'15 Hari Saya Tunggu', Penantian Kakak Jurnalis Merdeka Tak Mau Pulang Sebelum Adiknya Ditemukan
Aggi Suzatri September 11, 2026 03:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM —Kakak kandung dari Ari Basuki jurnalis Merdeka yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, menyatakan enggan pulang dari lokasi pencarian sampai adiknya berhasil ditemukan.

Dewi, kakak Ari masih terus bertahan menanti kabar baik adiknya di tepi Pantai Marina Trip To Krakatau-Ujung Kulon, Pandeglang. 

Ari merupakan satu dari lima jurnalis yang hilang kontak bersama tiga awak speedboat saat bertugas meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9/2026).

Memasuki hari keempat operasi pencarian pada Jumat (11/9/2026), tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan keberadaan delapan korban tersebut.

Baca juga: Foto Anak Krakatau Erupsi Jadi Pesan Terakhir Heriyanto Pemandu 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak

Di tengah ketidakpastian yang menyelimuti, Dewi tetap memelihara harapan besar agar sang adik dan seluruh rombongan dapat kembali dalam keadaan selamat.

"Harapan saya bisa ketemu dengan selamat," ujar Dewi saat ditemui di Pantai Marina, Pandeglang, Kamis (10/9/2026), dilansir dari Kompas.com.

Siap Bertahan hingga 15 Hari

Hingga Kamis lalu, Dewi mencatat telah bermalam di kawasan Pantai Marina selama tiga hari dua malam.

Ia tidak sendiri; ada enam anggota keluarga lain yang turut mendampinginya di lokasi, termasuk istri dan anak dari Ari Basuki.

"Saya sudah dua malam tiga hari di sini, bersama enam anggota keluarga, termasuk anak dan istri Ari Basuki," ucapnya.

Dewi menegaskan komitmennya untuk tidak meninggalkan posko pencarian selama proses penyisiran masih berjalan.

Ia bahkan siap memasang badan dan menanti hingga pertengahan bulan jika situasi menuntut demikian.

"Insya Allah katanya sampai tujuh hari, bisa 15 hari saya akan tunggu, enggak pulang," tegas Dewi.

Keluarga besar sengaja memilih menetap di sekitar posko guna memantau secara langsung setiap perkembangan informasi dari tim penyelamat.

Baca juga: Reaksi Keluarga usai Kabar Penemuan Pelampung saat Pencarian Rombongan Jurnalis, Berharap Petunjuk

Penemuan Pelampung 

Selama berada di posko, keluarga telah menerima laporan terkait ditemukannya sejumlah barang di perairan, berupa pelampung dan life jacket.

Kendati demikian, status kepemilikan barang-barang tersebut terhadap Ari maupun rombongannya masih belum dapat dipastikan.

"Tadi dari Pak Gubernur sudah menyampaikan, Basarnas juga sudah menyampaikan, ditemukan pelampung dan life jacket. Mudah-mudahan itu salah satu petunjuk walaupun belum ada hasil identifikasi," tutur Dewi.

Pihak keluarga kini hanya bisa menunggu hasil identifikasi resmi dari petugas.

Dewi berharap temuan awal tersebut mampu menjadi titik terang bagi tim SAR dalam melacak keberadaan rombongan.

Pencarian Memasuki Hari Keempat

Memasuki hari keempat operasi SAR pada Jumat (11/9/2026), proses pencarian terus diperluas.

Gubernur Banten Andra Soni bahkan turun langsung menyusuri titik pencarian di sektor khusus menggunakan KN SAR 427 Tetuka dari dermaga Pelabuhan Pelindo Ciwandan.

"Hari keempat (pencarian) ikut membersamai langsung proses pencarian. Semoga Allah memberi kemudahan," tulis Andra Soni melalui akun media sosialnya.

Baca juga: Terekam Kamera Pemandu, Inilah Momen Keberangkatan 5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau: Bismillah

Andra menjelaskan, pencarian hari keempat mengerahkan sedikitnya 300 personel gabungan dan 11 armada kapal yang disebar ke beberapa sektor.

Selain Ari Basuki (Merdeka), empat jurnalis lain yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas (Antara), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (jurnalis lepas).

Sementara tiga awak speedboat yang mendampingi mereka adalah Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa fokus pencarian hari keempat mengarah pada penyisiran pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Sertung, Rakata, dan Pulau Panjang.

"Untuk pulau-pulau sekitar, itu kami melakukan pencarian kurang lebih 27 nautical mile dengan menggunakan KN Sartika dan RIB 02 Banten," terang Al Amrad di Posko SAR Carita, Pandeglang, dikutip dari Kompas.com, Jumat (11/9/2026).

Selain menyisir kawasan pulau dan perairan Lampung hingga Tanjung Panaitan dengan total luas area mencapai 3.216 nautical mile persegi (NM⊃2;), tim SAR gabungan juga membagi operasi melalui jalur darat menyusuri pesisir Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.