Laporan Waratawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Tren positif Persib Bandung saat menghadapi Persija Jakarta, selama tiga musim terakhir tak pernah terkalahkan, kini terputus dalam laga Indonesia Super League 2026/2027, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026) yang berakhir dengan skor 2-1.
Meski baru pekan kedua Indoensia Super League Indonesia, tapi tetap saja laga derbi Persib lawan Persija, menyedot perhatian pecinta sepak bola tanah air.
Apalagi bagi kedua suporter, laga ini merupakan laga yang bukan hanya sekedar perebutan, poin tapi juga bertaruh gengsi dan harga diri.
Bahkan SU GBK dipadati oleh para pendukung Persija yang jumlahnya mencapai lebih dari 50 ribu, sedangkan Bobotoh yang dilarang datang ke stadion secara langsung, menggelar nonton bareng di berbagai daerah di Jawa Barat.
Meski Persib sempat menyamakan kedudukan, dan Bobotoh sempat merayakan gol yang diciptakan Balsa Sekulic, namun akhirnya harus menerima kekalahan karena kebobolan di menit akhir.
Seperti halnya Bobotoh yang melakukan nonton bareng di Pasar Kreatif Jawa Barat, mereka bersukacita merayakan gol, bahkan ada yang menyalakan flare dan smoke bom.
Baca juga: PSGC Ciamis Senasib dengan Persib Bandung, Kalah 1-2 dari Persikad Depok
Baca juga: Rekor Kemenangan Persib Bandung Tercoreng, Ditumbangkan Persija di Menit Terakhir
Namun, akhirnya mereka terlihat murung karena tim kebanggaannya, kembali kebobolan saat waktu hanya tersisa satu menit, dan skor menjadi 2-1.
Sehingga tren positif Persib tak terkalahkan oleh Persija di tiga musim terakhir, kini terputus karena harus mengakui kekalahan 2-1.
Setelah laga Bobotoh pun terlihat murung berlangsung meninggalkan lokasi nonton bareng yang digelar oleh Viking Persib Club itu. Namun, tentu mereka tetap tertib meski timnya harus kalah oleh tim rival.
Jalannya pertandingan derby Persib lawan Persija ini berlangsung sengit, di babak pertama jalannya pertandingan didominasi tim tuan rumah.
Mereka kerap menekan pertahanan Persib, tapi para pemain Persib pun tak tinggal diam mereka juga kerap balik melakukan serangan.
Sayang di babak pertama tepatnya di menit 41 Persib harus keboloan, gol tersebut dicetak oleh Alexander Jeremejeff yang memanfaatkan umpan crossing dari Denis Kolinger. Hingga babak pertama berakhir skor tetap 1-0.
Di babak kedua setelah adanya pergantian pemain dari Persib, serangan tim Maung Bandung lebih beragam, hingga beberapa kali menembus pertahanan tim Macan Kemayoran.
Seperti serangan balik yang dilakukan Adam Alis menembus pertahanan Persija hingga bisa melepaskan umpan crossing, sayang Luka Menalo yang menyambut bola dengan sundulan tak bisa menjebol gawang Persija yang dijaga Nadeo.
Padahal bola yang disundulnya di menit 70 ini, sudah tepat ke gawang Persija, namun kiper Persija Nadeo Argawinata, masih bisa menahan bola dengan satu tangannya.
Tak hanya itu, Menalo juga kembali mendapat peluang emas di menit 75, sayang bola yang disepaknya, setelah menembus pertahanan Persija, masih mengenai tiang gawang.
Persib baru berhasil mencetak gol melalui sepakan Balsa Sekulic di menit 81. Itu terjadi berawal dari serangan cepat, Ragnar Oeratmanguen memberikan bola kepada Menalo yang ada di dalam kotak penalti.
Menalo kembali menyodorkan bola kepada Sekulic, dan ia berhasil melepaskan tembakan datar terarah, yang menjebol gawang Nadeo, alhasil skor menjadi 1-1.
Di saat skor imbang 1-1, kedua tim tak henti saling melakukan serangan, intensitas pertandingan semakin tinggi, duel antar lini kerap terjadi.
Sayang, di menit akhir pertandingan tepatnya di menit 90+4, Persib kecolongan. Lagi-lagi Persib kebobolan melalui umpan crossing.
Kali ini Loncar yang melakukan crossing dan Ivan Mamut yang menyundul bola hingga menjebol gawang Teja. Alhasil skor menjadi 2-1, dan bertahan hingga akhir laga.
Sehingga Persib harus pulang dengan tangan hampa, tanpa satu poin pun, dan Persija berhasil mengalahkan Persib setelah tiga musim terakhir tak bisa mengalahkan Persib.
Igor Minta Maaf
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengatakan, pertama-tama ingin meminta maaf kepada para fans, dalam 60 menit pertama, bisa dibilang timnya tidak bermain dengan baik.
"Kemudian dalam 30 menit terakhir, ketika kami melakukan beberapa perubahan, kami menunjukkan bagaimana seharusnya kami bermain dalam pertandingan seperti ini. Saya pikir dalam 30 menit terakhir kami bermain lebih berani, kami ingin mencetak gol, melakukan pressing, berlari, meminta bola, dan berani mengambil risiko," ujar Igor, setelah laga.
Igor mengaku, timnya sebenarnya sempat punya peluang untuk membuat skor menjadi 1-1, tapi ada sedikit kesalahan.
"Jadi secara keseluruhan, sekali lagi, jadi selamat untuk Persija, bagi mereka pertandingan ini seperti final Liga Champions. Sudah cukup lama mereka tidak menang atas kami, hari ini mereka sedikit lebih beruntung dan pantas meraih kemenangan," kata Igor.
Gol Persija berasal dari sisi kanan Persib, gol pertama saat Danijel Loncar menjadi bek kanan, dan gol kedua saat Kakang yang menjadi bek kanan.
Saat disinggung apakan puas dengan penampilan kedua pemain itu, Igor mengatakan, tidak ada yang seharusnya merasa puas dengan penampilan siapa pun.
"Ini bukan kesalahan satu orang, semua pemain harus bisa bermain dengan baik dan saling membantu. Hari ini, dua kali kami gagal melakukan hal tersebut. Beberapa kali mereka bisa mencetak gol, tetapi kami juga berhasil menggagalkannya. Jadi secara keseluruhan, ini bukan pertandingan yang bagus bagi kami," kata Igor.
Ketika disinggung atmosfer Stadion GBK, yang dipenuhi pendukung Persija apakah itu menjadi tekanan, menurut Igor, stadion penuh di Jakarta seharusnya menjadi sebuah inspirasi untuk bermain.
"Saya tidak berpikir hal itu menjadi masalah, kami sudah terbiasa bermain dalam tekanan. Kondisi lapangan juga bagus, jadi kami memiliki kesempatan untuk bermain," kata dia.
Igor mengaku, pihaknya perlu menganalisis babak pertama dan mencari tahu mengapa timnya tidak bisa bermain seperti yang dinginkannya.
"Namun, di babak kedua, ketika kami menunjukkan keinginan, keberanian, organisasi permainan, dan menunjukkan bagaimana kami ingin bermain, itu membuktikan bahwa kami bisa memberikan banyak masalah kepada Persija. Bahkan di kandang mereka sendiri, itulah cara kami harus bermain pada pertandingan berikutnya," kata dia.
Secara pribadi Igor mengaku, tidak terlalu memperhatikan suporter, baginya itu hanya suara, mungkin suara tersebut bisa sedikit memengaruhi pemain, terutama karena cukup sulit berkomunikasi di lapangan ketika suasananya sangat bising.
"Tetapi kami tetap fokus dan ingin melakukan yang terbaik. Kami sudah mengatakan kepada para pemain, bahwa mereka harus mengamati situasi dan berhati-hati sejak awal pertandingan. Kami harus sangat fokus, saling membantu, kemudian mencoba berkembang menit demi menit," katanya.
Igor mengakui, timnya kesulitan sepanjang babak pertama, di babak kedua masih mengalami masalah selama sekitar 10 menit pertama.
"Setelah itu, selama 15 menit berikutnya pertandingan menjadi lebih terbuka. Pada akhirnya, kami bisa mencetak gol tambahan dan mereka juga bisa mencetak beberapa gol. Kami kurang beruntung, mereka memasukkan satu penyerang besar lagi dan dia mencetak gol, itu memang tugasnya. Akhirnya skor menjadi 2-1," ujar dia.
Saat ditanya perbedaan menghadapi Persija saat Piala Presiden dan sekarang di Liga, Igor menjelasakan, perbedaannya adalah susunan pemain dan penyerang yang digunakan timnya.
"Ada pemain yang berbeda yang tampil, kami mengalami beberapa masalah dengan cedera, baik dari persiapan tim nasional, Piala Presiden, maupun pertandingan-pertandingan sebelumnya. Kami belum bisa mendapatkan kondisi ketika semua pemain berada dalam keadaan sehat, ketika semua pemain tersedia dan sehat, kami adalah tim yang sangat berbahaya," tuturnya.
Namun sekarang, kata Igor, harus membuat beberapa kompromi agar semuanya tetap bisa berjalan dengan baik, datang ke lapangan ini dan mendominasi pertandingan bukan hal yang mudah.
"Tetapi seperti yang saya katakan, dalam 30 menit terakhir kami menunjukkan bahwa kami bisa melakukannya. Pada akhirnya, ada satu sapuan bola yang kurang beruntung, kemudian terjadi umpan silang dan gol. Namun, sebelum itu saya pikir pertandingan terlihat akan berakhir dengan skor 1-1," ucapnya.
Sedangkan Pelatih Persija Shin Tae-yong, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para pemainnya yang telah berjuang, dana kepada manajemen hingga presiden klub yang telah mendukungnya.
"Dengan kepercayaan itu dan dukungan itu, semua kita bisa menjadi satu, sehingga malam ini kita bisa mendapatkan kemenangan yang sangat berharga," ujar Shin.
Shin mengungkapkan, memang pertandingan hari ini menghadapi Persib adalah pertandingan besar.
"Memang atmosfernya seperti ini, pertandingan besar, banyak fans yang datang ke stadion juga. Memang pasti merasa terbebani karena ini pertandingan besar dan juga banyak fans datang ke stadion juga," kata Shin.
Tetapi kata Shin, dengan ada pengalaman seperti ini, pasti akan menjadi lebih baik ke depannya juga.
"Jadi mohon dukungannya lebih kepada para pemain muda seperti Arlyansyah, Fitrah. Kalau misalnya semakin lama pasti akan semakin bertambah kepercayaan diri mereka masing-masing, pasti akan bisa memberikan yang terbaik dan lebih baik lagi dari tim yang sekarang ada," kata dia.
Shin mengatakan, memang liga baru mulai, tapi di awal langsung lawan Borneo yang peringkat dua musim lalu dan timnya menang, lalu pertandingan berikutnya itu lawan Persib yang peringkat satu musim lalu.
"Memang sebelumnya berpikir jika kita dapat kemenangan dua kali kali ini, pasti akan lebih lancar perjalanannya ke depannya selama liga berjalan. Dan para pemain pada mengikuti instruksi dengan baik, dan melakukan yang terbaik di dalam lapangan, sehingga bisa dapat dua kemenangan kali ini," ucapnya.
Memang, kata Shin, performa timnya hari ini lebih jauh lebih baik daripada pertandingan lawan Borneo kemarin.
"Berkurang juga pass miss dan juga peluang cetak gol juga lebih banyak daripada sebelumnya. Tetapi tetap harus kita tingkatkan lebih baik lagi, untuk kemampuan cetak gol atau mematikan difinishing," ucapnya.

















