16 Lahan Warga di Sukasada Bali Masuk Pendataan untuk Akses Sport Center Lumbanan Buleleng
Putu Kartika Viktriani September 11, 2026 08:38 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Rencana pembangunan Sport Center di Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada, Buleleng, Bali mulai bergerak ke tahap penyiapan akses.

Sebanyak 16 pemilik lahan masuk dalam pendataan untuk pembukaan akses menuju kawasan olahraga tersebut.

Dalam pertemuan yang digelar KONI Buleleng, Kamis 10 September 2026 malam, warga menyetujui tahap awal berupa survei, pengukuran, dan pemetaan lahan. 

Langkah ini diperlukan untuk memastikan lahan milik warga yang terdampak serta luas lahan yang nantinya dibutuhkan.

Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan pembahasan mengenai pembukaan akses menuju lokasi Sport Center sebenarnya telah dilakukan sebelumnya.

 

Namun, pembahasan tersebut sempat terhenti sekitar setahun.

"Kami mengundang masyarakat untuk melanjutkan diskusi yang sempat terjeda setahun lalu terkait pembukaan akses jalan menuju lahan Sport Center. Harapannya ada titik temu terkait pembebasan lahan untuk akses jalan tersebut," ujar Supriatna.

Baca juga: Ditinggal Kerja, Rumah Trisnasari di Buleleng Bali Dibobol Maling, Perhiasan Emas Rp60 Juta Raib

Sport Center Lumbanan direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 5,7 hektare.

Lahan tersebut merupakan aset Pemprov Bali yang pemanfaatannya telah disetujui untuk pembangunan Sport Center dan telah dihibahkan kepada Pemkab Buleleng.

Sementara itu, Dewan Kehormatan KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja, mengatakan sekitar 16 pemilik lahan masuk dalam pendataan untuk pembukaan akses tersebut.

Dari jumlah itu, hanya satu pemilik lahan yang tidak hadir dalam pertemuan karena sakit.

Menurut Wiratmaja, pengukuran diperlukan karena kebutuhan lahan untuk akses tersebut harus dipastikan terlebih dahulu.

Akses dari jalan raya menuju lokasi Sport Center diperkirakan memiliki panjang sekitar 650 meter.

Lebarnya juga diusulkan berubah dari rencana awal enam meter menjadi delapan meter.

Selain badan jalan, akan disiapkan ruang untuk jaringan drainase.

Dengan demikian, kebutuhan lebar keseluruhan koridor akses diperkirakan mencapai sekitar 10 meter.

"Intinya, dengan adanya CSR Rp1 miliar ini, kami membutuhkan kepastian siapa yang terkena dan berapa luas lahannya. Setelah dilakukan pengukuran, akan terlihat siapa yang terkena dan berapa luas lahan yang dibutuhkan. Setelah itu kita akan bicara soal tali asih kepada warga," terang Wiratmaja.

Menurut Wiratmaja, dana CSR Rp1 miliar tersebut bukan dana baru. Sebelumnya dana tersebut disiapkan untuk pengembangan sirkuit.

Namun, pemanfaatannya kemudian diarahkan untuk membantu proses pembebasan lahan akses menuju Sport Center Lumbanan.

Proses pembebasan lahan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap.

Tahapannya meliputi sosialisasi, inventarisasi, persetujuan pengukuran, survei dan pengukuran, penyusunan daftar nominatif, musyawarah pengadaan, pemecahan sertifikat, penyerahan tali asih hingga penyerahan lahan.

Pengusaha sekaligus pemberi CSR, I Gusti Ngurah Anom atau Cok Krisna, mengatakan dukungannya diberikan untuk membantu pengembangan sarana olahraga di Buleleng.

Menurutnya, pembangunan Sport Center tidak hanya berkaitan dengan pengembangan olahraga, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Lumbanan.

"Saya berjuang untuk Buleleng, apalagi untuk olahraga. Saya lahir di Buleleng. Jangan pesimis, harus optimistis," tegasnya.

Cok Krisna juga meminta masyarakat tidak khawatir dengan proses pembukaan akses tersebut.

Ia menilai keberadaan akses menuju kawasan Sport Center nantinya dapat meningkatkan aktivitas dan nilai ekonomi di kawasan Lumbanan.

"Saya tidak mempunyai kepentingan pribadi. Ini untuk memajukan Buleleng. Anggap saja CSR ini sebagai bentuk sumbangan untuk masyarakat Lumbanan. Harapannya Bali Utara bisa semakin berkembang," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, warga yang hadir menyetujui langkah awal berupa survei, pengukuran, dan pemetaan lahan. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.