Soal Biaya Sekolah Anak, Ruben Onsu Tak Keberatan Bayar Tapi Pertanyakan Rp200 Juta yang Fluktuatif
Ika Putri Bramasti September 11, 2026 03:07 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Persoalan biaya sekolah anak ikut mencuat di tengah sengketa hak asuh Ruben Onsu dan Sarwendah.

Pihak Ruben Onsu menegaskan bahwa kliennya tidak keberatan menjalankan kewajiban untuk membayar kebutuhan pendidikan anak-anak.

Namun, Ruben meminta kejelasan mengenai rincian biaya yang harus dibayarkan.

Kuasa hukum Ruben bahkan mempertanyakan ketika pengurusan atau pembayaran sekolah dialihkan melalui komunikasi dengan pihak sekolah.

"Enggak ada yang keliru. masa sih ayah kandung yang diberikan kewajiban untuk membayar biaya anak sekolah dan ketika dia meminta seperti yang kami sampaikan, ayo berapa biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan anak-anak biar kita tahu untuk mentransfernya," ujar kuasa hukum Ruben, dikutip TribunStyle.com dari akun YouTube Cumicumi Jumat (11/9/2026).

Ruben Onsu disebut tidak keberatan membayar biaya sekolah dan kebutuhan anak-anaknya.
Ruben Onsu disebut tidak keberatan membayar biaya sekolah dan kebutuhan anak-anaknya. (Instagram @sarwendah29 @ruben_onsu)

Baca juga: Ruben Onsu Bongkar Alasan Gugat Hak Asuh Anak, Soroti Pola Asuh Sarwendah hingga Dugaan Eksploitasi

Menurutnya, Ruben sebelumnya telah meminta rincian biaya pemeliharaan dan pendidikan anak agar dapat memenuhi kewajibannya secara jelas.

"Tapi kan enggak dilakukan itu tidak diberikan," katanya.

Persoalan tersebut kemudian dikaitkan dengan nominal biaya yang selama ini disebut mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

"Karena ketika itu diberikan ini akan berkaitan dan ada benang merahnya dengan nilai-nilai yang sudah terlanjur diminta selama ini yang per bulannya itu kan ratusan juta, 200 sekian juta kan fluktuasi ini," ujar kuasa hukum Ruben.

Menurut pihak Ruben, apabila biaya pendidikan dan pemeliharaan anak diperinci, akan lebih mudah diketahui mana pengeluaran yang benar-benar menjadi kebutuhan anak.

"Nah, ketika kita minta rincian pemeliharaan dan biaya pendidikan anak berarti kan fix cost," katanya.

Kuasa hukum Ruben kemudian menyinggung pernyataan mengenai biaya rumah tangga yang disebut turut masuk dalam nominal kebutuhan bulanan.

Ia menegaskan bahwa setelah perceraian, kewajiban Ruben adalah memenuhi kebutuhan anak-anak.

"Sementara dia bukanlah istri lagi dari Ruben. Ruben hanya bertanggung jawab terhadap biaya anak-anak, bukan biaya rumah tangganya dia," ujarnya.

Ruben Minta Biaya Anak Dipisahkan dari Rumah Tangga

Pihak Ruben juga mempertanyakan apabila kebutuhan rumah tangga turut dimasukkan ke dalam biaya yang dibebankan kepada kliennya.

"Kita lihat kan bahwa isi kulkas juga makanannya bukan makanan untuk anak-anak. Isinya bukan hanya makanan untuk anak-anak saja. Kan begitu artinya," kata kuasa hukum Ruben.

Ia menduga persoalan rincian biaya menjadi salah satu hal yang belum mendapatkan kejelasan.

"Jadi mungkin ini yang ingin dihindari maka dia tidak sampaikan perincian biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan anak-anak itu," tuturnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Ruben menilai tidak ada persoalan jika kliennya meminta informasi langsung kepada pihak sekolah.

Hal itu bahkan disebut sebagai langkah yang dilakukan Ruben karena sebelumnya tidak mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari pihak Sarwendah.

"Kalau memang niatnya baik, kenapa enggak tanya sekolahnya langsung? Bahkan dari pihak mereka sendiri juga kalau saya tidak salah ingat menyuarakan hal yang seperti itu," ujarnya.

Karena itu, Ruben kemudian disebut mengambil langkah dengan mengirimkan surat kepada pihak sekolah.

"Lalu ketika Ruben dengan penuh tanggung jawab bertulis surat karena tidak mendapatkan informasi dari S dan dia bertulis surat" kata kuasa hukum Ruben.

Pihak Ruben menegaskan langkah tersebut bukan berarti kliennya menghindari kewajiban membayar pendidikan anak.

Sebaliknya, Ruben disebut ingin mengetahui secara pasti besaran biaya yang harus dibayarkan sehingga kebutuhan anak dapat dipenuhi secara langsung dan terukur.

Persoalan biaya pendidikan ini pun menjadi salah satu bagian yang ikut diperbincangkan dalam proses hukum hak asuh anak.

Untuk hasil akhirnya, pihak Ruben menyerahkan seluruh proses pembuktian kepada majelis hakim.

"Artinya nanti semuanya kan tergantung kepada pembuktian dalam persidangan dan tergantung bagaimana majelis hakim melihat dan menilai perkara ini dari dalil, bukti, dan gugatan masing-masing pihak," ujar kuasa hukum Ruben.

(TribunStyle.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.