IPB Kirim Paket Nasi untuk Bantuan NTT: Hasil Inovasi Dosen, Bisa Tahan Setahun
GH News September 11, 2026 04:08 PM
Jakarta -

IPB University menyalurkan sebanyak 1,27 ton bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun sebanyak 6.350 paket nasi di dalamnya adalah hasil inovasi dosen.

"Pada hari ini, kita mengirimkan sebanyak 6.350 paket nasi steril siap makan. Ini merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Dr Tjahja Muhandri (dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan)," ujar Rektor IPB Dr Alim Setiawan Slamet dikutip dari laman kampus, Jumat (11/9/2026).

Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian sosial juga civitas akademika IPB University terhadap para korban bencana NTT. Ia berharap bantuan ini bisa bermanfaat.

"Pada kesempatan ini, kita dapat bersama-sama melepas bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT," ucapnya.

Paket Nasi Bisa Tahan sampai Setahun

Alim mengatakan paket nasi steril buatan dosen tersebut mampu bertahan hingga satu tahun. Karakteristik paket nasi ini bisa memenuhi kebutuhan pangan dalam kondisi bencana.

Sebelum paket nasi inovasi dosen dikirim ke NTT, IPB juga telah mengirimkan 54 ribu paket nasi steril untuk warga korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu. Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University, Dr Handian Purwawangsa saat itu menjelaskan, nasi steril inovasi dosen IPB tersedia dalam berbagai varian menu, seperti nasi liwet, nasi kuning, nasi ayam jeruk purut, nasi uduk, hingga nasi goreng. Masing-masing dikemas dalam pouch berukuran 150-200 gram atau setara satu porsi makan orang dewasa agar mudah dimobilisasi dan siap dikonsumsi di lapangan

Bantuan ini didistribusikan ke dua lokasi. Lokasi pertama di Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Desa kedua yakni Kelurahan Kota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan untuk NTT ini juga melibatkan Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni (ARM-HA) IPB University.

Sokong Mesin Penjernih Air

Selain itu, bantuan pendukung seperti mesin penjernih air turut dikirimkan. Alim mengatakan bantuan ini adalah hasil kerja sama dari alumni di bawah naungan ARM IPB, Persatuan Golf Alumni IPB, Yayasan Satu Umat, warga IPB seperti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, serta masyarakat.

Ada tiga unit mesin penjernih air yang dikirimkan dan dua mesin reverse osmosis (RO). Adapun total bantuan untuk logistik tersebut senilai Rp 40 juta.

"Bantuan akan dikirim secara estafet melalui jalur yang memungkinkan, baik darat maupun udara, dengan target tiba di lokasi terdampak maksimal satu minggu," kata Alim.

Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.