Bukan Sekadar Wisata, Eiger Nature Bawa Konsep Ekowisata Gabungkan Petualangan dan Konservasi
Wiwit Purwanto September 11, 2026 11:04 PM

 

SURYA.CO.ID - Eiger memperkenalkan Eiger Nature sebagai wajah baru pengembangan destinasi ekowisata di Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya dikenal sebagai Eiger Adventure Land, kawasan ini kini dikembangkan dengan mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi.

Perubahan identitas tersebut menjadi bagian dari penajaman arah pengembangan kawasan sebagai destinasi ekowisata yang tidak hanya berorientasi pada pengalaman wisata, tetapi juga konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Direktur Utama Eiger Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan pengembangan kawasan merupakan bagian dari proses Eiger untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia.

“Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Hiu Paus Muncul di Tlocor Sidoarjo, Pemkab Siapkan Wisata Bahari Berbasis Konservasi

Berbasis Kerangka 7E

Eiger Nature menggunakan pendekatan 3E Ekowisata, yaitu Ekologi, Etnologi dan Ekonomi, yang kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E.

Kerangka tersebut meliputi Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika dan Entertainment.

Pendekatan tersebut menjadi dasar dalam perencanaan kawasan dan program untuk memastikan aktivitas wisata dapat berjalan beriringan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi serta pemberdayaan masyarakat.

“Ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” kata Imanuel.

Dari aspek lingkungan, proses pengembangan kawasan telah mencakup penanaman lebih dari 120.000 pohon dan 8 juta semak serta tanaman penutup tanah.

Baca juga: Gunung Bromo Kembali Terbakar, Akses Wisata Bromo via Jemplang Ditutup 

Upaya lainnya meliputi pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi serta sistem pengelolaan sampah.

Dari aspek sosial-ekonomi, lebih dari 500 tenaga kerja telah dilibatkan dalam pengembangan EIGER Nature, termasuk sekitar 300 orang dari masyarakat sekitar.

Ketika beroperasi, destinasi tersebut diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan.

Eiger Nature juga berencana mengalokasikan 5 persen dari laba bersih untuk mendukung program pelestarian alam, budaya dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program tersebut mencakup konservasi, pengelolaan limbah dan inisiatif 1 Ticket 1 Tree.

Mengintegrasikan Petualangan dan Konservasi

Dari sisi pengalaman wisata, Eiger Nature mengintegrasikan aktivitas berbasis alam dengan unsur petualangan, budaya dan hospitality.

Sejumlah fasilitas dan aktivitas yang disiapkan antara lain Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk dan Forest Adventure.

Baca juga: Eiger Hadirkan Apparel untuk Dukung Aktivitas Liburan Akhir Tahun 2025 hingga Tawaran Diskon

Kawasan Forest Camp juga disiapkan untuk wisatawan yang ingin menikmati pengalaman menginap di tengah lingkungan alam melalui pilihan Camping Ground, Glamping dan Cabin.

Menurut Imanuel, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada aktivitas rekreasi.

“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru,” ujarnya.

Melalui Eiger Nature, perusahaan berupaya menempatkan ekowisata sebagai bagian dari ekosistem yang mempertemukan kepentingan wisata, konservasi, budaya dan masyarakat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.