Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS — Suasana di sebuah pos jaga Balai UPTD Sapi Potong, Dusun Kidul, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, mendadak membuat panik setelah seekor king kobra berukuran sekitar tiga meter merayap masuk ke dalam ruangan, Jumat (11/9/2026).
Ular berbisa dengan nama latin Ophiophagus hannah itu diketahui muncul dari arah bagian atas pos jaga sebelum kemudian masuk ke dalam bangunan.
Khawatir ular tersebut membahayakan petugas yang berada di sekitar lokasi, kejadian itu langsung dilaporkan kepada petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan laporan diterima petugas sekitar pukul 08.30 WIB.
"Awalnya ular terlihat dari arah sebelah atas pos jaga, kemudian merayap masuk ke dalam pos jaga," kata Budi.
Baca juga: Warga Desa Jelat Ciamis Terima Bantuan 15 Ribu Liter Air Bersih
Menurutnya, warga dan petugas di lokasi memilih tidak mengambil risiko dengan mencoba menangkap ular tersebut sendiri.
Laporan kemudian disampaikan kepada Damkar agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan aman.
"Karena takut dan khawatir membahayakan, maka segera dilaporkan kepada Damkar supaya evakuasi ular lebih cepat dan aman," ujarnya.
Menerima laporan tersebut, empat petugas Damkar Ciamis langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka yakni Bayu Robayana, Irvan Supyani, Bima Bayu Putra dan Tian Andiana.
Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap king kobra yang memiliki panjang sekitar tiga meter tersebut.
Setelah melalui proses penanganan, ular berhasil dievakuasi dari pos jaga.
Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas memastikan kondisi di lokasi telah aman.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Budi mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menangani ular, terlebih jika yang ditemukan merupakan jenis berbisa seperti king kobra.
Apabila menemukan ular yang berpotensi membahayakan, masyarakat disarankan segera menjauh dan melaporkannya kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan secara aman.(*)