Pencarian 5 Jurnalis Terus Dioptimalkan, Tim SAR Sudah Cari ke Pulau Sertung, Helikopter Dikerahkan
Yurika NendriNovianingsih September 12, 2026 09:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kedelapan orang tersebut dilaporkan hilang kontak saat hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Identitas kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas jurnalis Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Sementara tiga ABK yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) selaku guide.

Hingga hari keempat pencarian, Jumat (11/9/2026), tim SAR gabungan belum menemukan lima jurnalis dan tiga kru speedboat.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pencarian terus dioptimalkan oleh tim SAR gabungan.

BNPB bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan operasi pencarian di Selat Sunda.

"Hingga Jumat, 8 orang tersebut masih dalam pencarian. Informasi mengenai keberadaan maupun kondisi mereka belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil operasi pencarian tim SAR gabungan," kata Berton dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026), dilansir Kompas.com.

Tim SAR Sudah Cari ke Pulau Sertung

Tim SAR gabungan sudah turun ke daratan Pulau Sertung untuk mencari lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak saat menuju Gunung Anak Krakatau.

Penyisiran Pulau Sertung dilakukan pada hari keempat pencarian, Jumat (11/9/2026).

Namun, setelah tim menyisir hingga ke daratan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan rombongan tersebut.

Baca juga: Hari Keempat Pencarian 5 Jurnalis Hilang, SAR Sisir 5 Area hingga Temukan Life Jacket

Pulau Sertung menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam pencarian karena berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyampaikan kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada hari Jumat cukup mendukung.

RIB 02 Lampung tiba di Pulau Sertung sekitar pukul 10.45 WIB.

Tim kemudian bergeser ke Pulau Rakata pada pukul 11.42 WIB sebelum kembali ke Pulau Sebesi untuk melakukan penyisiran dan bermalam.

"Mereka melakukan penyisiran di tiga pulau di sekitaran Anak Gunung Krakatau kurang lebih sekitar 3 jam. Kurang lebih sekitar 3 jam yang diawasi, yang di-backup oleh KN SAR Tetuka," kata Amrad di Posko SAR, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat, dikutip dari Kompas.com.

Helikopter Dikerahkan

Tim SAR gabungan juga mengerahkan helikopter untuk menyisir last known position (LKP) lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Pencarian dari udara dilakukan selama sekitar satu jam pada hari keempat operasi SAR, Jumat (11/9/2026).

Namun, penyisiran tersebut juga belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan helikopter menyisir wilayah sekitar LKP serta titik terakhir speedboat diketahui sebelum hilang kontak.

"Untuk pencarian melalui udara, HR Helirescue 3604 melakukan pencarian kurang lebih sekitar satu jam penyisiran di wilayah sekitar LKP dan titik tempat hilangnya lost contact-nya speedboat tersebut," kata Al Amrad dalam konferensi pers di Posko SAR Carita, Pandeglang, Jumat, masih dari Kompas.com.

Tim SAR Kembali Temukan Life Jacket

Sementara itu, tim SAR gabungan kembali menemukan sebuah life jacket di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau terkait dengan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat yang hilang kontak, Jumat.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyampaikan sebuah life jacket ditemukan tim pencari yang menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer.

Baca juga: Lantunan Doa Dipanjatkan di Bundaran HI Untuk 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Ia menjelaskan, KAL Anyer berangkat dari Dermaga Pelindo, Ciwandan, Banten, pada pukul 09.00 untuk melakukan pencarian.

"Dan pada pukul 14.45 KAL Anyer menemukan kembali 1 buah life jacket yang berwarna oranye pada koordinat 6°09'04.6" S dan 105°42'46.4" E," kata Al Amrad, dalam konferensi pers di Banten, Jumat.

Amrad mengatakan, life jacket tersebut telah diserahterimakan ke Kantor SAR di Pelabuhan Ciwandan.

"Saat ini sudah diserahterimakan ke teman-teman Kantor SAR yang ada di Posko Aju di Dermaga Ciwandan," lanjut Amrad.

Sebelumnya, pada Kamis (10/9/2026) sore, personel TNI AL dalam tim SAR gabungan berhasil menemukan sebuah jaket pelampung (life jacket) dan pelampung botol putih. 

Temuan tersebut didapati terapung di sebelah barat perairan Cikoneng-Labuan, Anyer, Banten.

Kini tim SAR akan melakukan evaluasi untuk menentukan pola pencarian berikutnya, termasuk kemungkinan memperluas area pencarian.

Perluasan wilayah pencarian ditentukan setelah evaluasi seluruh hasil operasi SAR hari keempat.

(Tribunnews.com/Nuryanti/Ibriza Fasti Ifhami) (Kompas.com/Firda Janati/Acep Nazmudin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.