Siapa Budi Aeromax, Pengusaha Sound Horeg Minta Maaf Usai Diduga Hina MUI, Ini Deretan Bisnisnya
Evan Saputra September 11, 2026 12:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Budi Aeromax, pengusaha sound horeg yang meminta maaf usai diduga menghina atau menyinggung MUI.

Budi Aeromax memiliki nama asli Setyo Budi Sularso.

Dia disorot usai  pernyataannya dalam sebuah acara talk show televisi viral.

Pernyataan Budi sebelumnya berkaitan dengan fatwa haram MUI Jawa Timur mengenai penggunaan sound horeg. Dalam acara tersebut, ia menyampaikan komentar mengenai MUI Jawa Timur dan sempat menggunakan kata “goblok”.

Ucapan itu kemudian beredar luas di media sosial hingga akhirnya MUI Kabupaten Karanganyar memanggil Budi untuk memberikan penjelasan.

Budi menemui Ketua MUI Kabupaten Karanganyar, KH Badaruddin, sekitar pukul 21.00 WIB.

Permintaan maaf tersebut kemudian turut dipublikasikan melalui akun Instagram @aeromaxproduction.

Ketika dikonfirmasi TribunSolo.com, Badaruddin membenarkan adanya pertemuan tersebut.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda Diam-diam Punya Keuntungan Ini

"Pasca pernyataannya di acara talkshow TV, saya memanggil dia untuk meminta klarifikasi," kata Badaruddin, Kamis (10/9/2026).

Menurut Badaruddin, Budi datang langsung setelah sebelumnya tampil dalam acara talk show televisi nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Budi meminta maaf dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Dia datang temui saya, dan langsung menyampaikan permohonan maaf kepada kami, karena dia sudah menyampaikan permohonan maaf, sebagai sesama muslim ya ketika minta maaf, ya saya berikan maaf," ungkap dia.

Permintaan maaf secara pribadi ternyata belum mengakhiri persoalan.

MUI Kabupaten Karanganyar memberikan dua poin yang harus dipenuhi Komunitas Sound Horeg. Pertama, komunitas diminta menyampaikan permintaan maaf secara resmi melalui konferensi pers.

Kedua, komunitas tersebut diminta bersedia menjalankan Fatwa MUI Jawa Timur sekaligus mematuhi ketentuan yang berlaku di masing-masing daerah.

Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan antara Badaruddin dan Budi di Masjid Malikul Hidayah Palur pada Kamis (10/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Budi kembali menyampaikan permintaan maaf terkait perkataannya kepada Tokoh MUI Jawa Timur KH Ma'ruf Khozin dalam tayangan televisi nasional.

Namun, Badaruddin menegaskan bahwa persoalan yang muncul tidak cukup diselesaikan melalui permintaan maaf pribadi.

"Jadi walaupun mungkin permohonan maaf secara pribadi sudah diterima namun persoalan inti dari permasalahan Sound Horeg harus segera selesai. Komunitas Sound Horeg harus mau menerima Fatwa MUI demi kemaslahatan masyarakat banyak," kata Badaruddin, Kamis (10/9/2026).

MUI kemudian meminta dua poin tersebut dibuat secara tertulis dan disebarluaskan dalam waktu 2 x 24 jam.

"Kedua point diatas dibuat secara tertulis dan disebarluaskan dalam waktu 2 kali 24 jam jika tidak kami akan tempuh jalur hukum," kata Badaruddin.

Menurut Badaruddin, Budi telah menyatakan kesediaannya memenuhi permintaan tersebut. Ia juga disebut berjanji mengajak pengusaha sound horeg lain yang tergabung dalam komunitas untuk mengikuti Fatwa MUI Jawa Timur.

Lantas siapa Budi Aeromax?

Sosok Budi Aeromax

Setyo Budi Sularso merupakan warga Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.

Ia lahir pada 1976 dan menghabiskan masa kecilnya di kawasan tersebut.

Heri Sukoyo, ketua RT tempat Budi tinggal, menyebut Budi merupakan anak kelima dari enam bersaudara pasangan Yoso Sutaryo dan Sularsih.

"Dia (Budi Aeromax) memang warga kami, lahir dan besar di sini (Kelurahan Lalung, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar), putra dari almarhum Yoso Sutaryo dan almarhumah Sularsih," kata Heri, Kamis (10/9/2026).

Menurut Heri, ayah Budi dahulu bekerja sebagai guru, sementara ibunya berprofesi sebagai pedagang kacang.

Keluarga tersebut juga memiliki selepan padi atau tempat penggilingan padi.

"Dulu, orangtuanya, punya selepan, dan saat ini selepan itu jadi gudang soundsystem dan mess untuk karyawannya," kata dia.

Setelah menikah sekitar 20 tahun lalu, Budi kemudian menetap di Kabupaten Boyolali. Namun, bangunan bekas selepan milik keluarganya di Lalung kini dimanfaatkan sebagai gudang sound system dan tempat tinggal sementara bagi karyawan.

"Semenjak menikah 20 tahun lalu, dia pindah domisili di Kabupaten Boyolali, namun bangunan bekas selepan padi, diubah jadi gudang dan mess karyawannya, sedangkan rumah semasa kecilnya kini kosong dan hanya digunakan untuk kumpul keluarga besar," kata dia.

Budi sesekali masih datang ke kampung halamannya untuk memantau sound system yang akan digunakan pelanggan.

Meski tidak sering berada di Lalung, Heri mengatakan Budi masih memiliki kepedulian terhadap kegiatan warga.

"Dia jarang ke sini, sekalinya ke sini buat cek kondisi soundsystemnya yang akan disewa, namun, dia tetap mau nyumbang apabila di sini ada kegiatan, terakhir saat ada perayaan Agustusan di sini," pungkas dia.

Berawal dari Ketertarikan pada Audio
Keterlibatan Budi dalam bisnis sound system bermula dari ketertarikannya terhadap dunia audio yang sudah muncul sejak akhir 1990-an.

Ia mengaku mulai serius menekuni sound system dan perangkat audio sejak 1998.

Meski demikian, Budi tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus di bidang tersebut.

Ia pernah menempuh pendidikan di Yogyakarta dan sempat mengambil bidang yang berhubungan dengan penerbangan. Namun, pendidikan itu tidak sampai selesai.

Budi kemudian mempertimbangkan kembali rencana masa depannya, termasuk kemungkinan melanjutkan pendidikan penerbangan hingga menjadi pilot.

Pada akhirnya, ia memilih menekuni bidang yang sejak awal menjadi minatnya, yaitu audio dan sound system.

Deretan Bisnis Budi Aeromax

Usaha Budi Aeromax berpusat di Karanganyar, Jawa Tengah.

Markas bisnis tersebut tercatat berada di Kepuh, RT 1/RW 3, Ngaliyan, Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57716.

Layanan yang ditawarkan Aeromax juga cukup beragam. Selain sound horeg, bisnis tersebut menyediakan kebutuhan produksi acara seperti rental sound indoor dan outdoor, genset, panggung, rigging, alat musik, lighting, LED hingga broadcasting.

Dengan berbagai layanan tersebut, Aeromax berkembang sebagai penyedia perlengkapan pendukung untuk beragam kegiatan dan pertunjukan.

Budi juga memiliki usaha di luar bidang audio. Salah satunya adalah bisnis skincare bernama Enlilla Skincare by Aeromax.

Bisnis tersebut menggunakan slogan:

"Karena Cantik dan Sukses itu Hak Semua Wanita."

Selain itu, Budi disebut mempunyai penginapan atau vila di kawasan Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Vila tersebut berada di kawasan yang menawarkan pemandangan alam dan terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Pernah Berkaitan dengan Grup Musik
Kiprah Budi di dunia hiburan juga pernah bersinggungan dengan kelompok musik.

Murjiyanto, pemimpin OM LorenZa, mengatakan grup tersebut telah berdiri sejak 2007.

Menurutnya, OM LorenZa didirikan oleh Budi Aeromax.

Kelompok musik tersebut kemudian sempat vakum sebelum pengelolaannya diserahkan kepada Murjiyanto pada 2012.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Budi sejak lama tidak hanya berkaitan dengan perangkat audio, tetapi juga bersentuhan dengan dunia musik dan pertunjukan.

(Bangkapos.com/Surya.co.id/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.