Antrean BBM di Bone Berujung Perkelahian, Sebelumnya Nyaris Baku Parang di Wajo
Ansar September 11, 2026 07:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali diwarnai keributan.

Terbaru, dua pria terlibat perkelahian di SPBU Labuaja 74.927.49, Desa Labuaja, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Jumat (11/9/2026).

Peristiwa tersebut diduga dipicu kesalahpahaman saat mengantre BBM.

Kejadian di SPBU Bone itu menambah daftar keributan yang terjadi di tengah antrean BBM di sejumlah daerah di Sulsel.

Sebelumnya, perkelahian juga terjadi di SPBU Amessangeng, Kabupaten Wajo.

Dalam insiden pada Minggu (23/8/2026) malam tersebut, dua pria bahkan sama-sama membawa parang.

Perkelahian di SPBU Bone

Perkelahian di SPBU Labuaja terekam kamera telepon seluler salah seorang pengendara.

Video berdurasi 14 detik yang diterima Tribun-Timur.com memperlihatkan dua pria terlibat adu fisik di area pengisian BBM.

Keduanya diketahui bernama Andi Ato, warga Desa Labuaja, Kecamatan Kahu, dan Andi Olleng, warga Kelurahan Palattae, Kecamatan Kahu.

Dalam rekaman, Andi Ato terlihat beberapa kali memukul Andi Olleng. Sejumlah warga kemudian berusaha melerai keduanya.

Dalam video tersebut, Andi Ato juga terlihat memegang benda yang diduga badik.

Warga berinisial RA mengatakan benda tersebut merupakan milik Andi Olleng yang kemudian diambil Andi Ato saat perkelahian.

“Badiknya itu yang dipukul diambilkan,” kata RA kepada Tribun-Timur.com melalui WhatsApp.

Namun, RA mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana awal cekcok hingga berujung perkelahian.

“Kalau kronologinya saya tidak tahu,” ujarnya.

SPBU Labuaja berada di Desa Labuaja, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. Lokasinya sekitar 500 meter dari pusat Kecamatan Kahu.

Kapolsek Kahu Iptu Muhammad Amir telah dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, tetapi belum memberikan tanggapan.

Nyaris Baku Parang di Wajo

Sekitar tiga pekan sebelumnya, keributan terjadi di SPBU Amessangeng, Jalan Sawerigading, Kelurahan Maddukkelleng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.

Peristiwa itu melibatkan pegawai SPBU berinisial AAF (26) dan pengendara AFP (22), keduanya warga Kecamatan Tempe.

Kasat Reskrim Polres Wajo Iptu Fahrul mengatakan, keributan bermula ketika AFP menerobos antrean menggunakan sepeda motor.

Menurut Fahrul, AFP saat itu dalam keadaan mabuk dan sempat menabrak pengendara lain.

Pegawai SPBU kemudian menegurnya. AFP tidak terima dan pulang mengambil parang sebelum kembali ke SPBU.

“Sampai di SPBU Amessangeng, AFP mengamuk menggunakan parang dan mencari pegawai SPBU yakni AAF,” kata Fahrul.

AAF kemudian disebut mengambil parang dari kebun SPBU. Keduanya terlibat cekcok hingga akhirnya dilerai petugas SPBU dan pengendara lain.

Kedua pihak kemudian diamankan di posko Resmob Polres Wajo untuk mencegah kejadian lanjutan.

Keributan tersebut terjadi ketika antrean kendaraan di SPBU Amessangeng mengular hingga sekitar 1 kilometer.

Firman (39), warga Lapongkoda, mengaku mengantre lebih dari empat jam untuk mendapatkan Pertalite.

“Kemarin malam itu empat jam lebih saya antre di SPBU, bayangkan dari habis maghrib baru dapat jatah pengisian jam 11 malam lewat,” ujar Firman kepada Tribun-Timur.com, Senin (24/8/2026).

Ia mengaku mendengar keributan dari lokasi antrean.

“Agak jauhka dari lokasi tapi ribut memang orang, ternyata ada yang berkelahi. Sama-sama pegang parang,” katanya.

Tiga Kasus Sebelumnya

Keributan di Bone dan Wajo bukan satu-satunya insiden yang terjadi di tengah antrean BBM di Sulsel.

Sebelumnya, terdapat sedikitnya tiga kasus lain yang mendapat perhatian karena terjadi di area SPBU.

1. SPBU Usman Jafar, Parepare

Pada 7 September 2026, terjadi perkelahian antara sopir truk berinisial SY (44) dan petugas sekuriti SPBU berinisial RA (25).

Keributan tersebut dipicu perselisihan saat sekuriti mengatur alur kendaraan besar yang mengantre BBM.

Perkelahian sempat melebar hingga halaman masjid di sekitar SPBU sebelum dilerai warga.

2. SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar

Pada 19 Juli 2026, keributan terjadi antara sopir asal Gowa dan pengemudi asal Maros yang sedang mengantre solar subsidi.

Perselisihan disebut bermula karena salah satu pengemudi tidak terima jalur antreannya dipotong.

Cekcok kemudian berujung pada aksi penikaman menggunakan senjata tajam. Polisi dari Polsek Tamalanrea turun mengamankan lokasi.

3. SPBU di Makassar, Februari 2025

Pada Februari 2025, seorang pengendara mobil mengamuk terhadap petugas operator perempuan di salah satu SPBU di Kota Makassar.

Peristiwa tersebut dipicu persoalan jalur antrean. Pengendara disebut tidak terima ketika diminta berpindah ke jalur yang sesuai dengan jenis kendaraannya.

Rangkaian kejadian tersebut terjadi dalam konteks antrean BBM yang dalam beberapa waktu terakhir berlangsung panjang di sejumlah SPBU di Sulsel.

Dalam kasus Bone, polisi belum memberikan keterangan mengenai kronologi lengkap perkelahian maupun langkah hukum terhadap kedua pria tersebut.

Sementara di Wajo, polisi telah mengamankan kedua pihak yang terlibat untuk mengantisipasi kejadian lanjutan. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.