Kondisi Terkini Siswi yang Hilang Ingatan Diduga Setelah Santap MBG, Begini Hasil Diagnosis Dokter
Refly Permana September 10, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, mengatakan FP telah menjalani rawat jalan di RSUP H. Adam Malik Medan sejak 31 Agustus 2026.

FP merupakan siswi yang ramai dikabarkan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) bahkan sampai hilang ingatan.

Kondisinya menurun setelah menyantap MBG pada Kamis (13/8/2026).

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tenaga medis belum dapat memastikan apakah dugaan tersebut benar adanya.

"Untuk penanganan pasien anak FP, sudah dilakukan rawat jalan sejak 31 Agustus di RS Adam Malik Medan," ujar Aji saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (10/9/2026). 

FP saat ini ditangani oleh dokter spesialis anak subspesialis gastrohepatologi, dokter spesialis anak subspesialis neurologi, dan dokter spesialis kesehatan jiwa.

Menurut Aji, keterlibatan tiga bidang tersebut menunjukkan penanganan FP dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan secara menyeluruh, termasuk aspek saluran pencernaan, neurologis, dan kesehatan jiwa.

"Belum dapat disimpulkan ada kaitan antara penyakit yang diidap oleh FP dengan MBG," kata Aji.

Desak MBG Segera Dihentikan

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan kasus keracunan yang terjadi berulang menjadi alarm bagi pemerintah untuk menghentikan program MBG.

"MBG semakin tidak layak untuk diteruskan. Hentikan. Kasus hilangnya ingatan seorang siswi Fabiola di Kabupaten Karo usai sakit akibat MBG sangat memilukan. Ini adalah kegagalan negara melindungi hak asasi anak," kata Usman, mengutip situs amnesty.id, Rabu (9/9/2026).

Usman menilai kejadian tersebut sebagai tragedi kemanusiaan dan tidak boleh berlalu tanpa koreksi total serta pertanggungjawaban dari pemerintah.

"Menghancurkan daya ingat seorang anak jelas mengancam masa depannya, bukan hanya melanggar hak atas pangan yang sehat dan hak atas pendidikan yang layak, tetapi juga hak atas masa depan. Ini tragedi kemanusiaan," jelasnya.

Terkait hal itu, ia juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan tindak pidana dalam kasus keracunan massal ini.

"Melihat jatuhnya banyak korban, penegak hukum harus turun tangan untuk mengusut tuntas seluruh insiden keracunan MBG ini. Siapa pun pengelolanya, harus ada pertanggungjawaban hukum yang transparan atas kelalaian yang berujung pada keracunan massal," kata Usman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.