Maryam Soroti Sulitnya Lulusan SMA hingga Perguruan Tinggi Dapat Kerja di Babel
Asmadi Pandapotan Siregar September 11, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, menyoroti sulitnya masyarakat mendapatkan peluang kerja di daerah, terutama bagi lulusan SMA, SMK hingga perguruan tinggi.

Menurut Maryam, persoalan ketenagakerjaan di Bangka Belitung tidak hanya berkaitan dengan minimnya lapangan pekerjaan. Kesiapan serta keterampilan para pencari kerja juga perlu menjadi perhatian.

Ia mengatakan, kondisi lapangan pekerjaan saat ini memang cukup sulit sehingga tidak semua lulusan sekolah maupun perguruan tinggi dapat langsung memperoleh pekerjaan.

Politisi Demokrat itu menilai, khusus lulusan SMK, perlu dibekali sertifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Hal serupa juga diperlukan bagi lulusan dari jenjang pendidikan lainnya.

"Kalau mereka tidak dapat bekerja di Babel, mereka bisa ke daerah lain untuk mendapatkan peluang pekerjaan, tetapi harus diimbangi dengan keterampilan yang dimiliki," ujar Maryam kepada Bangkapos.com, Jumat (11/9/2026) di kantor DPRD Babel.

Ia juga meminta pemerintah mencermati akar persoalan sulitnya masyarakat memperoleh pekerjaan. 

"Terdapat dua hal yang perlu menjadi perhatian, yakni apakah investasi di Bangka Belitung masih minim atau kualitas sumber daya manusia yang belum memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri," ujarnya.

Maryam menyebut masih terdapat posisi tertentu di perusahaan yang belum dapat diisi oleh tenaga kerja lokal karena dianggap tidak memenuhi kualifikasi maupun persyaratan yang ditetapkan perusahaan.

"Ini harus dicermati pemerintah secara menyeluruh, baik kabupaten, kota maupun provinsi. Apakah memang investasi di Babel yang minim atau SDM kita yang belum memenuhi persyaratan dunia usaha dan industri," katanya.

Sementara, kegiatan job fair seperti yang dilaksanakan di Kabupaten Bangka Tengah merupakan langkah positif untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. 

Tetapi, menurutnya, persoalan muncul ketika jumlah pencari kerja jauh lebih banyak dibandingkan lowongan yang tersedia.

"Job fair ini mendukung, tetapi peluangnya sedikit sementara yang berminat banyak. Ini menjadi problem. Hanya terekrut sekian persen, sementara yang lainnya tidak berkesempatan," ujarnya.

Maryam menambahkan, sektor seperti pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, yang ada di Babel saat ini. Sehingga perlu membuka lapangan pekerjaan, pada bidang-bidang yang memiliki spesifikasi dan keahlian tertentu. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.