PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) bagi Desa Mitra pada 3-10 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan upaya peningkatan kapasitas kader untuk mendapatkan edukasi dan praktik senam hamil.
Dalam rilis yang diterima Babel News, Jumat (11/9/2026), disebutkan, pada kesempatan itu Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, dengan ketua pengabmas Endriyani Martina Yunus, memberikan 12 matras, dan 4 gym ball kepada desa mitra, yaitu Desa Rebo, Kabupaten Bangka, yang diterima oleh Kasi Pelayanan Desa Rebo, Wiwin.
Endriyani mengatakan, penyerahan alat senam hamil tersebut diharapkan dapat bermanfaat untuk kegiatan senam hamil pada kelas ibu hamil di Desa Rebo.
Pada kegiatan ini, kader dan ibu hamil yang hadir juga mendapatkan Buku Senam Hamil Praktis dan cendera mata.
Kepala Desa Rebo, Rudi Salim, memberikan izin penyelenggaraan kegiatan pengabmas yang dibantu bidan desa, Dwi Laila Tanzila, tersebut.
Kegiatan pengabmas diawali dengan pemberian materi mengenai senam hamil praktis oleh tim pengabmas, Annisa Sali Pinaremas.
Menurut Annisa, senam hamil dapat dilakukan pada usia kehamilan 22 minggu, dengan syarat kondisi ibu aman tanpa komplikasi obstetric.
Endriyani menambahkan, kader berperan sebagai motivator mengajak ibu hamil aktif mengikuti kelas ibu hamil.
Kader juga sebagai fasilitator tempat untuk menyiapkan ruangan yang bersih, aman, dan cukup udara, mengawasi kondisi ibu hamil selama latihan dan merujuk ibu hamil ke bidan jika ditemukan masalah medis.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi praktik senam hamil oleh Putri Rhadiyah.
Putri Rhadiyah menjelaskan, senam hamil merupakan gerakan kebugaran untuk melatih menguatkan otot yang berfungsi dalam persalinan.
“Gerakan senam hamil bertujuan untuk memacu keluarnya hormon endorfin secara alami. Hormon ini berfungsi sebagai pengurang rasa sakit selama kehamilan dan persalinan,” katanya.
Setiap gerakan senam hamil terkandung unsur teknik relaksasi. Senam hamil terdapat teknik olah pernapasan yang dapat membantu ibu untuk menstabilkan emosi.
Pada senam hamil, ibu mendapatkan informasi untuk mempersiapkan diri dalam menjalani persalinan sehingga kecemasan, rasa takut, dan rasa sakit dapat berkurang melalui relaksasi.
Kegiatan pengabmas ini juga melibatkan mahasiswa yaitu Aisya Rahmadini, Ike Sintia, dan Restawati.
Tim Pengabmas, Akhiat berharap kegiatan pengabmas tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader secara berkelanjutan.
Dengan demikian, mereka mampu menjadi penggerak utama dalam mendampingi ibu hamil di komunitas demi mewujudkan kehamilan yang sehat dan aman. (*/shi)