Prakiraan Cuaca Perairan Sabang–Banda Aceh: Angin 15-20 Knot dan Gelombang hingga 2,5 Meter
Muliadi Gani September 11, 2026 04:51 PM

 

PROHABA.CO, SABANG -  Kondisi cuaca di wilayah Kota Sabang dan perairan Sabang-Banda Aceh diprakirakan cukup beragam.

Stasiun Meteorologi Maimun Saleh Sabang merilis pembaruan prakiraan cuaca perairan dan informasi pasang surut air laut untuk jalur pelayaran vital Sabang menuju Banda Aceh, Jumat (11/9/2026).

Berdasarkan data dari Pusat Meteorologi Maritim dan Pushidrosal, kondisi angin di perairan tersebut terpantau lebih kencang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kecepatan angin hari ini tercatat berkisar antara 15 hingga 20 knot yang bergerak konsisten dari arah barat daya hingga barat.

Secara umum, kondisi cuaca di sepanjang lintasan penyeberangan diperkirakan mendung dengan tutupan awan tebal sepanjang hari.

Sementara itu, tinggi gelombang laut masih bertahan dalam kategori sedang dengan kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.

Selain arah dan kecepatan angin, pihak stasiun meteorologi turut merinci siklus pasang surut air laut yang akan terjadi sepanjang hari ini, yang meliputi dua kali fase air surut dan dua kali fase air pasang naik akan terjadi sepanjang hari.

Baca juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter dan Angin 20 Knot di Perairan Sabang–Banda Aceh

Baca juga: Cuaca Ekstrem Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda, Keselamatan Jadi Prioritas

Fase surut pertama: Pukul 02.00–03.00 WIB dengan ketinggian air mencapai 0,8 meter.

Fase pasang naik pertama: Pukul 08.00–10.00 WIB dengan ketinggian air mencapai 1,7 meter.

Fase surut kedua: Pukul 15.00–16.00 WIB dengan ketinggian air surut hingga 0,2 meter.

Fase pasang naik kedua: Pukul 21.00–22.00 WIB dengan ketinggian air mencapai 1,4 meter.

Mengingat kondisi perairan yang didominasi tiupan angin lebih kencang dari biasanya, pihak berwenang mengimbau para nelayan tradisional serta operator kapal penyeberangan rute Sabang–Banda Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pengguna jasa transportasi laut juga disarankan agar terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim terbaru secara berkala sebelum memutuskan untuk beraktivitas di laut demi keselamatan bersama.

Data prakiraan ini bersumber dari Pusat Meteorologi Maritim dan Pushidrosal.

(Serambinews.com/Aulia Prasetya)

Baca juga: Prof Mujiburrahman Lantik 10 Dekan dan Tiga Wakil Rektor UIN Ar-Raniry Periode 2026–2030

Baca juga: BPBD Sabang Ingatkan Bahaya Kebakaran Lahan di Tengah Musim Kemarau

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.