SURYA.CO.ID, GRESIK - PT Petrokimia Gresik (PTPG) mengukuhkan sinergi strategis bersama MIND ID dan PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam mengamankan pasokan bahan baku pupuk nasional.
Langkah konkret itu diwujudkan lewat pembahasan peningkatkan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar PTFI dalam pertemuan di Kantor MIND ID, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Kerja sama lintas BUMN dan industri pertambangan itu menjadi benteng utama dalam menjaga kontinuitas produksi pupuk guna menopang ketahanan pangan Indonesia.
Baca juga: Strategi Baru Petrokimia Gresik Kembangkan Smart Farming, Petani Makin Untung dan Modern
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menegaskan bahwa keandalan pasokan asam sulfat sangat vital bagi operasional pabrik selain kebutuhan gas alam.
“Asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama Petrokimia Gresik selain gas alam, karena itu, kepastian dan keandalan pasokannya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk,” kata Daconi dalam rilis Humas PTPG, Jumat (11/9/2026).
“Tambahan pasokan dari dalam negeri akan semakin memperkuat keandalan produksi pupuk nasional, terutama untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam penyediaan Pupuk,” lanjutnya.
Bahan baku itu diserap langsung untuk memenuhi rantai pembuatan lini produk unggulan seperti NPK, SP-36, dan ZA.
Pihaknya memastikan bakal menindaklanjuti dan mengupayakan pasokan tambahan dari Smelter Manyar KEK JIIPE secara bertahap.
“Selain tambahan pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan PTFI juga membahas keberlanjutan pasokan asam sulfat dari PTFI Smelting,” tuturnya.
Baca juga: Program Pestani Rawit Groo Festival di Poncokusumo, Kabupaten Malang, Petrokimia Gresik Bantu Petani
Penguatan rantai pasok berbasis industri dalam negeri menjadi jurus ampuh menangkal risiko gangguan ekonomi global.
Langkah antisipasi itu diambil untuk membentengi industri nasional dari fluktuasi geopolitik luar negeri yang berpotensi mengganggu distribusi bahan baku.
Sinergi tiga entitas besar itu sekaligus membuktikan keberhasilan penguatan ekosistem hilirisasi mineral di Indonesia.
“Produk hasil hilirisasi mineral PTFI dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi industri pupuk yang memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan Indonesia,” terangnya.
MIND ID secara penuh memfasilitasi koordinasi kelanjutan kerja sama itu demi mendorong efisiensi antar-BUMN.
“Kolaborasi itu menunjukkan bagaimana hilirisasi mineral di dalam negeri dapat memberi manfaat bagi sektor strategis lain,” tegas Daconi.
“Pada akhirnya, kolaborasi itu diharapkan semakin memperkuat industri nasional, mendukung produktivitas pertanian, dan menjaga ketahanan pangan Indonesia,” pungkasnya.