TRIBUNNEWS.COM - Area Danau Como terasa semakin indah pada Jumat (11/9/2026) dini hari ketika Stadion Sinigaglia menjadi tuan rumah pertandingan Liga Champions.
Como akhirnya mendapatkan kesempatan tampil dan menjamu tamunya di markas sendiri di kancah Liga Champions, kompetisi antarklub Eropa dengan strata paling tinggi.
Dengan terwujudnya laga kandang Como ini, bisa dibilang para petinggi klub yang diwakili Mirwan Suwarso, selaku Presiden Como, mewujudkan janji mereka.
Hal pertama yang mereka wujudkan adalah dengan bisa menggelar pertandingan Liga Champions di Sinigaglia.
Padahal jauh sebelum laga ini berlangsung, Como disebut tak akan bisa menggelar laga di markas kebanggaan sendiri.
Pasalnya saat itu kondisi Sinigaglia memang belum memenuhi standar UEFA untuk menggelar sebuah pertandingan Liga Champions.
Namun hanya dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan, Como membalikkan keadaan itu.
Mereka bertekad membuat Sinigaglia bisa menjadi tuan rumah laga Liga Champions dengan segera melakukan perombakan di berbagai area.
Baca juga: Ketika Sepak Bola Menjadi Seni, Permainan Como Bikin Leipzig Frustrasi
Hal yang paling terlihat adalah penambahan kapasitas tempat duduk yang kini mulai mendekati 14 ribu tempat duduk.
Para penggemar pun langsung memadati stadion ketika hari pertandingan tiba.
Seperti tak ada lagi bangku yang tersisa untuk menampung antusias penggemar menyaksikan timnya menjelma sebagai kontestan kompetisi antarklub paling bergengsi.
Selain soal janji menggelar laga tingkat Eropa di kandang sendiri, petinggi Como juga sempat menjanjikan hal lain.
Presiden klub, Mirwan Suwarso, pernah berujar dirinya dan para jajaran eksekutif akan menyerahkan tempat duduk mereka di Sinigaglia bagi para penggemar loyal mereka.
Mirwan memberikan kriteria khusus bagi penggemar yang akan mendapatkan tempat duduk itu.
Penggemar tersebut harus yang sudah sangat lama mengikuti Como dan lahir pada atau sebelum tahun 1950.
Media sosial Como lantas mengunggah beberapa suporter yang sudah berusia lanjut datang ke stadion untuk menyaksikan laga Liga Champions.
Presiden Mirwan Suwarso menyambut dan menunjukan bangku yang akan mereka tempati untuk menyaksikan laga sarat sejarah ini.
Para suporter senior itu pada akhirnya ikut bersorak dan merayakan kemenangan Como atas RB Leipzig.
Danau Como tak lagi menjadi satu-satunya tempat bersejarah di area tersebut.
Stadion Sinigaglia yang berada di sekitarnya juga ikut membangun sejarah terbaru.
Bisa jadi, tonggak sejarah Como baru akan dimulai sejak mereka menjejakkan kaki di Liga Champions.
Sejarah berkelanjutan di Como bakal menjadi saksi hal yang lebih besar bagi sepak bola Italia.
Gairah mendukung tim kesayangan tak hanya milik tim-tim kenamaan seperti AC Milan, Juventus, Inter Milan dan lain-lain.
Tim-tim yang berada di area pinggir seperti Como juga bisa merayakan hal yang menjadi milik mereka saat ini.
Prestasi dan sejarah bisa berjalan beriringan, Como akan menjadi salah satu klub yang mencoba mewujudkannya.
(Tribunnews.com/Guruh)