Jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah berlebihan, asupan tersebut dapat berkontribusi terhadap berbagai faktor risiko penyakit jantung. Karena itu, beberapa jenis makanan sebaiknya tidak menjadi menu sehari-hari.
Daging olahan seperti sosis, hot dog, dan daging deli umumnya mengandung cukup banyak natrium dan lemak jenuh. Konsumsi berlebihan dapat menjadi bagian dari pola makan yang kurang baik bagi kesehatan jantung. Begitu juga dengan minuman manis, seperti soda, teh manis, kopi dengan tambahan gula, dan minuman energi yang dapat menyumbang asupan gula tambahan dalam jumlah tinggi.
makanan yang bisa berdampak buruk pada jantung Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth
|
Makanan cepat saji, termasuk burger, juga perlu dibatasi karena umumnya mengandung lemak jenuh, natrium, dan karbohidrat olahan. Sementara itu, donat, kue manis, dan pastry kemasan cenderung tinggi gula tambahan, karbohidrat olahan, serta lemak jenuh sehingga sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi.
Jenis makanan lain yang perlu diperhatikan adalah mi instan. Satu bungkus mi instan dapat mengandung hingga 1.860 mg natrium. Asupan natrium yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.
Meski demikian, konsumsi makanan-makanan tersebut sesekali tidak berarti akan langsung menyebabkan penyakit jantung. Risiko lebih berkaitan dengan pola makan secara keseluruhan, termasuk seberapa sering dan banyak makanan tersebut dikonsumsi.
Membatasi makanan tinggi natrium, gula tambahan, dan lemak jenuh serta memperbanyak makanan bergizi seimbang dapat membantu mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang.






