Proyek Fisik Kerap Menumpuk di Akhir Tahun, Ketua DPRD Batang Ingatkan Ini
deni setiawan September 11, 2026 03:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi menyoroti kebiasaan pelaksanaan pembangunan fisik yang masih kerap menumpuk menjelang akhir tahun anggaran.

Menurut Suudi, kondisi tersebut seharusnya tidak terus berulang karena berpotensi membuat pelaksanaan proyek terburu-buru dan mengurangi waktu pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan.

DPRD Kabupaten Batang pun meminta pemerintah daerah mempercepat proses perencanaan hingga pelaksanaan program agar pembangunan infrastruktur dapat dimulai lebih awal dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Baca juga: Sprint Rally Nasional Bakal Mengguncang KITB Batang, 135 Pembalap Siap Taklukkan Lintasan 5,5 Km

Pernyataan tersebut disampaikan Suudi di tengah upaya Pemkab Batang mendorong percepatan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas penyerapan anggaran daerah.

Suudi menilai, persoalan pembangunan selama ini bukan semata-mata berkaitan ketersediaan anggaran.

Menurutnya, kesiapan perencanaan dan kecepatan eksekusi program di lapangan menjadi faktor yang tidak kalah penting.

“Program harus tepat sasaran. Pembangunan fisik untuk dinas terkait harus terencana dengan tepat."

"Pembangunan jalan itu sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama,” kata Suudi kepada Tribunjateng.com, Jumat (11/9/2026).

Dia menjelaskan, proyek fisik seperti pembangunan maupun perbaikan jalan akan lebih mudah diselesaikan apabila seluruh tahapan telah dipersiapkan sejak awal tahun.

Mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga persiapan teknis harus dilakukan secara matang sehingga pekerjaan tidak baru dikebut ketika tahun anggaran hampir berakhir.

Menurut Suudi, pengerjaan proyek yang menumpuk di penghujung tahun dapat memunculkan sejumlah persoalan.

Di antaranya keterbatasan waktu pengawasan, risiko keterlambatan pekerjaan, hingga potensi menurunnya kualitas hasil pembangunan.

Kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap penyerapan anggaran daerah.

“Harapan kami jangan sampai menumpuk di akhir tahun dan jangan sampai anggaran tidak terserap,” ujarnya.

Suudi menegaskan, keberhasilan penyerapan anggaran tidak seharusnya hanya diukur dari seberapa besar anggaran yang berhasil dibelanjakan.

Lebih dari itu, anggaran harus menghasilkan pembangunan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

• Ekonomi Batang Melejit 8,38 Persen, 38 Indikator Pembangunan Masih Jadi Alarm

Karena itu, dia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyusun program berdasarkan kebutuhan prioritas masyarakat.

Tahapan administrasi maupun teknis juga diminta dipercepat sejak awal tahun anggaran agar pelaksanaan pembangunan memiliki waktu yang cukup.

Suudi menilai pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Kondisi jalan yang baik dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi barang dan jasa, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.

Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran diharapkan ikut mendorong aktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

DPRD Kabupaten Batang, lanjut Suudi, akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan program yang telah direncanakan benar-benar direalisasikan sesuai target dan waktu yang ditetapkan.

Dia juga mendorong penguatan koordinasi antar-OPD sehingga persoalan administrasi maupun teknis tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan.

Dengan proyek dimulai lebih awal, pemerintah daerah juga memiliki waktu lebih longgar untuk melakukan evaluasi dan mengambil langkah perbaikan apabila ditemukan kendala di lapangan.

“Yang penting programnya tepat sasaran, perencanaannya jelas, dan pelaksanaannya jangan sampai menunggu akhir tahun,” tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.