Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Bireuen memulai kelas menulis bagi Penyuluh Agama Islam sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas literasi dan kemampuan komunikasi publik para penyuluh.
Pelatihannya dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Kamis (10/9/2026), dengan menghadirkan Yarmen Dinamika, Wartawan Harian Serambi Indonesia, sebagai pemateri.
Kegiatan ini dibuka oleh Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Anis SAg dan diikuti 20 peserta, seluruhnya Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bireuen.
Turut hadir saat pembukaan Kasi Bimas Islam serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Bireuen.
Ketua II PD IPARI Bireuen, Bahriarsyah menyampaikan bahwa kelas menulis tersebut dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pelatihan satu hari, melainkan akan dilanjutkan melalui beberapa kali pertemuan dan kelas pendampingan.
Baca juga: Percepat Penyaluran Jadup Tahap II Penyintas Banjir, Bupati Bireuen Temui Menteri Sosial
“Target kita bukan sekadar peserta memahami teknik menulis, melainkan bagaimana setelah mengikuti kelas ini para penyuluh agama mampu menghasilkan karya.
Insyaallah, dari kelas menulis ini akan lahir sebuah buku kolaboratif, karya Penyuluh Agama Islam Bireuen,” ujar Bahriarsyah.
Menurutnya, penyuluh memiliki banyak pengalaman, aktivitas, inovasi, dan cerita dari lapangan yang selama ini belum semuanya terdokumentasikan dalam bentuk tulisan.
Oleh karena itu, lanjut Bahriarsyah, kelas menulis diharapkan menjadi ruang bagi para penyuluh untuk mengolah pengalaman tersebut menjadi karya yang tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga memberikan manfaat dan inspirasi bagi masyarakat.
Sementara itu, Plh Kakankemenag Bireuen, Anis SAg, saat membuka kegiatan memberikan apresiasi terhadap inisiatif PD IPARI Bireuen dalam meningkatkan kapasitas penyuluh agama.
Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut penyuluh untuk mampu berkomunikasi melalui berbagai media, termasuk media tulisan.
Baca juga: Kisah Tgk Ahmad Yani, dari Dayah ke Gelar Doktor, Ini Perjalanan Hidupnya
Penyuluh, kata dia, memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Berbagai kegiatan dan pengalaman penyuluhan yang dilakukan di lapangan dapat menjadi bahan tulisan yang edukatif dan memberikan informasi positif kepada publik.
“Penyuluh memiliki banyak kegiatan dan pengalaman di masyarakat. Jangan sampai semuanya hanya berhenti sebagai cerita.
Kalau ditulis dengan baik, pengalaman tersebut dapat menjadi pengetahuan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga memaparkan kiat menulis buku berdasarkan rumus 7C (cover, context, content, correct, clear, clarify, dan eye catching).
Baca juga: VIDEO - 663 Siswa Madrasah di Bireuen Ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia Tingkat Kabupaten
Kegiatan ini menjadi pertemuan awal dari rangkaian kelas menulis yang akan dilanjutkan pada beberapa pertemuan berikutnya.
Para peserta nantinya akan mendapatkan pendampingan dan ruang untuk mengembangkan tulisan masing-masing hingga menjadi karya yang siap dihimpun dalam sebuah buku. (*)