Antrean BBM di Sejumlah Daerah: Ada Gangguan Distribusi hingga Pergeseran Konsumsi
Glery Lazuardi September 12, 2026 02:33 AM

TRIBUNNEWS.COM - Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah daerah.

Kondisi tersebut terpantau di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bone, Lampung, Lumajang, Makassar, Pamekasan, hingga Palangka Raya.

Antrean terjadi pada beberapa jenis BBM, termasuk Pertalite dan Biosolar.

Di sejumlah lokasi, kepadatan kendaraan bahkan memicu perselisihan antar-pengendara.

Rangkaian antrean tersebut menunjukkan persoalan BBM di sejumlah daerah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga dengan distribusi, perubahan pola konsumsi, kapasitas SPBU, dan peningkatan permintaan pada BBM subsidi.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Di Palangka Raya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung antrean Pertalite di salah satu SPBU pada Kamis (10/9/2026).

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga distribusi dan mengurangi kepadatan antrean, termasuk menambah SPBU yang beroperasi 24 jam serta mengkaji pembangunan SPBU berskala kecil di sejumlah wilayah.

Baca juga: Di Tengah Padatnya Antrean BBM di Bone, Terjadi Duel Antar Pengendara, Ini Kata Polisi

Antrean BBM Picu Keributan di Bone dan Wajo

Di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, antrean BBM di SPBU Labuaja 74.927.49, Desa Labuaja, Kecamatan Kahu, berujung perkelahian antara dua pria pada Jumat (11/9/2026).

Peristiwa tersebut terekam kamera telepon seluler seorang pengendara. Dalam video berdurasi 14 detik yang diterima Tribun-Timur.com, dua pria terlihat terlibat adu fisik di area pengisian BBM.

Keduanya diketahui bernama Andi Ato, warga Desa Labuaja, Kecamatan Kahu, dan Andi Olleng, warga Kelurahan Palattae, Kecamatan Kahu.

Sejumlah warga kemudian berusaha melerai keduanya. Dalam rekaman, Andi Ato terlihat memegang benda yang diduga badik.

Warga berinisial RA mengatakan benda tersebut merupakan milik Andi Olleng yang kemudian diambil Andi Ato ketika terjadi perkelahian.

“Badiknya itu yang dipukul diambilkan,” kata RA kepada Tribun-Timur.com melalui WhatsApp.

Namun, RA mengaku tidak mengetahui secara pasti awal perselisihan tersebut.

“Kalau kronologinya saya tidak tahu,” ujarnya.

Kapolsek Kahu Iptu Muhammad Amir telah dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, tetapi belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, keributan juga terjadi di SPBU Amessangeng, Kabupaten Wajo, pada Minggu (23/8/2026). Peristiwa tersebut melibatkan pegawai SPBU berinisial AAF (26) dan pengendara AFP (22).

Kasat Reskrim Polres Wajo Iptu Fahrul mengatakan keributan bermula ketika AFP menerobos antrean menggunakan sepeda motor. Menurut Fahrul, AFP saat itu dalam kondisi mabuk dan sempat menabrak pengendara lain.

Pegawai SPBU kemudian menegurnya. AFP disebut tidak terima dan pulang mengambil parang sebelum kembali ke SPBU.

“Sampai di SPBU Amessangeng, AFP mengamuk menggunakan parang dan mencari pegawai SPBU yakni AAF,” kata Fahrul.

AAF kemudian disebut mengambil parang dari kebun SPBU. Keduanya terlibat cekcok sebelum dilerai petugas SPBU dan pengendara lain.

Kedua pihak kemudian diamankan di posko Resmob Polres Wajo untuk mencegah kejadian lanjutan.

Saat kejadian, antrean kendaraan di SPBU Amessangeng disebut mencapai sekitar satu kilometer.

Firman (39), warga Lapongkoda, mengaku mengantre lebih dari empat jam untuk mendapatkan Pertalite.

“Kemarin malam itu empat jam lebih saya antre di SPBU, bayangkan dari habis maghrib baru dapat jatah pengisian jam 11 malam lewat,” ujar Firman kepada Tribun-Timur.com, Senin (24/8/2026).

Ia juga mendengar keributan dari lokasi antrean.

“Agak jauhka dari lokasi tapi ribut memang orang, ternyata ada yang berkelahi. Sama-sama pegang parang,” katanya.

Sejumlah Keributan Lain di SPBU Sulsel

Insiden di Bone dan Wajo menambah rangkaian keributan yang terjadi di tengah antrean BBM di Sulawesi Selatan.

Pada 7 September 2026, perkelahian terjadi di SPBU Usman Jafar, Parepare, antara sopir truk berinisial SY (44) dan petugas sekuriti SPBU berinisial RA (25). Perselisihan disebut bermula saat sekuriti mengatur antrean kendaraan besar.

Sementara pada 19 Juli 2026, keributan terjadi di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. Perselisihan melibatkan dua pengemudi yang sedang mengantre solar subsidi dan berujung pada penikaman menggunakan senjata tajam.

Pada Februari 2025, seorang pengendara mobil juga dilaporkan mengamuk terhadap operator perempuan di salah satu SPBU di Makassar. Peristiwa tersebut disebut berkaitan dengan pengaturan jalur antrean berdasarkan jenis kendaraan.

Lumajang: Permintaan Meningkat

Antrean BBM juga terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menyebut pasokan BBM harian masih tersedia. Berdasarkan data Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Lumajang pada Senin (7/9/2026), pasokan Pertalite mencapai sekitar 252 kiloliter (KL), Pertamax 103 KL, Pertamax Turbo 38 KL, Biosolar 167 KL, dan Pertamina Dex 27 KL.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Lumajang Bonni Momenta mengatakan antrean terjadi karena peningkatan permintaan BBM subsidi.

"Dua hari belakangan memang terjadi antrean (di sejumlah SPBU) khususnya BBM subsidi," ujar Bonni saat dikonfirmasi.

Ia juga menyebut gangguan pengiriman menuju Jember berdampak pada distribusi di wilayah tersebut.

"Kedua jalur pengiriman di Ketapang macet, sehingga pengiriman ke arah Jember mengalami gangguan akibatnya SPBU Jember kosong," ucap Bonni.

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong sebagian warga Jember mencari BBM ke Lumajang dan wilayah sekitarnya.

"Efek dari kosongnya Jember ini banyak masyarakat lari ke Lumajang dan daerah lain disekitarnya," ungkap Bonni.

Bonni mengatakan pasokan di Lumajang masih dipantau dan dapat ditambah apabila terjadi kekurangan.

"(Adanya pembelian dari Jember) mudah-mudahan cukup karena hal itu dipantau terus oleh Pertamina, karena sudah ada fenomana ini. Bahkan stoknya akan ditambah jika terjadi kekurangan," tambahnya.

Baca juga: Gibran Turun dari Mobil usai Lihat Antrean BBM Mengular di Palangka Raya: Lapor Kami

Antrean Pertalite dan Solar di Pamekasan

Di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, antrean Pertalite masih terlihat di SPBU Jalan Trunojoyo pada Jumat (11/9/2026) malam. Pada saat yang sama, stok Biosolar di SPBU tersebut dilaporkan habis.

Pengendara sepeda motor Suparman (42) mengatakan antrean Pertalite terjadi sejak sore dan ia membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mendapatkan BBM.

"Antrean masih terjadi sampai malam. Pertalite selalu sulit," katanya.

Pengendara lain, Mahmudi (35), mengatakan ketersediaan Pertalite di sejumlah SPBU Pamekasan tidak selalu lancar.

"Ini sangat menyulitkan kami. Di SPBU antre, eceran langka," tuturnya.

Sementara itu, sopir pikap Ahmad Muzakki mengatakan terpaksa memarkir kendaraannya di sekitar SPBU karena stok Biosolar habis.

"Sekarang habis solar, saya berharap besok pagi sudah ada," katanya.

Ia mengatakan membutuhkan solar untuk mengangkut barang ke Surabaya.

"Semoga besok ada solar, dan saya bisa antre lebih awal," harapnya.

Ahmad juga mengeluhkan kondisi serupa di sejumlah SPBU lain.

"Padahal di luar Madura lancar. Saya heran di Pamekasan sering habis dan antrean di satu SPBU," ungkapnya.

Pengawas SPBU Jalan Trunojoyo, Iswanto, membenarkan adanya antrean Pertalite.

"Kemungkinan di SPBU lain sudah habis. Setiap hari antrean selalu terjadi di sini," ucapnya.

Mengenai Biosolar, Iswanto mengatakan persediaannya telah habis.

"Iya kalau solar memang habis. Semoga besok ada kiriman," ucapnya.

Wapres Tinjau Antrean di Palangka Raya

Antrean Pertalite juga terjadi di sejumlah SPBU di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut terpantau pada 3, 7, dan 10 September 2026.

Pada Kamis (10/9/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melihat langsung antrean kendaraan ketika berada di Palangka Raya untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kondisi warga terdampak.

Gibran meminta kendaraan yang ditumpanginya berhenti di salah satu SPBU di Jalan Tjilik Riwut Km 12 setelah melihat antrean kendaraan.

Ia kemudian berdialog dengan petugas SPBU dan sejumlah warga yang sedang mengantre.

“Pak, kalau ada kelangkaan-kelangkaan, lapor kami ya, Pak,” ujar Wapres kepada petugas SPBU, dikutip dari kalteng.co.id.

Gibran juga meminta agar kondisi tersebut tidak kembali terjadi.

“Besok tidak boleh antre begini ya. Kita pastikan barangnya ada terus,” tegasnya.

Kepada warga yang masih mengantre, Gibran mengatakan:

“Tunggu ya, Pak. Maaf, ya,” ucapnya kepada warga.

Ketua DPRD Kalimantan Tengah Arton S Dohong menilai peningkatan kebutuhan masyarakat dapat menjadi salah satu faktor terjadinya antrean.

“Kira-kira yang pertama itu mungkin kebutuhan semakin meningkat ya terhadap BBM,” kata Arton, Kamis (10/9/2026), dikutip dari TribunKalteng.com.

Ia meminta Pertamina memastikan pasokan BBM sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kalimantan Tengah.

“Saya kira dari pihak Pertamina agar ini bisa menjadi perhatian, suplainya ke Kalimantan Tengah juga harus memadai sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kalimantan Tengah,” katanya.

Arton juga menyebut kemungkinan adanya kendala dalam distribusi.

“Ini kan pasti ada kendala di jalan, bukan secara kesengajaan ya. Mungkin transportasinya, pengiriman minyak dari tempat produksi ke tempat konsumen dan tempat itu yang barangkali mungkin ada kendala,” jelas Arton.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, APBN Mulai Hadapi Risiko Beban Subsidi, Harga BBM akan Naik?

Makassar Tambah Pengawasan dan SPBU 24 Jam

Di Makassar, Pemerintah Kota menurunkan 30 personel Satpol PP untuk membantu mengatur antrean kendaraan di sejumlah SPBU pada Jumat (11/9/2026).

Kepala Satpol PP Kota Makassar Hasanuddin mengatakan personel yang diturunkan merupakan satu pleton.

“Personel yang diturunkan sebanyak 30 orang dalamsatu pleton,” kata Hasanuddin.

Petugas juga mendapat dukungan personel BKO kecamatan.

“Dibantu juga personel BKO kecamatan,” ujarnya.

Menurut Hasanuddin, personel ditempatkan di lokasi yang mengalami kepadatan kendaraan.

“Personel membantu mengatur antrean kendaraan,” katanya.

Petugas juga diarahkan untuk mencegah antrean meluas hingga badan jalan.

“Sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU,” ujarnya.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah 14 SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Makassar. Penambahan tersebut melengkapi 11 SPBU yang sebelumnya sudah beroperasi 24 jam, sehingga total terdapat 25 SPBU dengan layanan 24 jam di kota tersebut.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto mengatakan perpanjangan jam operasional dilakukan untuk memperluas pilihan waktu pengisian BBM.

“Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan,” ujar Lilik melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Kamis (10/9/2026).

Pertamina juga menyebut peningkatan kebutuhan Solar subsidi atau Jenis BBM Tertentu (JBT) sekitar 10–15 persen pada Juni-Agustus 2026. Kondisi tersebut, menurut perusahaan, dipengaruhi peningkatan aktivitas logistik, disparitas harga, serta indikasi aktivitas pelangsiran.

Sejumlah langkah lain yang dilakukan mencakup pengaturan kendaraan menuju SPBU dengan antrean lebih rendah, penambahan alokasi BBM 10–15 persen dari rata-rata penyaluran harian di wilayah yang membutuhkan, serta optimalisasi armada mobil tangki.

Pertamina juga menyatakan telah memblokir 6.023 nomor polisi yang terindikasi melakukan transaksi BBM subsidi tidak sesuai ketentuan.

“Berbagai langkah ini berjalan secara bersamaan. Kami melihat kondisi setiap wilayah dan SPBU berdasarkan kebutuhan, antrean, serta pola konsumsinya. Tujuannya agar pasokan tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif,” jelas Lilik.

Pertamina mengimbau masyarakat melakukan pembelian sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.

“Kami mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Stok dan distribusi terus kami jaga, sementara pelayanan juga kami perluas melalui penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam,” tandas Lilik.

Pertamina Kaji SPBU Skala Kecil

Pertamina Patra Niaga juga mengkaji penambahan SPBU berskala kecil di sejumlah daerah untuk mengurangi konsentrasi antrean di SPBU utama.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan antrean di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, antara lain dipengaruhi pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

"Ini sebenarnya secara BBM stok tersedia, hanya karena terjadinya shifting karena kenaikan harga cukup tinggi ya, shifting dari produk-produk yang non-PSO, Pertamax series, kemudian Dex itu ke Pertalite maupun ke Biosolar (produk BBM subsidi)," terangnya.

Menurut Eko, keterbatasan kapasitas SPBU dalam menampung kendaraan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penumpukan.

Pertamina kini mencari mitra untuk mengembangkan titik SPBU dengan skala lebih kecil.

"Karena kita sudah mendesain juga dengan kondisi kebutuhan ataupun populasi dari masyarakatnya sendiri. Jadi ini kita sedang mencari mitra-mitra bisa membangun-bangun titik-titik SPBU, bisa konsorsium lah nanti," ujar Eko.

Ia mengatakan SPBU kecil tersebut direncanakan ditempatkan di daerah yang jarak antarlembaga penyalur BBM relatif jauh, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Dan ini mungkin salah satu solusi untuk daerah-daerah khususnya daerah-daerah yang Sumatera, Kalimantan, maupun juga Sulawesi yang jarak antara lembaga penyalurnya cukup jauh, kami bisa sisipkan di antaranya dengan membangun SPBU bertipe kecil supaya bisa memecah antrean," sambungnya.

Dengan demikian, penanganan antrean BBM di sejumlah daerah saat ini dilakukan melalui kombinasi pengawasan di lapangan, penyesuaian distribusi, penambahan jam operasional SPBU, serta rencana penambahan titik penyalur di wilayah dengan jarak antar-SPBU yang relatif jauh.

https://industri.kontan.co.id/news/pertamina-patra-niaga-respons-antrean-bbm-operasikan-25-spbu-24-jam-di-makassar#goog_rewarded. 

https://surabaya.kompas.com/read/2026/09/11/234623478/pertalite-langka-antrean-kendaraan-mengular-hingga-malam-di-spbu-pamekasan?page=all#page2. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.