Iran Dituduh Israel Kejar Senjata Nuklir, Netanyahu Dukung Klaim Trump soal Aktivitas Gunung Pickaxe
Sinta Manilasari September 11, 2026 07:44 PM

TRIBUNSTYLE.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu pada Kamis (10/9/2026), beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran terkait aktivitas di fasilitas bawah tanah yang dikenal sebagai Pickaxe Mountain.

Netanyahu bahkan secara terbuka mendukung klaim Trump bahwa Iran kembali berupaya mempersenjatai diri dengan senjata nuklir.

"Mereka mencoba lagi. Saya berjanji di sini, saat saya berdiri di Tembok Barat, menjelang Rosh Hashanah. Selama saya menjabat sebagai Perdana Menteri, Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Netanyahu di Tembok Barat di Kota Tua Yerusalem, sebagaimana dikutip TribunStyle.com dari Viory.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap Pickaxe Mountain, fasilitas bawah tanah yang berada sekitar dua kilometer di selatan kompleks pengayaan uranium Natanz, Iran.

Trump sebelumnya mengatakan terdapat "sedikit aktivitas" di lokasi tersebut.

Baca juga: Iran Disebut Siapkan Operasi di Indonesia, Selat Malaka hingga Tanjung Priok Masuk Rencana

Ia pun memperingatkan Teheran agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu serangan baru.

Trump mengatakan Amerika Serikat dapat menyerang Pickaxe Mountain jika aktivitas Iran di lokasi itu berlanjut. Reuters melaporkan Trump telah beberapa kali mengancam akan menyerang fasilitas tersebut sejak pertengahan Juli.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir. (YouTube)

Netanyahu Dukung Klaim Trump

Netanyahu kemudian menegaskan bahwa dirinya sependapat dengan pernyataan Trump mengenai aktivitas nuklir Iran.

"Presiden Trump mengumumkan malam ini bahwa Iran sedang berupaya mempersenjatai diri dengan senjata nuklir. Ini benar," kata Netanyahu.

Tuduhan tersebut menjadi bagian dari kekhawatiran Israel dan AS terhadap kemungkinan Iran membangun kembali kemampuan nuklirnya setelah sejumlah fasilitas Iran mengalami kerusakan akibat serangan sebelumnya.

Namun, aktivitas di Pickaxe Mountain hingga kini belum secara independen membuktikan bahwa Iran telah memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir di lokasi tersebut.

Analisis citra satelit terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) memang menemukan peningkatan aktivitas konstruksi di Pickaxe Mountain sepanjang 2026.

CSIS menyebut aktivitas pembangunan di lokasi tersebut pada 2026 lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Analisis itu menunjukkan adanya peningkatan aktivitas jalan, penguatan akses terowongan, pengerasan sejumlah area serta perubahan pada bagian luar kompleks bawah tanah.

Namun, CSIS menegaskan bahwa analisis citra satelit tidak dapat membuktikan maupun membantah klaim bahwa Iran telah memindahkan sentrifugal ke Pickaxe Mountain.

Para peneliti CSIS juga menilai fasilitas tersebut tampaknya belum mampu melakukan pengayaan uranium, jika memang itu yang menjadi tujuan pembangunannya.

Dengan demikian, peningkatan aktivitas pembangunan di Pickaxe Mountain belum bisa secara otomatis diartikan sebagai bukti bahwa Iran sedang memproduksi senjata nuklir di lokasi tersebut.

Apa Itu Pickaxe Mountain?

Pickaxe Mountain atau Kuh-e Kolang Gaz La merupakan kompleks terowongan bawah tanah yang berada sekitar dua kilometer dari fasilitas pengayaan uranium Natanz.

Lokasi tersebut menjadi perhatian karena dibangun jauh di dalam pegunungan granit sehingga relatif sulit dihancurkan menggunakan serangan konvensional.

Menurut analisis CSIS, pembangunan fasilitas tersebut telah berlangsung sejak 2020.

Fasilitas itu awalnya disebut berkaitan dengan rencana pembangunan fasilitas perakitan sentrifugal bawah tanah setelah terjadi sabotase terhadap fasilitas Natanz.

Namun, tujuan sebenarnya dari kompleks tersebut masih belum sepenuhnya dapat dipastikan berdasarkan citra satelit.

CSIS menyebut terdapat beberapa kemungkinan, termasuk pembangunan fasilitas perakitan sentrifugal, perluasan kemampuan pengayaan uranium, atau pemindahan aktivitas terkait program nuklir Iran ke lokasi yang lebih terlindungi.

Karena lokasinya berada jauh di bawah permukaan tanah dan terlindungi pegunungan granit, Pickaxe Mountain juga dinilai menjadi salah satu fasilitas paling sulit untuk dihancurkan melalui serangan udara. (TribunStyle.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.