TRIBUNNEWS.COM - Menyikat gigi ternyata tidak cukup hanya dengan menggosok seluruh permukaan gigi secara sembarangan.
Ada teknik tertentu yang perlu diperhatikan agar gigi dan gusi tetap bersih tanpa mengalami luka atau iritasi.
Dokter gigi yang berpraktik di Klinik Al Mabrur, Boyolali, Jawa Tengah, drg Berty Silviana menjelaskan, cara menyikat gigi yang benar perlu dimulai dari pemilihan sikat gigi.
Pertama, pilih sikat gigi yang memiliki bulu extra soft.
"Setiap bungkus sikat gigi ada tulisannya extra soft. Jangan yang keras karena keras nanti akan melukai gusi," kata drg Berty ketika diwawancarai dalam program Healthy Talk dari Studio Tribunnews Solo, beberapa waktu lalu.
Kedua, penggunaan pasta gigi juga perlu diperhatikan selain sikat gigi.
Drg Berty mengatakan, pasta gigi tidak perlu dioleskan terlalu banyak hingga memenuhi seluruh permukaan bulu sikat.
"Pemakaian pasta gigi itu hanya seperti biji kacang, sedikit saja," jelasnya.
Baca juga: Tak Hanya Rapi, Ini Ciri Gigi Sehat dan Bagus Menurut Dokter
Untuk gigi bagian depan, gerakan menyikat perlu mengikuti arah tertentu.
Ia menjelaskan, gigi bagian depan atas disikat dengan gerakan ke bawah, sedangkan gigi bagian bawah disikat dengan gerakan ke atas.
Teknik tersebut perlu dilakukan dengan posisi mulut yang cukup terbuka agar bagian gigi dan gusi dapat terjangkau dengan baik.
Sementara itu, untuk bagian belakang gigi, gerakannya dapat dibuat membulat.
"Kalau yang kanan-kiri bagian belakang itu bentuknya membulat," ujarnya.
Berbeda dengan bagian depan, permukaan gigi geraham yang digunakan untuk mengunyah dapat disikat dengan gerakan maju-mundur.
Gerakan tersebut dilakukan pada gigi geraham bagian atas maupun bawah.
Namun, jangan sampai bagian dalam gigi terlewat.
Menurut drg Berty, bagian dalam gigi juga perlu dibersihkan karena menjadi salah satu area yang dapat mengalami penumpukan karang gigi.
Untuk membersihkan area tersebut, ia menyarankan gerakan seperti mencungkil sehingga bulu sikat dapat masuk ke sela-sela gigi.
"Harus kayak dicungkil, gerakannya nyungkil, biar bulu sikatnya itu juga masuk ke sela-sela," jelasnya.
Setelah seluruh bagian gigi dibersihkan, termasuk sisi dalam dan permukaan atas gigi, lidah juga tidak boleh dilupakan.
Drg Berty mengatakan lidah juga perlu dibersihkan saat menyikat gigi.
Pasalnya, lidah yang tidak dibersihkan dapat terlihat putih dan berkontribusi terhadap munculnya bau mulut.
"Banyak pasien yang lidahnya putih. Lidah putih juga bisa menyebabkan bau mulut," katanya.
Selain lidah yang putih, bau mulut juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi pada rongga mulut, seperti gigi berlubang, sisa akar gigi, karang gigi yang banyak, hingga peradangan pada gusi.
Karena itu, kondisi gusi juga perlu diperhatikan ketika menyikat gigi.
Drg Berty mengingatkan masyarakat tidak menganggap normal gusi yang berdarah setiap kali menyikat gigi.
Meskipun tidak selalu disertai rasa sakit, gusi yang mudah berdarah dapat menjadi tanda adanya masalah pada gusi.
"Memang tidak sakit sekali ketika gusi berdarah, tetapi pasti ada masalah di gusinya," ungkapnya.
Menurutnya, masalah tersebut sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.
Sebab, kondisi yang awalnya tidak menimbulkan rasa sakit dapat menimbulkan keluhan ketika masalah pada gusi semakin berkembang.