TRIBUNNEWS.COM - Istilah "imunisasi gigi" belakangan cukup sering digunakan dalam pembahasan mengenai kesehatan gigi dan mulut anak.
Namun, istilah tersebut ternyata tidak merujuk pada imunisasi seperti vaksin BCG, influenza, maupun imunisasi dasar lainnya yang diberikan kepada anak.
Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak dari Klinik Cahaya Mitra Solo, drg. Jenny Megawati, Sp. KGA, menjelaskan bahwa istilah imunisasi gigi sebenarnya perlu dipahami secara tepat agar tidak menimbulkan salah pengertian di masyarakat.
Menurutnya, imunisasi gigi dalam konteks yang sering dibicarakan saat ini bukanlah pemberian vaksin untuk mencegah penyakit gigi.
"Kalau imunisasi yang dimaksud seperti itu, saat ini ada di beberapa negara memang sedang dilakukan penelitian," ujar Jenny kepada jurnalis TribunHealth.com, Melia Istighfaroh, dalam podcast program MOMSPIRATION di Kantor Tribunnews Solo, Klodran, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Senin (16/6/2025).
Ia menjelaskan, penelitian mengenai imunisasi gigi memang tengah dilakukan di sejumlah negara.
Namun, penerapannya sebagai imunisasi yang benar-benar diberikan kepada anak masih belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Jenny berharap suatu saat nanti imunisasi gigi dapat benar-benar dikembangkan dan menjadi salah satu upaya untuk membantu mencegah masalah kesehatan gigi pada anak.
Hal tersebut juga sejalan dengan cita-cita Indonesia untuk menekan angka karies gigi.
Pemerintah sebelumnya telah mencanangkan target Indonesia bebas karies pada 2030.
"Nah, itu bisa terlaksana. Tapi saya rasa kalau untuk saat ini akan sangat sulit untuk terlaksana Indonesia bebas karies, walaupun kita semua sama-sama mengusahakannya," jelasnya.
Baca juga: Gigi Susu Anak Putih Bersih Tanpa Karies, Apa Saja Kuncinya? Ini Kata Dokter
Jenny menerangkan bahwa istilah "imunisasi gigi" yang banyak digunakan saat ini lebih mengarah pada sejumlah tindakan pencegahan yang dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi anak.
Tindakan tersebut antara lain berupa aplikasi fluor secara topikal, aplikasi kalsium, serta fissure sealant atau pelapisan pada bagian tertentu dari gigi yang rentan mengalami karies.
"Kalau yang saat ini yang dimaksud itu sebetulnya adalah suatu tindakan. Kita akan menyebut sebagai suatu tindakan fluoridasi, tindakan topikal aplikasi, mungkin aplikasi kalsium, aplikasi fluor pada anak dan juga tindakan yang disebut dengan fissure sealant," kata Jenny.
Dengan demikian, orang tua perlu memahami bahwa "imunisasi gigi" bukanlah vaksinasi gigi seperti imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit tertentu.
Istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai rangkaian upaya preventif untuk membantu melindungi gigi anak dari risiko kerusakan dan karies.
Karies merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang cukup sering dialami anak. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak dini, tidak hanya ketika gigi anak sudah mengalami kerusakan.
Perawatan preventif dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, membiasakan anak menyikat gigi dengan benar, memperhatikan pola makan, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.
Tindakan seperti aplikasi fluor dan fissure sealant juga dapat menjadi bagian dari upaya dokter gigi dalam membantu mencegah terjadinya karies, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika gigi anak sudah berlubang.
Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar kondisi gigi dapat dipantau dan langkah pencegahan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Pada akhirnya, istilah "imunisasi gigi" memang dapat digunakan untuk menggambarkan upaya perlindungan gigi anak, tetapi penting bagi orang tua untuk memahami maknanya.
Saat ini, yang dilakukan bukan imunisasi berupa vaksin, melainkan berbagai tindakan pencegahan seperti fluoridasi, aplikasi kalsium, dan fissure sealant untuk membantu menjaga kesehatan gigi anak.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)