Warga Jember Dapat Beras 30 Kg, Kemensos Tegaskan Penerima Bansos Tidak Main Judo
Wiwit Purwanto September 11, 2026 11:04 PM

 

l

SURYA.CO.ID JEMBER - Ribuan warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, menerima bantuan pangan (Banpang) beras untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap penerima bantuan pangan (PBP) mendapatkan 30 kilogram beras yang disuplai oleh Bulog.

Berdasarkan data dari Pemkab Jember, penerima bantuan pangan beras untuk periode Juli, Agustus, dan September mencapai 380.195 PBP. Pencairan bantuan telah dimulai sejak akhir Agustus lalu dan masih berlangsung hingga pekan kedua September 2026.

Di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, pencairan Banpang beras mulai dilakukan Jumat (11/9/2026). Sebanyak 1.810 PBP di desa tersebut menerima bantuan yang pembagiannya dilakukan selama dua hari karena jumlah penerima mencapai lebih dari seribu orang.

"Per hari ada dua Dusun. Hari ini warga penerima dari Dusun Bunder, dan Jeding. Besok untuk warga Dusun Jatian dan Krajan," ujar seorang petugas pembagian Banpang di Balai Desa Sumberpinang.

Ribuan penerima tersebut berasal dari empat dusun. Pembagian dilakukan Jumat (11/9/2026) dan Sabtu (12/9/2026), dengan masing-masing PBP langsung menerima 30 kilogram beras untuk kebutuhan tiga bulan.

Baca juga: Gunung Bromo Kembali Membara, Personel Gabungan Siaga Tempur Padamkan Karhutla

Bantuan pangan beras tersebut disuplai oleh Bulog dan diberikan sekaligus karena merupakan pencairan untuk tiga bulan.

Kemensos Ingatkan Penerima Bansos Waspadai Judol

Di sela pembagian Banpang beras, petugas Kementerian Sosial (Kemensos) yang bertugas di Jember, Edy Sampurno, memberikan edukasi kepada penerima bantuan yang memadati Balai Desa Sumberpinang.

Sambil membawa pelantang suara, Edy menyerukan kepada penerima bantuan pangan agar tidak terlibat judi online. Edukasi tersebut disampaikan menggunakan Bahasa Madura.

Dalam penyampaiannya, Edy juga mengingatkan warga agar berhati-hati menjaga identitas pribadi, khususnya KTP dan NIK.

"KTP jangan sembarangan dikasihkan orang. Jangan boleh sembarangan dipinjamkan ke cucu, takutnya itu untuk judi atau pinjaman online. NIK (nomor Induk Kependudukan) dijaga. Karena banyak penerima bantuan sosial dihentikan karena NIK-nya diketahui untuk pinjol, judol," kata Edy, yang secara keseluruhan disampaikan dalam Bahasa Madura.

Edy menyebut, ada penerima bantuan sosial di Kecamatan Pakusari yang dihentikan sebagai penerima Bansos karena terindikasi terlibat judi online.

Karenanya, Edy mewanti-wanti para penerima Bansos untuk tidak sembarangan memberikan data pribadi berupa KTP kepada orang lain.

Baca juga: Pemkab Lamongan Jawa Timur Buka Sanggah untuk Penerima Bansos Terindikasi Judi Online

Lansia Pilih Konsumsi Beras Bantuan

Sementara itu, beberapa orang lansia penerima Banpang mengaku akan mengonsumsi sendiri beras bantuan yang mereka terima. Meski mendapatkan 30 kilogram sekaligus, mereka tidak berniat menjual beras tersebut.

"Ya saya makan sendiri, wong nggak punya. Apalagi saya tidak kerja, juga tidak ada yang menghidupi," ujar Safiya Bu Sudali, warga Dusun Jeding.

Hal senada disampaikan Sami, tetangga Safiya.

"Kok dijual, ya tidak. Nyari beras saja sulit, kalau dapat begini ya kami konsumsi sendiri," ujar Sami.

Suasana pembagian bantuan pangan beras di Balai Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026). Bantuan pangan beras yang dicairkan bulan September ini merupakan bantuan untuk bulan Juli, Agustus, dan September 2026.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.