Buntut Antrean BBM, GAM Geruduk Pertamina Sulawesi dan Desak Bahlil Dicopot
Muh Hasim Arfah September 11, 2026 07:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) kembali menggeruduk kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jumat (11/9/2026) sore.

Aksi tersebut merupakan buntut antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Sulawesi Selatan.

Sebelum ke kantor Pertamina di Jalan Garuda, Kecamatan Mariso, massa GAM berunjuk rasa di Jalan AP Pettarani.

Lokasi aksi berada tak jauh dari pertigaan Jalan Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Massa membakar ban dan menggunakan truk boks sebagai panggung untuk berorasi.

Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan "SULSEL KRISIS ENERGI, SEMUA KARENA BAHLIL".

Dalam aksinya, GAM menyampaikan dua tuntutan kepada pemerintah dan Pertamina.

Mereka mendesak Pertamina Regional Sulawesi mengatasi persoalan BBM dan elpiji 3 kilogram.

Baca juga: Antrean BBM di Wajo Capai 800 Meter, Sopir Angkot Kurangi Jam Kerja hingga Penghasilan Anjlok

GAM juga meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Jenderal Lapangan GAM Muhammad Irsyad alias Respek mengatakan aksi tersebut dilatarbelakangi keresahan masyarakat.

Ia menyebut masyarakat Sulsel menghadapi kesulitan mendapatkan BBM dan elpiji 3 kilogram.

" Masyarakat di Sulawesi Selatan sempat dihadapkan pada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan Elpiji 3 kilogram yang berdampak pada aktivitas sehari-hari," ujarnya.

Menurut Respek, kesulitan mendapatkan BBM dapat menghambat mobilitas masyarakat.

Kondisi tersebut juga dinilai berpotensi memengaruhi harga barang dan jasa.

Sementara elpiji 3 kilogram disebut berdampak langsung terhadap rumah tangga dan pelaku usaha mikro.

Usai berunjuk rasa di Jalan AP Pettarani, massa kemudian bergerak menuju kantor Pertamina Regional Sulawesi.

Beberapa massa terlihat memanjat pagar kantor sambil menyampaikan tuntutan.

Panglima Besar GAM Fajar Wasis menilai fenomena panic buying tidak cukup menjadi alasan atas gangguan akses energi.

"Meskipun terdapat anggapan bahwa kelangkaan BBM dan Elpiji 3 kilogram disebabkan oleh fenomena panic buying terhadap isu keterbatasan pasokan, alasan tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan pembenaran atas terjadinya kelangkaan yang meluas dan terganggunya akses masyarakat terhadap kebutuhan energi," tegas Fajar.

Fajar mengatakan fenomena panic buying seharusnya dapat diantisipasi melalui kesiapan sistem penyediaan dan komunikasi publik.

Ia juga meminta Presiden mengevaluasi kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Menurutnya, evaluasi diperlukan terkait langkah antisipasi terhadap gangguan pasokan energi.

"Maka Menteri ESDM Bahlil Lahadalia patut dievaluasi secara serius oleh Presiden," tuturnya.

Pertamina Minta Maaf

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah meminta maaf terkait antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Permintaan maaf itu disampaikan Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, Kamis (10/9/2026).

Rainier mengatakan Pertamina tidak menampik antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU dalam dua bulan terakhir.

"Kami meminta pengertian, permohonan maaf dari Pertamina kepada seluruh masyarakat yang terdampak," ucapnya.

Ia mengatakan Pertamina terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Namun, ketika ditanya batas waktu penyelesaian persoalan, Rainier tidak memberikan tanggal pasti.

"Dalam waktu secepat-cepatnya," jawab Rainier saat ditanya batas waktu penyelesaian antrean.

Ia juga mengatakan Pertamina telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah provinsi.

Koordinasi tersebut berkaitan dengan operasional sejumlah SPBU di Makassar selama 24 jam.

Langkah itu disebut sebagai upaya mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.