TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hujan akhirnya mengguyur Kabupaten Pelalawan pada Jumat (11/9/2026) pagi setelah dua bulan lebih kemarau kering yang disertai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Intensitas hujan yang turun cukup lebat dengan rentang waktu yang lama. Hujan terpantau mulai turun sejak pukul 04.30 WIB yang diawali dengan gerimis.
Tak berapa lama, rintik hujan berubah menjadi lebat hingga jam 06.00 WIB. Sempat reda sekitar 15 menit, hujan dengan intensitas sedang dan ringan kembali mengguyur hingga jam 09.00 WIB.
"Sekarang masih mendung menjelang siang ini. Mudah-mudahan hujan turun lagi dengan intensitas lebat. Agar lokasi Karhutla tersiram," ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan, M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (11/9/2026).
Zulfan menyampaikan hujan yang turun merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang gencar dilakukan Satgas Udara BPBD Provinsi Riau dan BNPB.
Program OMC dilakukan di beberapa daerah di Riau yang sedang dilanda Karhutla, termasuk Pelalawan. Setelah beberapa kali ditabur garam di langit Pelalawan, akhirnya berhasil dan hujan turun setelah berbulan-bulan sangat minim potensi hujan.
Hujan yang melanda Pelalawan merata hampir di seluruh kecamatan. Dari laporan yang diterima BPBD, 11 kecamatan diguyur hujan dengan intensitas dan rentang waktu yang hampir serupa. Hanya di Kecamatan Kuala Kampar yang belum diterpa hujan.
Baca juga: Dua Daerah Kuasai Hampir 80 Persen Karhutla di Riau, Bengkalis dan Pelalawan Paling Parah
"Laporan dari Kuala Kampar, memang belum ada hujan tapi saat ini mendung. Mudah-mudahan siang atau sore nanti hujan," tutur Zulfan.
Dampak hujan lebat dengan durasi panjang itu menekan dan menghilangkan titik panas atau hotspot yang muncul. Terpantau hotspot di Pelalawan tersisa 2 titik lagi yakni di Kecamatan Pangkalan Kerinci dan Kecamatan Pelalawan.
"Itu tinggal di areal Karhutla yang masih ada titik asap. Firespot sudah padam sejak kemarin," kata Zulfan.
Selain itu, hujan menyebabkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pelalawan turun. Kualitas udara semakin membaik dari beberapa hasil sebelumnya, terlihat dari alat pengukur ISPU milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan.
"Tinggal satu parameter pada level tidak sehat. Itupun angkanya sangat rendah. Pada umumnya kualitas udara kita semakin membaik," papar Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra.
Ia menyebutkan, parameter PM 10 berada pada level 72 kategori sedang dengan indikator warna biru. Sebelumnya pada level 112 kategori tidak sehat dengan indikator warna kuning.
Kemudian parameter PM 2.5 terpantau di level 110 dengan kategori tidak sehat berwarna kuning. Turun dari sebelumnya di level 179 dengan kategori tidak sehat berwarna kuning.
"Kita lihat perkembangannya lagi pada siang dan sore ini. Hujan cukup mempengaruhi kabut asap dan kualitas udara kita," sebut Eko Novitra.
Kemudian SO2 pada level 14 masuk kategori baik dengan indikator warna hijau. Parameter CO di level 18 terpantau baik dengan indikator warna hijau.
Parameter O3 di level 13 masuk kategori baik dan indikator warna hijau. Sedangkan NO2 di angka 23. Empat parameter terakhir ini tidak banyak berubah selama kabut asap melanda Pelalawan.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)