Gugur Saat Mengawal Kapal, Bripda Rizki Polisi di Polda Sumsel Diberi Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Refly Permana September 11, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polda Sumsel memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta (KPLBA) kepada Bripda Rizki Ardianto.

Anggota Ditsamapta Polda Sumsel itu meninggal dunia diduga karena tenggelam saat menjalankan tugas mengawal kapal di perairan Sungai Badak Kabupaten Mesuji, Lampung.

Lokasi Bripda Rizki tenggelam berbatasan dengan Kabupaten OKI, Sumatra Selatan.

Kini almarhum Rizki diberi pangkat Briptu Anumerta Rizki Ardianto.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, pemberian kenaikan pangkat luar biasa itu lantaran Briptu Anumerta Rizki Ardianto gugur dalam melaksanakan tugas kepolisian.

Baca juga: Hilang Saat Kawal Kapal Kosong, Kronologi Bripda Rizki Anggota Polda Sumsel Tenggelam dan Meninggal


"Bripda Rizki anggota Gasum Samapta Polda Sumsel, masuk dalam kriteria meninggal dunia dalam tugas sesuai surat perintah tugas Pengamanan dan pengawalan kapal LCT milik PT Prime Agri Resources (PAR)," ujar Nandang kepada Sripoku.com, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, kriteria utama bagi anggota Polri untuk mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta (KPLBA) adalah gugur atau meninggal dunia dalam melaksanakan tugas kepolisian.

"Penghargaan ini diatur dalam peraturan kepangkatan Polri, seperti Perkap Nomor 3 Tahun 2016 dan perubahannya," katanya.

Almarhum ditemukan oleh tim pencarian Polres OKI dan Basarnas Mesuji Lampung di perairan Sungai Badak, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, pada Jumat (11/9/2026) sekira pukul 10.04 WIB.

Kronologi Bripda Rizki Tenggelam

Pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 22.50 WIB, Bripda Rizki Ardianto berangkat dari dermaga dengan menaiki kapal kosong LCT PT PAR. Korban saat itu sedang ditugaskan melaksanakan pengawalan.

Kemudian saat posisi di sekitar Karangsia, Bripda Rizki berkoordinasi dengan kru kapal LCT untuk berpindah ke kapal Tugboat Yusika yang membawa tongkang bermuatan sawit, dengan tujuan memperkuat PAM Yusika.

Namun setelah kapal LCT PT PAR melintasi wilayah Desa Sungai Badak Mesuji Lampung, sebelum bertemu dengan Tugboat Yusika, Bripda Rizki diketahui sudah tidak berada di atas kapal LCT Agro Permai.

Lalu, keesokan harinya, PT PAR menyampaikan informasi kepada Polsek Sungai Menang terkait keberadaan Bripda Rizki yang belum diketahui.

Setelah tim gabungan Satpolairud Polres OKI, Basarnas Mesuji, BNPB dan masyarakat mencari selama dua hari, akhirnya jenazah korban ditemukan di perairan sekitar 1,5 kilometer dari Desa Sungai Badak menuju arah Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.