TRIBUNNEWS.COM - Buku berjudul Islam ala Prabowo yang diluncurkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dinilai menjadi bagian dari upaya membangun citra Presiden Prabowo Subianto yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam.
Pengamat politik Ray Rangkuti menilai narasi religiusitas dalam buku tersebut berpotensi memperkuat persepsi publik, khususnya kelompok pemilih muslim, terhadap sosok Prabowo yang selama ini lebih kuat diasosiasikan dengan nasionalisme dan latar belakang militernya.
Buku Islam ala Prabowo diluncurkan saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Baznas di Jakarta pada 26 Agustus 2025.
Buku tersebut mengulas sosok Prabowo dari perspektif nilai-nilai Islam, mulai dari spiritualitas, karakter, hingga gaya kepemimpinannya.
Sejumlah tokoh agama dan pejabat pemerintahan turut terlibat sebagai penulis, di antaranya sebagai berikut.
Namun, setelah peluncurannya, buku tersebut menuai polemik.
Perdebatan tidak hanya menyangkut isi buku, tetapi juga etika kepengarangan, dugaan politisasi agama, hingga persoalan pencatutan nama sejumlah tokoh.
Ray mengatakan salah satu tujuan yang dapat dibaca dari narasi dalam buku tersebut adalah upaya menampilkan Prabowo sebagai figur yang memiliki kedekatan dengan Islam.
“Jadi kan mau membuat figur Pak Prabowo itu sebetulnya sangat dekat dengan Islam. Kira-kira begitu,” kata Ray kepada Tribunnews.com saat dihubungi Kamis (10/9/2026).
Meski demikian, Ray melihat pola tersebut berbeda dengan kondisi ketika seorang tokoh secara langsung membicarakan pemikiran atau pandangannya sendiri mengenai Islam.
Menurutnya, berdasarkan pola yang ia lihat dalam buku tersebut, yang ditonjolkan bukan semata-mata pemahaman Prabowo terhadap Islam, melainkan upaya melihat berbagai kebijakan dan tindakan Prabowo dari perspektif Islam.
“Yang terlihat itu adalah, istilah saya tadi, seperti mengislamisasi apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo,” ujarnya.
Ray mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut dia, bisa saja Prabowo memahami MBG terutama sebagai program yang merupakan bagian dari amanat konstitusi.
Namun, kemudian muncul perspektif lain yang mengaitkan program tersebut dengan nilai-nilai Islam.
“Jangan-jangan Pak Prabowo semata-mata memahami MBG itu konstitusional, diamanatkan oleh konstitusi. Itu aja. Baru kemudian datanglah yang lain, MBG dan Islam. Polanya seperti itu,” katanya.
Karena itu, Ray menilai sulit untuk mengabaikan kemungkinan bahwa narasi tersebut juga menyasar kelompok-kelompok Islam.
Menurut dia, penggambaran Prabowo melalui perspektif Islam dapat membantu membentuk persepsi publik bahwa Prabowo merupakan figur yang sesuai dengan nilai-nilai yang dipahami umat Islam.
“Kalau ditanya tadi itu menyasar soal kelompok-kelompok Islam, saya sulit mengatakan untuk tidak sesuai dengan itu. Ini salah satu tujuannya, membuat figur Pak Prabowo itu sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh orang tentang Islam,” tutur Ray.
Buku Islam Ala Prabowo merupakan karya Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas.
Buku diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House pada 26 Agustus 2025 lalu dan kemudian ramai jadi sorotan sejak awal September 2026.
Pasalnya dalam buku tersebut tercantum nama-nama tokoh besar, seperti Ulama sekaligus Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainul Majdi.
Lalu ada juga nama Pengasuh pondok pesantren Al Falah Ploso Kediri Jawa Timur KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar alias Gus Kautsar dan Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.
Dalam buku Islam Ala Prabowo itu juga tercantum jajaran menteri Kabinet Merah Putih, yakni Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra.
Lantas apa sebenarnya isi buku Islam Ala Prabowo yang ramai jadi sorotan publik ini?
Melansir laman Gramedia.com, buku Islam ala Prabowo yang ditulis oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush`ab Muqoddas diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House pada 14 Juli 2025.
Buku Islam Ala Prabowo yang tercatat dengan ISBN: 9786238967650 ini, terdiri dari 368 halaman.
Dalam deskripsinya buku ini berisikan tentang narasi kilas sejarah, riwayat, sekaligus kiprah seorang pemimpin politik dari sudut pandang yang belum banyak diperbincangkan oleh publik intelektual.
Disebutkan juga bahwa buku bertajuk 'Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam' ini tidak hanya mendeskripsikan sosok Prabowo Subianto sebagaimana yang telah banyak diulas di berbagai media lain.
Namun juga memberikan ruang interpretasi yang luas bahwa, Prabowo Subianto adalah penggerak dalam lokomotif keagamaan dan keumatan.
Buku ini ditulis dalam ikhtiar menggali nilai-nilai, paradigma, napak tilas sekaligus membaca denah rumah masa depan bangsa yang Prabowo emban dalam memacu perjuangan bangsa beserta unsur-unsur progresif di dalamnya.
Melalui buku ini, pembaca disebut bisa melihat pengaruh moral Islam dalam perilaku politik dan kepemimpinan Prabowo Subianto.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati/Faryyanida Putwiliani)