Progres Pemulihan Pascabanjir Bandang, Pembangunan Huntap di Pante Lhong Bireuen Terus Dikebut
Muliadi Gani September 11, 2026 05:54 PM

 

PROHABA.CO, BIREUEN -  Desa Pante Lhong yang terletak di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, merupakan salah satu kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat terjangan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu.

Selain menyebabkan puluhan unit rumah warga tertimbun material lumpur tebal, musibah tersebut turut merusak parah infrastruktur desa, termasuk salah satu fasilitas pendidikan dayah setempat.

Berbagai upaya penanganan dan penyaluran bantuan kemanusiaan kini terus digenjot oleh pemerintah guna memulihkan kembali kondisi kehidupan masyarakat terdampak.

Bantuan yang disalurkan meliputi penyaluran jatah hidup (jadup), pembangunan Hunian Tetap (Huntap), hingga program rehabilitasi rumah melalui berbagai skema penanggulangan bencana.

Keuchik Pante Lhong, Murizal, melansir konfirmasi Serambinews.com, Jumat (11/9/2026), mengungkapkan rasa syukur atas progres pembangunan yang sedang berjalan di desanya.

Berdasarkan data desa, dari total 11 unit Huntap yang diusulkan bagi warga korban rumah rusak berat pada tahap pertama, sebanyak 10 unit kini sudah mulai dikerjakan dengan progres rata-rata telah mencapai 50 persen.

Baca juga: Baru Sebulan Dihuni, Huntap Korban Banjir di Aceh Timur Sudah Retak

"Usulan rumah untuk warga yang perlu relokasi karena tanahnya sudah menjadi aliran sungai belum turun, mungkin masih dalam proses," ujar Murizal menjelaskan status sebagian warga yang lahannya telah hilang tergerus arus.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bangunan Huntap permanen tampak berdiri di beberapa titik, di antaranya milik warga lanjut usia Banta Sultan (70), Safrizal (40), serta beberapa kepala keluarga lainnya.

Banta Sultan menuturkan bahwa rumah tempat tinggalnya hancur total tersapu banjir bandang, sementara kediaman anaknya dan warga tetangga juga mengalami kerusakan berat.

"Ini sudah dalam proses pembangunan, tinggal atap saja," kata Banta Sultan sambil memantau proses pengerjaan rumahnya.

Selain pembangunan Huntap baru, warga yang menerima dana stimulan rehabilitasi rumah kategori rusak sedang senilai Rp30 juta juga terlihat mulai memperbaiki tempat tinggal mereka.

Menariknya, proses konstruksi ini banyak melibatkan para pekerja bangunan profesional yang didatangkan dari luar Kabupaten Bireuen guna mempercepat penyelesaian fisik bangunan.

Kendati tahap pertama telah berjalan, Murizal menyebutkan bahwa tantangan pemulihan masih cukup besar.

Baca juga: Kapolri Segera Resmikan 300 Huntap Presisi untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Tercatat ada sekitar 120 unit rumah warga yang masuk dalam kategori rusak sedang dan berat akibat bencana tersebut.

Oleh karena itu, warga khususnya para korban banjir yang belum tersentuh pada gelombang pertama sangat berharap agar sisa kuota penanganan dapat segera direalisasikan oleh pemerintah.

Dampak dari bencana banjir bandang akhir November lalu memang tercatat sangat masif bagi Desa Pante Lhong.

Berdasarkan pendataan resmi pemerintah desa, sebanyak 318 unit rumah mengalami kerusakan berat, 45 rumah dilaporkan hilang terseret arus sungai yang deras, dan puluhan rumah lainnya bahkan tinggal menyisakan bagian pondasi saja.

Tragedi ini memaksa sebanyak 1.398 jiwa atau setidaknya 379 kepala keluarga (KK) di Desa Pante Lhong harus mengungsi akibat hunian mereka tidak dapat ditempati dan masih tertimbun endapan lumpur tebal. 

Pemerintah desa bersama warga kini terus memantau kelanjutan proses relokasi dan pembangunan agar seluruh korban bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.

(Serambinews.com/Yusmandin Idris)

Baca juga: Prakiraan Cuaca Perairan Sabang–Banda Aceh: Angin 15-20 Knot dan Gelombang hingga 2,5 Meter

Baca juga: Wagub Aceh Pimpin Rakor Percepatan Pemulihan Pascabencana, Soroti Sinkronisasi Data dan Huntap

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.