TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kota Denpasar mencatat lebih dari 2 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025.
Di tengah tingginya angka tersebut, kualitas pengalaman wisatawan dan pelayanan publik menjadi perhatian Dinas Pariwisata Kota Denpasar.
Hal itu mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Dinas Pariwisata Kota Denpasar Tahun 2026 yang digelar secara daring, Kamis 10 September 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, mengatakan pariwisata tidak cukup hanya mengejar jumlah kunjungan.
“Pariwisata Denpasar tidak hanya berbicara mengenai kunjungan wisatawan, tetapi juga bagaimana pelayanan publik mampu memberikan pengalaman yang baik, memperkuat budaya, membuka ruang bagi ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Riyastiti.
Data Dinas Pariwisata mencatat sepanjang 2025 terdapat 2.051.927 kunjungan wisatawan ke Denpasar, terdiri atas 558.521 wisatawan mancanegara dan 1.493.406 wisatawan domestik.
Rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara mencapai lima hari, sedangkan wisatawan domestik empat hari.
Namun, besarnya kunjungan tersebut diikuti tuntutan untuk meningkatkan kualitas destinasi.
Baca juga: Pengguna Kendaraan Listrik di Bali Terus Naik, Tercatat 15.803 Unit hingga Semester I 2026
Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Kota Denpasar, A.A. Amerta Jaya, menilai kenyamanan wisatawan tidak hanya ditentukan atraksi, tetapi juga persoalan dasar seperti kebersihan, penerangan, kualitas SDM, serta kondisi bangunan dan lingkungan destinasi.
“Penguatan kebersihan, kualitas penerangan publik, peningkatan kompetensi SDM, serta penataan dan pemeliharaan bangunan menjadi bagian penting dalam membangun citra destinasi,” katanya.
Salah satu layanan yang dikembangkan untuk memperkuat pengalaman wisata adalah Dokar Hias dalam Denpasar Heritage City Tour.
Delapan unit dokar melayani sejumlah kawasan bersejarah, di antaranya Pasar Badung, Jalan Gajah Mada, Puri Pemecutan, Lapangan Puputan Badung, Pura Agung Jagatnatha dan Museum Bali.
Layanan tersebut gratis setiap Sabtu dan Minggu dengan durasi sekitar 30 menit setiap perjalanan.
Di sisi lain, kualitas pelayanan Dinas Pariwisata juga tercermin dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM).
Nilainya meningkat dari 88,53 pada 2023 menjadi 88,76 pada 2024 dan 89,72 pada 2025, yang seluruhnya masuk kategori sangat baik.
Riyastiti mengatakan capaian tersebut justru menjadi tantangan untuk terus memperbaiki layanan agar lebih mudah, cepat dan transparan.
“Kita ingin pariwisata Denpasar tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
(*)