TRIBUNSUMSEL.COM, SERANG - Mengenal sosok Andra Soni, Gubernur Banten yang turun langsung ikut melakukan pencarian 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau.
Diketahui, 5 jurnalis dan 3 awak kapal hilang kontak pada Senin (7/9/2026) sore.
Hingga Jumat (11/9/2026) pagi, rombongan ini belum ditemukan dan pencarian masih dilakukan oleh pihak terkait, termasuk Gubernur Banten Andra Soni.
Siapa sebenarnya Andra Soni?
Dilansir Tribunsumsel.com dari website resmi Gerindra Banten, Andra Soni lahir pada 12 Agustus 1976.
Ia merupakan seorang politikus dan wirausahawan yang terpilih sebagai Gubernur Ke-5 Banten untuk masa jabatan 2025 hingga 2030 dari Partai Gerindra.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Banten periode 2019-2024.
Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Banten.
Bergabung dengan Partai Gerindra pada tahun 2013 saat mendampingi seorang temannya yang mendaftar sebagai calon legislatif.
Ia kemudian ikut serta dalam Pemilihan umum legislatif tahun 2014, dan berhasil memperoleh satu kursi di DPRD Banten melalui Partai Gerindra.
Baca juga: Menelusuri Lokasi Penemuan Pelampung dan Botol saat Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang Kontak
Dalam struktur partai, Andra awalnya menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangerang sebelum diangkat menjadi Sekretaris DPD Gerindra Banten mendampingi Desmond Junaidi Mahesa.
Andra Soni memulai pendidikannya di SD Negeri Gandaria 03, Jakarta Selatan, dan menyelesaikannya pada tahun 1989.
Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 240 Jakarta, yang ia tamatkan pada tahun 1992.
Jenjang pendidikan menengah atas ia tempuh di dua sekolah, yaitu SMA 46 Jakarta Selatan dan SMA 10 November 1945, Bandung, dan lulus pada tahun 1995.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Andra Soni melanjutkan ke perguruan tinggi dan mengambil Diploma 3 (D3) di STIE Bhakti Pembangunan Jakarta, lulus pada tahun 2001.
Ia kemudian melanjutkan studi Strata 1 (S1) di bidang Manajemen di STIE Banten, dan meraih gelarnya pada tahun 2021.
Pendidikan terakhir yang ia tempuh adalah Strata 2 (S2) di bidang Administrasi Publik di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), yang ia selesaikan pada tahun 2023.
Andra menuju titik pencarian di sektor khusus menggunakan KN SAR 427 Tetuka dari dermaga Pelabuhan Pelindo Ciwandan, Jumat (11/9/2026).
"Hari keempat (pencarian) ikut membersamai langsung proses pencarian. Semoga Allah memberi kemudahan," tulis Andra Soni melalui akun media sosialnya dikutip Kompas.com.
KN SAR Tetuka akan menyisir sektor khusus yang berada di sekitar wilayah pencarian yang menjadi perhatian utama di sekitar Kawasan Gunung Anak Krakatau.
"Setelah dua jam perjalanan, kami sudah mendekati lokasi, dan ini masih di area yang aman, artinya di luar 3 km," ujar Andra dari atas KN SAR Tetuka.
Saat ini, Andra melaporkan, RIB 02 yang sedang menuju Pulau Sertung untuk melakukan penyisiran.
Andra mengatakan, tim SAR pada hari keempat melibatkan 11 unsur kapal dan 300 personel gabungan dengan dibagi ke beberapa sektor pencarian.
"Secara teknis semuanya dikendalikan oleh Basarnas. Pemerintah Provinsi Banten terus mendukung dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian," ujar Andra.
Menurutnya, kondisi cuaca, arah angin, dan paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi faktor penting yang diperhitungkan dalam pelaksanaan operasi.
Oleh karena itu, pergerakan tim disesuaikan dengan kondisi di lapangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan personel.
"Kita percayakan pelaksanaan teknis kepada Basarnas bersama seluruh unsur. Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan," kata dia.
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, sebanyak 11 unsur kapal dikerahkan melakukan pencarian 8 orang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
KN SAR Tetuka 247 KN Basudewa KAL Anyer KAL Pahawang KP 7017 Sanjaya RIB 02 Banten RIB 02 Lampung KRI Lepu KRI Leuser KRI Karambit RBB Pulau Peucang Operasi ini juga didukung pesawat nirawak termal (thermal drone), peralatan SAR air, perlengkapan medis, komunikasi, serta alat pendukung lainnya.
"Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Al Amrad.
Hari ini, area pencarian diperluas menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total luas sekitar 3.243,7 nautical mile persegi.
Kondisi cuaca di wilayah operasi diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan angin dari arah tengara hingga selatan berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5–2,5 meter.