SRIPOKU.COM - Rekam jejak 5 jurnalis sebelum dinyatakan hilang saat hendak liputan erupsi Gunung Anak Krakatau diungkap oleh penjaga hotel tempat mereka menginap.
Adalah Maman, penjaga Hotel Pada Suka di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten yang mengungkap aktivitas mereka sedari datang hingga pamit meninggalkan hotel hendak liputan.
Maman menceritakan awal kedatangan rombongan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput Gunung Anak Krakatau.
Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Selain lima jurnalis, terdapat tiga awak kapal yang ikut dalam pelayaran tersebut, yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) selaku guide.
Baca juga: Petunjuk Baru Hilangnya 5 Jurnalis di Krakatau, Cahaya Biru Terombang-ambing di Laut Pulau Sebesi
Maman mengatakan rombongan jurnalis tersebut tiba di Hotel Pada Suka pada Minggu (6/9/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan mobil.
"Pertama datang itu empat orang, jam 10 malam," kata Maman dimuat TribunBanten.com.
Menurut Maman, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, satu mobil kembali datang ke Hotel Pada Suka untuk menjemput empat orang yang sebelumnya bermalam di hotel tersebut.
"Jam 09.00 WIB datang lagi mobil satu orang. Mobilnya yang dibawa ke sana Pagedongan, satunya dititip di sini," ujarnya.
Selanjutnya, rombongan tersebut berangkat menuju Dermaga Pagedongan sekitar pukul 11.00 WIB.
Maman mengungkapkan sejumlah barang bawaan milik para jurnalis masih berada di Hotel Pada Suka.
Sebab barang-barang tersebut ditinggalkan karena rombongan berencana kembali ke hotel untuk menginap pada malam harinya.
"Iya masih ada. Rencana mau ke sini lagi, mau lanjut nginap di sini lagi," ujarnya.
Sebelum meninggalkan hotel dan berangkat menuju Dermaga Pagedongan, kelima jurnalis tersebut sempat berpamitan kepada Maman.
Sebagai informasi, sebanyak delapan orang dinyatakan hilang kontak ketika hendak melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) lalu.
Adapun identitas mereka adalah jurnalis Antara, M. Bagus Khoirunnas; jurnalis Merdeka.com, Ari Basuki; jurnalis iNews, Yudhistiro Pranoto; jurnalis Anadolu, Firman Daus; serta jurnalis lepas atau freelance, Donal Husni.
Lalu, sisanya adalah kapten kapal, Warta; anak buah kapal (ABK), Sukarman; serta pemandu atau tour guide, Heriyanto.
Sebelumnya, istri jurnalis Antara M. Bagus Khoirunnas, Desi Purnamasari meminta turut dilakukannya pencarian di Pulau Sertung.
Adapun pulau ini berada di barat Gunung Anak Krakatau dan masuk dalam perairan Selat Sunda.
Dia mengatakan permintaan itu disampaikannya karena dirinya sempat memperoleh informasi bahwa rombongan suaminya berencana untuk menyebrang ke Pulau Sertung.
"Saya dapat informasi dari yang mengarahkan dia, untuk yang mengasih informasi bahwa adanya kapal yang bisa menyeberang, itu kan dia nanya 'bisa enggak berhenti di Sertung, turun di Sertung bisa enggak'. Saya dari informasi itu sih yang feeling saya yang harus dicari itu ya ke Sertung itu," ujar Desi, Rabu (9/9/2026).
Desi menyampaikan hal ini di hadapan Gubernur Banten Andra Soni, Kepala SAR Banten Al Amrad, serta sejumlah petugas lainnya.
Namun hal itu belum bisa dilakukan lantaran Pulau Sertung masuk ke dalam jarak bahaya dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sementara itu Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan bahwa pihaknya menemukan pelampung atau life jacket dan botol pelampung saat melakukan pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang saat peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dia mengungkapkan penemuan tersebut terjadi saat melakukan pencarian hari ketiga pada Kamis (10/9/2026) kemarin sekira pukul 15.10 WIB.
Namun demikian dipastikan pelampung bukan berasal dari kapal yang ditumpangi lima jurnalis tersebut.