Muktamar ke-35 Ditutup dengan Selametan Tumpeng, Gus Ipul Ungkap 3 Pekerjaan Besar NU ke Depan
Alga W September 11, 2026 08:31 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, telah rampung.

Panitia Lokal (Panlok) dan Organizing Committee (OC) pun resmi dibubarkan, Kamis (10/9/2026) malam.

Baca juga: Demi Leluasa Jualan Pentol di Alun-alun, Aksi Bu Ipit Ditertawakan Pimpinan DPRD Tulungagung

Di balik tuntasnya agenda lima tahunan tersebut, Ketua OC Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkap sejumlah pekerjaan besar yang harus menjadi perhatian NU setelah Muktamar.

Menurut Gus Ipul, setidaknya ada tiga hal utama yang perlu diperkuat NU ke depan, yakni penataan organisasi dan kaderisasi, penguatan jamaah termasuk ekonomi warga NU, serta peran NU dalam membangun peradaban dan kemanusiaan.

"NU kan harus bisa merespons berbagai tantangan yang ada dengan melakukan penataan organisasi, memperkuat struktur, konsolidasi pengkaderan," ucap Gus Ipul seusai agenda pembubaran panitia di halaman Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (10/9/2026). 

Ia menjelaskan, penguatan organisasi menjadi pekerjaan penting agar NU memiliki tata kelola yang semakin baik dan mampu bergerak menghadapi berbagai tantangan zaman.

Selain struktur dan kaderisasi, NU juga diminta memperkuat jemaah.

Menurut Gus Ipul, organisasi tidak cukup hanya membenahi sistem internal, tetapi juga harus memastikan keberadaan NU memberikan manfaat nyata bagi warga.

"Yang kedua, menguatkan jemaah," ujarnya.

Penguatan tersebut, lanjut dia, dapat dilakukan melalui tata kelola organisasi yang lebih rapi dan terstruktur dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Gus Ipul mencontohkan penggunaan teknologi berbasis chip dan kecerdasan buatan (AI) dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

AI dinilainya mampu membantu tata kelola kegiatan menjadi lebih efektif.

Namun, penguatan jemaah juga harus menyentuh persoalan ekonomi.

"Bagaimana jamaah Nahdlatul Ulama ini bisa berkontribusi, berpartisipasi dalam berbagai bidang, khususnya adalah di bidang penguatan ekonomi. Ekonomi warga NU," katanya.

Perhatian terhadap generasi muda juga menjadi bagian dari pekerjaan NU ke depan.

Gus Ipul menyebut, generasi muda membutuhkan perhatian secara khusus agar dapat mengambil peran lebih besar dalam perjalanan organisasi dan masyarakat.

Pekerjaan besar ketiga adalah memastikan NU tetap mengambil bagian dalam menghadapi perubahan zaman.

"Yang ketiga, NU terus akan ikut menuntun zaman, ikut membangun peradaban untuk kemanusiaan," tegasnya.

Gus Ipul menyebut tiga agenda tersebut menjadi bagian dari warisan yang diharapkan dapat diteruskan oleh kepemimpinan NU periode mendatang.

Baca juga: 30 Kali Beraksi, Pelaku Eksibisionis di Gresik Terinspirasi Video Asusila Pamer di Tepi Jalan Umum

Dalam Muktamar ke-35, KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU periode 2026-2031, sementara KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode yang sama.

Gus Ipul berharap kepemimpinan baru tersebut mampu membawa NU menjalankan agenda organisasi sekaligus merawat suasana pasca-Muktamar.

Ia juga menilai salah satu capaian penting Muktamar ke-35 adalah perubahan suasana kompetisi dalam pemilihan Ketua Umum.

"Yang paling penting ini adalah yang kalah terhormat, yang menang bermartabat," ungkapnya.

Menurutnya, perubahan pola pemilihan membuat persaingan dalam Muktamar berlangsung lebih sejuk.

Semangat tersebut diharapkan dapat diteruskan dalam proses organisasi NU mulai tingkat wilayah, cabang, ranting hingga anak ranting.

Sementara itu, mengenai penyusunan struktur PBNU periode 2026-2031, Gus Ipul mengatakan hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan Rais Aam dan Ketua Umum terpilih bersama formatur.

"Sepenuhnya bergantung kepada Rais Aam terpilih dan Ketua Umum terpilih dibantu oleh formatur. Mudah-mudahan targetnya bulan depan sudah tuntas semua," pungkasnya.

Makan tumpeng

Agenda pembubaran Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di halaman Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh. 

Tokoh yang hadir di antaranya, Rais Aam, KH. Miftachul Ahyar, Prof. Muh. Nuh, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Nusron Wahid, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang, KH. Abdurozaq Shaleh atau Gus Rozaq.

Dari pantauan, satu per satu dari tokoh yang hadir memberikan testimoni mereka terhadap gelaran Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Rata-rata menyebut Muktamar di Tambakberas menjadi yang paling meriah, dimulai di pondok dan diakhiri di pondok. 

Usai agenda seremonial, kurang lebih sekitar 3.000 Panlok yang juga hadir dalam pembubaran panitia ini langsung menyantap hidangan berupa ratusan tumpeng yang telah disediakan sejak awal. 

Makna tumpeng ini sangat berarti, terlebih bagi kaum Nahdliyyin, menandakan kegembiraan dan kesuksesan bersama-sama, atas apa yang telah diraih. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.