Wali Kota Banda Aceh Raih Silver Award IMT-GT Green City untuk Pengelolaan Sampah
Muliadi Gani September 11, 2026 06:54 PM

 

PROHABA.CO -  Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.

Ia secara resmi menerima penghargaan bergengsi 1st IMT-GT Green City Award untuk kategori Solid Waste Management – Silver Award.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Ekonomi Malaysia, H.E. Akmal Nasrullah bin Mohd. Nasir, dalam rangkaian acara Gala Dinner 32nd IMT-GT Ministerial Meeting and Related Meetings yang disaksikan para delegasi mancanegara di Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Rabu (9/9/2026) malam.

Dalam kategori pengelolaan sampah (Solid Waste Management) tahun ini, dewan juri memberikan apresiasi tingkat tinggi kepada sejumlah wilayah di kawasan subregional.

Manjung Municipality dari Malaysia sukses menyabet penghargaan tertinggi Gold Award, disusul oleh Banda Aceh City yang membanggakan Indonesia dengan meraih Silver Award, serta Pekanbaru City yang mengamankan Bronze Award.

Penghargaan itu menjadi apresiasi atas komitmen dan upaya Banda Aceh dalam pengelolaan persampahan serta pembangunan kota yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Baca juga: USK Raih Penghargaan Kemenkum Aceh atas Kontribusi Riset, Inovasi dan Kekayaan Intelektual

Malam penganugerahan tingkat regional tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara sahabat.

Tampak hadir dalam jamuan makan malam tersebut Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd. Nasir, serta Vice Minister for Office of the Prime Minister Kingdom of Thailand, H.E. Thanadit Raktabut.

Mendagri Tito Karnavian dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selaku tuan rumah penyelenggara rangkaian pertemuan tingkat Menteri IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) yang dibentuk sejak 20 Juli 1993 di Langkawi, Malaysia.

Ia menegaskan bahwa forum ekonomi subregional ini harus terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, peningkatan konektivitas, investasi, sektor pariwisata, perdagangan hingga kesejahteraan masyarakat di kawasan.

"IMT-GT tidak boleh hanya menjadi forum untuk berdialog dan berdiskusi, tetapi harus menjadi sebuah platform yang menghasilkan program dan proyek yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," tegas Tito di hadapan para delegasi.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas apresiasi internasional tersebut.

Menurutnya, penghargaan kategori pengelolaan sampah ini bukan sekadar seremoni pengakuan formal, melainkan suntikan motivasi besar bagi jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh dan seluruh warga untuk terus berbenah dalam sektor kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.

Baca juga: Progres Pemulihan Pascabanjir Bandang, Pembangunan Huntap di Pante Lhong Bireuen Terus Dikebut

"Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembenahan.

Pengelolaan sampah merupakan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Illiza usai menerima trofi penghargaan.

Illiza juga menekankan bahwa predikat Silver Award tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri.

Sebaliknya, capaian ini harus menjadi pemicu untuk meningkatkan standar pengelolaan persampahan perkotaan ke level yang lebih tinggi pada masa mendatang demi mewujudkan kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Illiza menggarisbawahi pentingnya penerapan semangat kolaboratif atau yang dikenal dengan "Banda Aceh Kolaborasi" guna menuntaskan berbagai tantangan perkotaan yang semakin kompleks, khususnya isu tata kelola lingkungan hidup.

"Persoalan kota tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendiri.

Kita membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Semangat inilah yang terus kita bangun di Banda Aceh," pungkasnya.

Pencapaian ini diharapkan mampu memperkuat posisi strategis Kota Banda Aceh dalam jejaring kota hijau di kawasan IMT-GT, sekaligus membuka peluang luas bagi ibu kota Provinsi Aceh tersebut untuk berbagi praktik terbaik (best practices) dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang bersih, hijau, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

(Serambinews.com/Sara Masroni)

Baca juga: Kelola Keuangan Transparan, Kapolres Langsa Sabet Tiga Penghargaan KPPN Awards 2026

Baca juga: Sekda Aceh M. Nasir Syamaun Raih Lencana Melati, Penghargaan Tertinggi Gerakan Pramuka

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.