TRIBUNNEWS.COM - Di tengah padatnya antrean di SPBU Labuaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), tiba-tiba terjadi duel antar warga, Jumat (11/9/2026).
Dua pria berkelahi di area SPBU yang berlokasi di jalur Bone-Sinjai, tepatnya di Desa Labuaja, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.
Keduanya berkelahi diduga dipicu salah paham saat mereka tengah mengantre BBM.
Video perkelahian tersebut pun viral di media sosial yang direkam oleh salah seorang pengendara di lokasi.
Dari video yang diterima Tribun-Timur.com, keduanya nampak saling pukul di area pengisian BBM.
Pria berbaju coklat dengan celana pendek berwarna hitam terlihat beberapa kali memukul pria berbaju hitam dengan celana loreng.
Sejumlah warga nampak berusaha melerai keduanya.
Seorang warga berinisial RA mengatakan, warga sempat melihat ada senjata tajam milik pria berbaju hitam.
Badik tersebut, ujarnya, lantas diambil oleh pria berbaju coklat.
“Badiknya itu yang dipukul diambilkan,” kata RA.
RA mengatakan bahwa ia tak tahu apa penyebab kedua pria tersebut berkelahi.
Baca juga: Ancaman Organisasi Angkutan Pelabuhan di Sulsel, Bakal Naikkan Biaya Jika BBM Masih Langka
“Kalau kronologinya saya tidak tahu,” ujarnya.
Setelah ditelusuri, kedua pria tersebut berinsial AR (57) hitam dan AA (37) baju coklat.
Keduanya berkelahi saat mengantre BBM di tengah kelangkaan bahan bakar di Sulsel.
Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra mengatakan, korban, AR, sempat diajak berkelahi oleh pelaku di depan SPBU.
Namun, korban tidak menggubris ajakan perkelahian tersebut.
Korban kemudian mengucapkan kalimat yang diduga menyinggung pelaku dalam bahasa Bugis.
"Korban mengatakan dalam bahasa Bugis 'iyamu tu muasegge nasaba anakna Petta Selo', (dia berani karena anaknya Petta Selo)," kata Rayendra saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Mengutip Tribun-Timur.com, ucapan tersebut terdengar oleh AA dan tak terima karena nama orang tuanya dibawa-bawa.
AA kemudian mendatangi korban yang sedang mengantre di SPBU.
Korban pun sempat mengambil badik miliknya saat keduanya berhadapan.
Belum sempat mengeluarkan badik dari sarungnya, korban lantas menangkap tangan korban dan merebut badik tersebut.
"Pada saat berhadapan korban mengambil badiknya dan selanjutnya pelaku langsung menangkap tangan korban kemudian mengambil alih badik korban yang belum terhunus," jelas Rayendra.
AA diduga sempat menggunakan senjata tersebut untuk memukul korban beberapa kali dan mengenai wajah AR.
AR pun mengalami sejumlah luka di tubuhnya.
"Luka detail korban menunggu hasil visum Puskesmas Kahu," ujarnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dengan rangkaian kejadian serta proses hukumnya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Tribun-Timur.com, Muh Ainun Taqwa/Wahdaniar)