Top 3 di Semua Skor PISA 2025, Siswa China Punya Mentalitas Belajar Seperti Ini
GH News September 11, 2026 04:08 PM
Jakarta -

Negeri Tirai Bambu bertengger di 10 besar skor Programme for International Student Assessment (PISA 2025) untuk semua komponen kemampuan. Dari aspek kemampuan matematika dan sains, bahkan China menempati peringkat pertama dengan skor 612 dan 597 masing-masing.

Sementara dari segi kemampuan membaca, China berada di peringkat kedua setelah Singapura, dengan skor 527. Untuk kemampuan komputasi, China berada di urutan ketiga setelah Makau dan Singapura dan memiliki skor 560.

Ada lebih dari 780.000 siswa yang berpartisipasi pada PISA 2025 di 91 negara dan wilayah perekonomian. Di China, sebanyak 12.385 siswa partisipan dari 374 sekolah merampungkan tes PISA.

Mentalitas Belajar Siswa di China

Selain sistem pendidikan yang sangat bagus, sisi lain yang menarik dari China berdasarkan temuan PISA adalah mentalitas dan sikap siswa dalam belajar dan sekolah. Dari keempat wilayah yang mengikuti PISA 2025, yakni Beijing, Shanghai, Jiangsu, dan Zhejiang (BSJZ), 78% siswanya memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap banyak hal.

Dikutip dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), 73% siswa China juga melakukan usaha lebih ketika dalam belajar menemui tantangan. Sedangkan rata-rata OECD untuk hal ini hanya 60%. Walau demikian, di sisi lain terdapat 8% siswa di keempat wilayah tersebut yang menganggap sekolah adalah kegiatan yang buang-buang waktu.

Rasa ingin tahu, ketekunan, dan sikap menghargai sekolah merupakan sikap yang paling sering dikaitkan dengan performa sains yang lebih baik.

Dalam tes PISA 2025, 50% siswa wilayah BSJZ di China juga tercatat memiliki atau pola pikir berkembang. Sementara, rerata seluruh negara OECD adalah 69%.

Para siswa tersebut memiliki rasa percaya bahwa kecerdasan bisa dipupuk melalui kerja, usaha, dan umpan balik. Jika didasarkan pada rerata negara-negara OECD, siswa yang memiliki growth mindset memiliki skor 28 poin lebih tinggi dalam bidang sains daripada mereka yang memiliki pola pikir kaku atau

Meski memiliki mentalitas yang relatif baik dalam belajar, siswa China juga dinilai masih perlu perbaikan. Sebab, hanya sekitar 36% dari siswa di wilayah BSJZ yang sering atau sangat sering membuat rencana belajar. Sementara, 38% siswa menanyakan materi belajar kepada diri mereka sendiri untuk menguji apakah mereka sudah paham dengan yang dipelajari.

Menurut OECD, pembelajar mandiri yang mampu mengatur dirinya sendiri serta tahu kapan dan di mana untuk meminta tolong. Data PISA 2025 menunjukkan di sebagian besar negara, siswa cenderung bergantung pada guru dan teman-teman mereka untuk mendukung pekerjaan sekolah. Sedangkan di BSJZ China, 87% siswa meminta tolong kepada gurunya dan 93% bertanya kepada temannya saat tidak memahami sesuatu.

Di China, kemandirian siswa dalam membuat tujuan belajar dan mencari bantuan, berkaitan secara positif dengan performa sains PISA-nya. Kesimpulan ini didapat setelah memperhitungkan profil sosial-ekonomi siswa dan sekolah.

Novia Aisyah
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.