Gibran Turun dari Mobil usai Lihat Antrean BBM Mengular di Palangka Raya: Lapor Kami
Sri Juliati September 11, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Antrean pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih mengular.

Sebelumnya, antrean juga terpantau pada Senin (7/9/2026) dan Kamis (3/9/2026).

Antrean BBM itu diketahui langsung oleh Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, Kamis (10/9/2026).

Gibran diketahui berada di Palangka Raya untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kondisi warga terdampak.

Dalam rangkaian agendanya, Gibran tiba-tiba meminta kendaraan yang ditumpanginya berhenti di SPBU Pertamina yang berada di Jalan Tjilik Riwut Km 12, Palangka Raya.

Alasannya meminta berhenti karena melihat ada antrean kendaraan yang cukup panjang di sekitar SPBU.

Ia kemudian turun dari mobil dan mendatangi langsung area SPBU untuk memastikan kondisi serta mengetahui penyebab terjadinya antrean kendaraan.

Putra sulung Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) itu lantas berdialog dengan petugas SPBU serta sejumlah warga yang mengantre.

Dalam kesempatan itu, ia meminta setiap kendala terkait pasokan segera dilaporkan agar ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Pak, kalau ada kelangkaan-kelangkaan, lapor kami ya, Pak,” ujar Wapres kepada petugas SPBU, dikutip dari kalteng.co.id.

Gibran juga menegaskan, antrean serupa tidak boleh terjadi lagi.

Baca juga: Antrean BBM Jadi Sorotan, Pertamina Tambah 14 SPBU 24 Jam di Makassar

Pemerintah, lanjut dia, akan memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Besok tidak boleh antre begini ya. Kita pastikan barangnya ada terus,” tegasnya.

Gibran juga meminta warga yang masih mengantre untuk bersabar.

“Tunggu ya, Pak. Maaf, ya,” ucapnya kepada warga.

Respons Ketua DPRD Kalteng

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng, Arton S Dohong, menilai antrean BBM di sejumlah SPBU disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Kira-kira yang pertama itu mungkin kebutuhan semakin meningkat ya terhadap BBM,” kata Arton, Kamis (10/9/2026), dikutip dari TribunKalteng.com.

Arton mengatakan, antrean terjadi pada BBM bersubsidi jenis Pertalite.

Ia pun meminta Pertamina memastikan pasokan BBM di Kalimantan Tengah tetap memadai dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Saya kira dari pihak Pertamina agar ini bisa menjadi perhatian, suplainya ke Kalimantan Tengah juga harus memadai sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kalimantan Tengah,” katanya.

Selain meningkatnya kebutuhan, Arton menilai antrean juga dapat disebabkan oleh kendala dalam proses distribusi BBM.

“Ini kan pasti ada kendala di jalan, bukan secara kesengajaan ya. Mungkin transportasinya, pengiriman minyak dari tempat produksi ke tempat konsumen dan tempat itu yang barangkali mungkin ada kendala,” jelas Arton.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunKalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.