TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Wacana pengalihan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke kantin sekolah menuai tanggapan dari sejumlah warga di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Sebagian warga menilai, meski anak-anak sekolah tetap bisa mendapatkan makanan, manfaat ekonomi dan pengelolaan dari program ini akan jauh lebih berkurang jika dipindahkan ke kantin sekolah.
Berdasarkan keterangan Adha Zuhardi dan Jumaris Topan, masyarakat Kampung Simpang Kelaping yang juga orang tua murid penerima manfaat MBG, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini dinilai jauh lebih banyak membantu masyarakat luas.
Melalui sistem SPPG seperti sekarang, banyak warga sekitar yang mendapatkan pekerjaan, pasokan bahan baku bisa langsung diambil dari petani lokal, dan kualitas gizi makanan sudah pasti terjamin karena di kontrol oleh tenaga ahli gizi.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Kepala SPPG Aceh Tengah Pegasing Simpang Kelaping 02, Rezza Bintang Pamungkas.
Menurutnya, pelaksanaan MBG harus tetap berpusat dari SPPG karena program ini tidak sekadar soal kenyang, melainkan menyangkut aspek aman, bergizi, dan berdaya.
"Menurut kami, MBG ya tetap harus dari SPPG karena bisa bantu orang banyak, mulai dari petani, pedagang, dan juga bantu masyarakat dapat kerja," ujar Rezza Bintang.
Rezza menegaskan bahwa standar operasional yang diterapkan di SPPG memiliki keunggulan profesional yang tidak bisa disamakan dengan pengelolaan kantin biasa.
Setidaknya ada delapan standar kualitas yang diterapkan di SPPG, meliputi:
"Di SPPG itu nilai gizinya sudah terukur. Dalam satu ompreng di situ sudah ada unsur seperti karbohidrat, protein nabati, protein hewani, serat, dan mineral yang sudah dirancang atau dihitung oleh ahli gizinya," jelas Rezza.
Selain itu, sistem ini juga dinilai jauh lebih efektif karena tidak merepotkan tenaga pendidik di sekolah.
Dengan demikian, tercipta pembagian peran yang ideal, sekolah fokus mendidik, sementara SPPG fokus menghidangkan standar gizi dan keamanan pangan terbaik untuk anak-anak bangsa.(***Alga Mahate Ara***)
Baca juga: Harga Kopi Gayo di Aceh Tengah Merangkak Naik, Ini Rincian di Tingkat Pengepul
Baca juga: Prakiraan Cuaca Aceh Tengah Hari Ini: Didominasi Berawan hingga Berawan Tebal
Baca juga: Perkuat Penanganan Bencana, Aceh Tengah Terima Bantuan Ekskavator Mini dari Pemprov Sumut