Masuki Fase Penguraian, Timbunan Sampah TPA akan Ditanami Pohon Akasia 
Eti Wahyuni September 11, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pematangsiantar berencana menanami gundukan/tutupan sampah yang ada di TPA Tanjung Pinggir dengan tanaman pohon akasia.

Pasalnya, area tersebut tak lagi aktif menampung sampah dan telah memasuki fase penguraian.

Kepala DLH Kota Pematangsiantar, Arri S Sembiring menyampaikan bahwa penanaman pohon akasia pada area tersebut sebagai langkah yang dilakukan untuk memulihkan lahan (eks-sampah) dan pemadatan tanah sampah yang kebetulan sudah berbentuk gundukan.

“Daunnya yang rimbun membuat pohon ini efektif menyerap panas dan gas metana yang dihasilkan dari sampah dan sekaligus menjadi peneduh di tepi jalan,” kata Arri S Sembiring.

Lebih lanjut, kata Arri, DLH akan bekerja sama dengan lembaga pecinta lingkungan untuk penanaman pohon akasia dengan mengusung konsep Eco-Plasma.

Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Wakaf Hijau dan Tobat Ekologis Nasional di UISU

Konsep ini merupakan inovasi yang sudah diterapkan di beberapa negara dalam teknologi pengolahan limbah, lingkungan hingga medis.

“Kita mengusung konsep Eco-Plasma pada penataan area TPA Tanjung Pinggir. Setelah Eco-Plasma diterapkan, baru ditanami akasia. Nanti kita siapkan bahannya lebih lanjut. Untuk apa aja yang dikerjakan, ini sedang dimantapkan,” kata Arri.

Pohon aksia adalah kelompok tumbuhan yang termasuk dalam suku polong-polongan atau Fabacae. Akasia merupakan tanaman endemik yang berasal dari daerah tropis dan subtropis, terutama di Australia dan Afrika, dan kini banyak ditemukan di Indonesia.

Salah satu spesies akasia seperti Acacia mangium dan Acacia crassicarpa banyak dibudidayakan untuk industri pembuatan kertas (pulp) dan perabotan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.