Manchester United kembali main di Liga Champions usai absen hampir tiga tahun. Lawan pertama 'King MU' adalah Sabah, tim debutan asal Azerbaijan.
MU akan menjamu Sabah di Old Trafford pada Jumat (11/9/2026) pukul 02.00 WIB dini hari. Kedua tim belum pernah bertemu sama sekali di ajang manapun.
Meskipun di atas kertas, MU jelas ada di atas Sabah. Namun, banyak para fans Setan Merah yang deg-degan menanti laga ini.
"Sumpah lebih deg degan emyu ketemu sabah drpd city. plisss jgn ngebadut dulu guys club inggris lain di ucl udh pd menang soalnya," tulis akun dind** dikutip detikcom dari Threads, Kamis (10/9/2026).
"Kalo kalah sama city ya yaudalah tim hebat kalo kalah sama sabah malu nya seumur hidup ," tulis akun lain.
"Gua cuma ngeri kiper sabah mendadak jadi prime neuer," ujar lainnya.
Ternyata, rasa deg-degan atau jantung berdebar ini bukanlah sesuatu yang 'lebay'. Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Emanoel Oepangat, SpJP(K) dari Siloam Hospitals, kondisi ini adalah suatu respons alami tubuh.
"Kan ada sistem simpatis dan parasimpatis. Kalau kita excited, kita menunggu sesuatu, kita mau melakukan sesuatu, istilahnya fight or flight. Itu sistem simpatis kita teraktivasi tuh," kata dr Noel saat berbincang dengan detikcom, Kamis (10/9/2026).
"Denyut nadi meningkat, tekanan darah meningkat. Itu sebetulnya sistem fisiologis yang normal, jadi bukan tidak normal," lanjutnya.
Namun, bagi para fans yang deg-degan atau denyut jantung lebih cepat dari biasanya, sebisa mungkin untuk tidak 'didorong' dengan kafein pada waktu yang sama.
"Kadang-kadang, berpikir bahwa 'wah saya harus tambahin kopi nih'. Nah itu, tambah naik lagi (heart rate-nya). Sedangkan kita tahu heart rate zone kita tidak boleh terlalu tinggi, maksimal 60-80 persen dari 220-umur," tutupnya.





