IKAL-Lemhannas Aceh Serukan Sinergi Percepat Pemulihan Pascabencana
IKL September 12, 2026 10:54 PM

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Percepatan pemulihan Aceh pascabencana hidrometeorologi membutuhkan sinergi lintas sektor agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemulihan kehidupan dan perekonomian masyarakat terdampak.

Hal itu menjadi salah satu poin yang mengemuka dalam kegiatan “Ngopi Kebangsaan” yang digelar Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (DPD IKAL-Lemhannas) Aceh di Warkop dKupi Aceh 2, Jalan AMD Batoh, Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan mengangkat tema “Akselerasi Rekonstruksi Aceh Pasca Bencana Hidrometeorologi Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional” dan mempertemukan unsur Pemerintah Aceh, TNI, Polri, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), BUMN, BUMD, akademisi, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, alumni Lemhannas, dan media.

IKAL-Lemhannas Aceh Dorong Percepatan Rehab-Rekon Pascabencan
 (Prohaba)

Ketua DPD IKAL-Lemhannas Aceh, Prof Dr Syahrizal Abbas, MA, mengatakan Ngopi Kebangsaan telah menjadi tradisi sejak 2019. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga wadah membahas berbagai persoalan strategis dan melahirkan gagasan bagi Aceh, bangsa, dan negara.

“Insyaallah, kegiatan ini akan kembali kita laksanakan secara rutin. Selain untuk mempererat silaturahmi, forum ini menjadi wadah melahirkan ide dan gagasan konkret yang akan direkomendasikan bagi daerah, bangsa, dan negara,” ujar Syahrizal.

Baca juga: Trado Melintang di Tikungan Bulu Sema Aceh Singkil, Jalur Singkil-Subulussalam Lumpuh Total

Perkuat Sinergi

Pemerintah Aceh yang diwakili Plt Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, MT, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempercepat penyelesaian tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana.

Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan, SIK, SH, MH, Alumni Lemhannas PPPN Angkatan 25, mengapresiasi inisiatif IKAL-Lemhannas Aceh yang membuka ruang dialog lintas sektor.

Menurutnya, percepatan pemulihan membutuhkan kekompakan dan sinergi seluruh komponen.

“Jajaran Polda Aceh siap memperkuat sinergitas demi mempercepat pemulihan fisik maupun sosial masyarakat,” tegasnya.

Dari unsur TNI, Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko, SE, MH, mengatakan TNI terus berkoordinasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan penghubung di berbagai wilayah Aceh.

“Untuk saat ini, Aceh merupakan daerah dengan jumlah terbanyak pembangunan jembatan pascabencana. Untuk itu kami terus berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Dr Drs Imran, MSi, mengingatkan seluruh pihak agar mengesampingkan perbedaan dan menghentikan narasi saling menyalahkan.

Menurutnya, pemulihan harus ditempatkan sebagai kepentingan bersama.

“Pemulihan pascabencana dan penyelesaian rehab-rekon di Aceh harus dilaksanakan secara sinergis. Fokus kita semata-mata adalah pemulihan masyarakat terdampak,” tegas Imran.

Tak Sekadar Bangun Infrastruktur

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025 menjadi salah satu ujian besar bagi masyarakat Aceh setelah gempa dan tsunami 2004.

Banjir dan tanah longsor menerjang 18 kabupaten/kota dan sekitar 3.460 gampong, merusak infrastruktur, melumpuhkan aktivitas ekonomi, serta menyebabkan korban jiwa. Lebih dari 2,5 juta jiwa terdampak dan 562 orang meninggal dunia.

IKAL-Lemhannas Aceh menilai program rehab-rekon yang berlangsung hingga 2028 tidak boleh dimaknai sebatas pembangunan kembali rumah, jalan, dan jembatan.

Proses tersebut juga harus mampu memulihkan kehidupan masyarakat, menggerakkan kembali perekonomian, menumbuhkan optimisme, serta memperkuat ketahanan sosial.

Karena itu, pelaksanaan rehab-rekon harus dilakukan secara cepat, tepat sasaran, transparan, dan bebas dari penyimpangan sehingga anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.

Sekretaris Jenderal DPD IKAL-Lemhannas Aceh, Dr Yusri Kasim, MSi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir dan berkontribusi dalam forum tersebut.

Ia mengatakan Ngopi Kebangsaan akan terus dipertahankan sebagai agenda berkala, dengan harapan gagasan yang lahir dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan sosial di tingkat regional maupun nasional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Murtala, Danlanal Sabang, Kolonel Laut (P) Sadimin, Danlanud SIM, Kolonel Pnb Suryo Anggoro, VP Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nizar Fuadi, Kabid Penataan dan Pemberdayaan BPN Aceh Muhammad Reza, GM PLN Aceh Eddi Saputra, GM Angkasa Pura Bandara SIM Rahmat Adil Indrawan, Dirlantas Kombes Pol Deden Supriyatna Imhar, Dirresnarkoba Polda Aceh Kombes Pol Gazali Ahmad, perwakilan BI dan BSI, pengurus dan alumni IKAL Aceh, unsur pemerintah, tokoh agama, swasta, LSM, serta media.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.