SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Andra Soni, Gubernur Banten yang ikut mencari 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Andra Soni bersama rombongan ikut dalam proses pencarian dengan menaiki KRI Karambit dari Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon.
Sebelum berangkat, mantan Ketua DPRD Banten ini terlihat mengikuti doa bersama Tim SAR gabungan.
Andra Soni mengatakan mereka tiba di sekitar radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau, yang merupakan area batas aman dalam pemantauan aktivitas gunung api tersebut.
Bersama Tim SAR gabungan, Andra saat ini memantau proses pencarian di sekitar Pulau Rakata Besar dan kawasan Gunung Anak Krakatau.
Baca juga: Usai TNI AL Temukan Pelampung dan Life Jacket 37 Km dari Anak Krakatau, Milik 5 Jurnalis Hilang?
"Setelah dua jam perjalanan, kita telah mendekati lokasi. Saat ini kita masih berada di area yang aman, radius 3 km dari Gunung Anak Krakatau. Kita sedang memutari Pulau Rakata," ujar Andra kepada TribunBanten.com.
Ia memastikan operasi pencarian terhadap delapan korban terus dioptimalkan.
Menurut Andra, sejumlah personel Tim SAR gabungan yang berada di kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 juga tengah melakukan penyisiran secara intensif di Pulau Sertung.
Pulau tersebut berada tidak jauh dari kompleks Gunung Anak Krakatau dan menjadi salah satu lokasi yang turut disisir dalam operasi pencarian.
"Kita memberikan dukungan penuh kepada tim di RIB 02 yang sedang bergerak menuju Pulau Sertung untuk melakukan penyisiran," pungkasnya.
Andra Soni lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1976.
Andra Soni dikenal sebagai seorang pengusaha sekaligus politikus yang saat ini menjabat Ketua DPRD Provinsi Banten.
Perjalanan akademik Andra dimulai dengan meraih gelar Diploma 3 dari STIE Bhakti Pembangunan, Jakarta pada 2001.
Tekadnya untuk terus mengembangkan diri membawanya kembali ke bangku kuliah, di mana ia meraih gelar Sarjana Manajemen dari STIE Banten pada 2021.
Andra kemudian melanjutkan studi pascasarjana dan berhasil memperoleh gelar Magister Administrasi Publik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada 2023.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia memulai kariernya di sektor swasta dan bekerja di berbagai perusahaan. Mulai dari PT Prastapindo Abadi Sejahtera (1996–2002), PT Pura Kentjana Jakarta (1996–1997), PT Air Supremasi Indonesia (2002–2004), hingga PT Antara Sukses Express (2004–2007).
Setelah meniti karier di sektor swasta, Andra memutuskan untuk mengalihkan fokusnya ke dunia politik.
Keputusan ini membawanya untuk aktif dalam Partai Gerindra, di mana ia memulai perjalanannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tangerang.
Kemudian, dia melangkah ke posisi Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Banten hingga akhirnya menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Banten.
Andra Soni memulai karier politiknya sebagai anggota legislatif dari Partai Gerindra pada Pemilu 2014, di mana ia terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Banten.
Kegigihannya dalam menjalankan tugas membuatnya dipercaya untuk memimpin DPRD Provinsi Banten sejak tahun 2019 hingga sekarang.
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, sebanyak 11 unsur kapal dikerahkan melakukan pencarian 8 orang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
KN SAR Tetuka 247
KN Basudewa
KAL Anyer
KAL Pahawang
KP 7017 Sanjaya
RIB 02 Banten
RIB 02 Lampung
KRI Lepu
KRI Leuser
KRI Karambit
RBB Pulau Peucang
Operasi ini juga didukung pesawat nirawak termal (thermal drone), peralatan SAR air, perlengkapan medis, komunikasi, serta alat pendukung lainnya.
"Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Al Amrad.
Hari ini, area pencarian diperluas menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total luas sekitar 3.243,7 nautical mile persegi.
Kondisi cuaca di wilayah operasi diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan angin dari arah tengara hingga selatan berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5–2,5 meter.
Identitas tiga kru yang berada di dalam kapal yakni Warta (55) sebagai nahkoda, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Sementara lima jurnalis yang ikut dalam rombongan meliputi M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, serta Donal.
Peristiwa ini bermula pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Pihak penyewa melayangkan pesanan armada kepada nakhoda kapal untuk keperluan liputan singkat kawasan Gunung Anak Krakatau.
"Pukul 06.00 itu Saudara Heryanto telepon Saudara Kapten Warta untuk sewa bot untuk kegiatan liputan ke Gunung Anak Krakatau," ujarnya, dikutip dari YouTube Tribunnews.com program Saksi Kata.
Sandi menjelaskan bahwa rombongan menyewa kapal tersebut murni untuk perjalanan pergi-pulang (PP) tanpa rencana menginap di kepulauan.
Sebelum berangkat, komunikasi berjalan lancar, dan perjalanan awal tidak mengindikasikan adanya kendala teknis maupun cuaca.
"Hari Senin itu saya tanya ini nginap atau pulang atau PP? Dia jawab PP," katanya.
Komunikasi terakhir kapal tercatat pukul 18.13 WIB.
Saat itu, pemandu wisata di atas kapal sempat mengirimkan foto kawasan Krakatau kepada istrinya.
Namun, hingga Selasa (8/9/2026) siang, rombongan belum kunjung tiba di dermaga asal.
Laporan kehilangan pertama kali direspons Polsek Carita setelah menerima aduan dari keluarga jurnalis yang menanti di daratan.
Mengenai kelayakan armada, Sandi memastikan kapal Arupadatu 1 berada dalam kondisi prima saat diberangkatkan.
Kapal tersebut baru saja menyelesaikan operasional dari rute Ujung Kulon dan telah melewati tahapan pengecekan rutin mesin.
"Kondisinya baik, berjalan baik. Setiap pulang untuk kegiatan rutinnya itu kontrol semua, busi, apa-apa gitu," tuturnya.
Selain kondisi mesin yang prima, pasokan bahan bakar di atas kapal dipastikan melimpah untuk perjalanan pergi-pulang.
Kapal juga diawasi oleh Kapten Warta, nahkoda senior berpengalaman belasan tahun di perairan Banten hingga Bangka.
Dari sisi keselamatan, kapal telah dibekali alat bantu navigasi kompas, GPS, serta rompi pelampung.
Sandi menyerahkan seluruh dugaan insiden kepada proses penyelidikan resmi, meski ia tak menampik beragam potensi risiko perairan.
"Semua berpotensi, dari kerusakan berpotensi, kehabisan bahan bakar pun berpotensi, cuman skalanya kecil. Cuaca buruk juga sangat-sangat berpotensi," pungkasnya.