TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN- Menyosong helat Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Kabupaten Solok Selatan 2026, kesiapan sektor pengamanan dan ketertiban mulai dimantapkan.
Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di tingkat nagari disiagakan agar seluruh proses pesta demokrasi di tingkat desa tersebut dapat berjalan kondusif.
Sebagai benteng terdepan yang berhadapan langsung dengan dinamika lapangan, personel Satlinmas dibekali wawasan khusus agar mampu menjalankan fungsi pengamanan secara profesional.
Langkah ini diambil mengingat tensi sosial pada pemilihan tingkat nagari memiliki karakteristik yang amat khas dibanding ajang pemilu lainnya.
Baca juga: Pemkab Solok Selatan Desak Pemprov Segera Tetapkan Harga TBS Petani Nonmitra
Pentingnya peran Satlinmas tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Syamsurizaldi, saat membuka agenda pembekalan dan pemantapan tugas pengamanan.
Kegiatan sharing informasi dan pembekalan teknis ini diselenggarakan di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan.
Syamsurizaldi menekankan bahwa Satlinmas memegang peranan vital dalam menjaga kestabilan lingkungan sosial selama tahapan berlangsung.
Dalam arahannya, ia meminta seluruh personel pengamanan untuk bertindak adil serta tidak menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon.
Ia mengingatkan bahwa ikatan kekeluargaan antarwarga di nagari sangat erat, sehingga dinamika politik lokal harus disikapi dengan bijak dan dingin.
Baca juga: Kenaikan THP PPPK di Solok Selatan Mulai Dikaji, Bupati Ungkap Target 2027
Menurut Sekda Solok Selatan, Pilwana memiliki nuansa yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan perhelatan pemilihan legislatif.
"Sebagai Satlinmas tentu akan menghadapi persoalan-persoalan di lapangan. Kita berharap Pilwana ini tidak seperti pemilihan legislatif. Pemilihan di nagari memiliki suasana dan karakter tersendiri, karena masyarakat yang memilih dan dipilih berada dalam lingkungan sosial yang saling mengenal," kata Syamsurizaldi dalam keterangan tertulis Sabtu (12/9/2026).
Kondisi ini menyimpan potensi kerawanan gesekan sosial jika tidak dikawal dengan pendekatan pengamanan yang humanis dan netral.
Oleh sebab itu, keharmonisan antarelemen masyarakat menjadi prioritas utama yang harus dijaga selama perhelatan berlangsung.
Satlinmas diharapkan dapat menjadi penengah dan peneduh di tengah-tengah masyarakat agar stabilitas keamanan nagari tetap terjaga.
Syamsurizaldi menyebutkan bahwa Pilwana pada dasarnya adalah wadah resmi bagi masyarakat nagari dalam mengaktualisasikan amanat demokrasi.
"Wadah kita berdemokrasi di nagari, tentu kita menjaga ini secara bersama-sama. Jalankan tugas dengan adil, jaga ketertiban dan jangan sampai ada keberpihakan," tegasnya.
Dari sisi regulasi, pelaksanaan Pilwana Serentak 2026 di Kabupaten Solok Selatan dipastikan telah memiliki payung hukum yang kuat dan jelas.
Penyelenggaraannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa yang mengatur tata kelola pemerintahan hingga mekanisme pemilihan kepala desa atau wali nagari.
Aturan tersebut diperkuat di tingkat daerah melalui Peraturan Daerah Kabupaten Solok Selatan Nomor 9 Tahun 2024 yang mengatur tentang Wali Nagari, Perangkat Nagari, serta Badan Permusyawaratan Nagari.
Adapun perhelatan Pilwana Serentak tahun ini mengusung tema ‘Wujudkan Demokrasi Nagari yang Berintegritas dan Bermartabat untuk Solok Selatan Makin Maju dan Sejahtera’.
Tema tersebut membawa pesan mendalam agar perhelatan ini tidak sebatas ajang pergantian atau pemilihan sosok pemimpin nagari semata.
Lebih dari itu, Pilwana ditargetkan menjadi momentum penting untuk menanamkan budaya demokrasi yang sehat dan transparan di tingkat tapak.
Seluruh elemen, mulai dari panitia penyelenggara, para calon wali nagari, masyarakat umum, hingga personel keamanan dituntut untuk menjunjung tinggi integritas dan martabat.
“Demokratis, berintegritas dan bermartabat. Itu yang harus kita wujudkan bersama dalam Pilwana ini,” pungkas Syamsurizaldi.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Pilwana Serentak 2026 ini bakal digelar secara meluas di 39 nagari yang tersebar di wilayah Solok Selatan.
Saat ini, proses pesta demokrasi tersebut telah memasuki tahapan kelima, yaitu tahap pendaftaran dan penelitian berkas para pendaftar.
Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) di masing-masing nagari tengah disibukkan dengan proses verifikasi kelengkapan administrasi para bakal calon.
Sementara itu, puncak pemungutan suara Pilwana Serentak dijadwalkan akan berlangsung pada 7 Oktober mendatang.