Ray Rangkuti Nilai Buku Islam ala Prabowo sebagai Upaya Kampanye 2029
Laksmi Anindita September 11, 2026 01:34 AM

TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai buku Islam ala Prabowo dapat dipandang sebagai bagian dari upaya kampanye menuju Pilpres 2029, terutama karena buku tersebut ditulis ketika Prabowo Subianto sedang menjabat sebagai Presiden.

Ray menilai penerbitan buku tersebut juga kemungkinan berkaitan dengan upaya menjaga elektabilitas Prabowo sekaligus mempertahankan hubungan pihak yang terlibat dalam penerbitannya dengan Presiden.

Hal itu disampaikan Ray saat wawancara eksklusif bersama Tribunnews.com Solo dalam program Overview, dikutip pada Kamis (10/9/2026).

Menurut Ray, buku biografi yang ditulis sebelum pelaksanaan pemilihan umum dapat memiliki nuansa kampanye, terlebih ketika tokoh yang dibahas masih berada dalam posisi berkuasa.

Buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam merupakan karya Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas.

Buku tersebut diterbitkan Atmosphere Publishing House pada 26 Agustus 2025 dan baru ramai diperbincangkan publik sejak awal September 2026.

Memiliki tebal 368 halaman, buku tersebut mengulas sejarah, riwayat, serta kiprah seorang pemimpin politik dari perspektif yang disebut belum banyak dibahas di kalangan publik intelektual.

Penulisan buku tersebut disebut bertujuan menggali nilai-nilai, paradigma, napak tilas, serta membaca arah masa depan bangsa yang diemban Prabowo dalam mendorong perjuangan bangsa dan berbagai unsur progresif di dalamnya.

Melalui buku tersebut, pembaca diajak melihat pengaruh nilai moral Islam dalam perilaku politik dan kepemimpinan Prabowo Subianto.

Ray menilai latar belakang penerbitan buku tersebut kemungkinan diharapkan dapat membantu menjaga elektabilitas Prabowo.

Selain itu, dari sisi inisiator, Ray menilai penerbitan buku tersebut juga dapat berkaitan dengan keinginan untuk tetap menjaga hubungan dengan Prabowo.

Ray mencontohkan pemberian buku kepada Prabowo sebagai salah satu bentuk hubungan tersebut, termasuk buku Islam ala Prabowo.

Ray kemudian menilai buku semacam biografi yang ditulis sebelum Pilkada atau Pilpres dapat dipandang sebagai buku kampanye. Ia juga menyoroti waktu penulisannya yang dilakukan ketika Prabowo sedang berkuasa.

Menurut Ray, buku-buku semacam itu relatif tidak memiliki standar akademis yang kuat sehingga isinya tidak perlu terlalu banyak diperdebatkan atau didiskusikan.

Ray juga menyoroti penggunaan pelabelan dalam buku tersebut yang menafsirkan berbagai tindakan Prabowo sebagai sesuatu yang Islami.

Namun, Ray menilai belum tentu Prabowo sendiri memiliki pemikiran atau pertimbangan sejauh yang digambarkan dalam buku tersebut.

Ia mengatakan belum mengetahui secara pasti pokok-pokok pemikiran Prabowo mengenai Islam yang dapat menjadi dasar untuk mengaitkan berbagai tindakan dan ucapan Presiden dengan ajaran Islam.

Ray pun menilai buku tersebut lebih memberikan nuansa keagamaan terhadap berbagai tindakan dan ucapan Prabowo.

Menurutnya, perlu diperjelas terlebih dahulu makna Islam yang digunakan dalam konteks buku tersebut, apakah merujuk pada pemikiran Prabowo yang berlandaskan nilai-nilai Islam, tindakan yang dianggap sesuai dengan ajaran Islam, atau tindakan yang terinspirasi dari Islam. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.