La Beneamata justru tampil meyakinkan di kompetisi domestik.

Inter hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh laga terakhir Liga Champions. Kekalahan terbaru dari Real Madrid kembali memperlihatkan persoalan pertahanan mereka.

Dominasi penguasaan bola di Madrid tidak cukup untuk mengamankan hasil. Inter tetap membiarkan tuan rumah menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Kekalahan dari Real Madrid Ungkap Masalah Inter

Penyerang Real Madrid asal Maroko bernomor punggung 21, Brahim Diaz (kanan), melepaskan tembakan, tapi gagal mencetak gol dalam pertandingan hari pertama putaran pertama Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Inter Milan di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 9 September 2026. (Thomas COEX/AFP)
Penyerang Real Madrid asal Maroko bernomor punggung 21, Brahim Diaz (kanan), melepaskan tembakan, tapi gagal mencetak gol dalam pertandingan hari pertama putaran pertama Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Inter Milan di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 9 September 2026. (Thomas COEX/AFP)

Inter menguasai bola di Santiago Bernabéu, tetapi Real Madrid mampu menciptakan setidaknya enam peluang emas. Josep Martínez juga harus bekerja keras untuk mencegah kekalahan yang lebih besar.

Stefano Pasquino dalam tulisannya untuk Tuttosport menyoroti sistem ofensif Chivu. Pendekatan tersebut efektif di Serie A, tetapi justru membuka ruang bagi lawan-lawan elite Eropa.

Kemenangan 3-2 atas Napoli menjadi contoh keberhasilan Inter di kompetisi domestik. Namun, persoalan keseimbangan saat kehilangan bola terlihat jelas ketika mereka menghadapi Real Madrid.

Chivu kini dituntut menemukan solusi untuk memperkuat organisasi pertahanan Inter. Jika tidak, masalah tersebut bisa terus menghambat mereka di Liga Champions.

6 Kekalahan dalam 7 Laga Liga Champions

Pemain Real Madrid Vinicius Junior menggiring bola dikejar pemain Inter Milan Nicolo Barella dalam laga Liga Champions antara Real Madrid vs Inter Milan di Madrid, Spanyol, Selasa, 8 September 2026. (AP Photo/Bernat Armangue)
Pemain Real Madrid Vinicius Junior menggiring bola dikejar pemain Inter Milan Nicolo Barella dalam laga Liga Champions antara Real Madrid vs Inter Milan di Madrid, Spanyol, Selasa, 8 September 2026. (AP Photo/Bernat Armangue)

Catatan Chivu di Liga Champions juga kontras dengan era Simone Inzaghi. Inzaghi hanya menelan sembilan kekalahan dari 44 laga dan membawa Inter ke dua final kompetisi Eropa dalam tiga musim, sedangkan Chivu sudah mencatat enam kekalahan dalam 11 pertandingan.

Inter juga rata-rata kebobolan dua gol per pertandingan pada periode tersebut. Angka ini menunjukkan belum seimbangnya pendekatan menyerang Chivu dengan struktur pertahanan tim.

Berikut tujuh laga terakhir Inter di Liga Champions:

  • 09/09/2026: Inter 1-2 Real Madrid (K)
  • 24/02/2026: Bodo/Glimt 2-1 Inter (K)
  • 18/02/2026: Inter 1-3 Bodo/Glimt (K)
  • 28/01/2026: Inter 2-0 Dortmund (M)
  • 20/01/2026: Arsenal 3-1 Inter (K)
  • 09/12/2025: Liverpool 1-0 Inter (K)
  • 26/11/2025: Inter 1-2 Atlético Madrid (K)

Inter perlu segera memperbaiki keseimbangan antara permainan ofensif dan pertahanan. Performa kuat di Serie A belum cukup jika masalah yang sama terus muncul saat menghadapi tim-tim elite Eropa.

Sumber: Football Italia

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.