TRIBUN-MEDAN.COM,- Setiap kota dan daerah di Indonesia memiliki angkutan umum tersendiri.
Misalnya saja di Kota Medan yang memiliki angkutan umum bernama angkot.
Angkot adalah singkatan dari angutan kota.
Angkutan umum ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1970-an.
Baca juga: Pemprov Sumut Tetapkan Batas Tarif Angkutan Kota Dalam Provinsi Pascakenaikan Harga BBM
Namun, pada masa itu namanya belum disebut angkot.
Warga di Kota Medan lebih mengenalnya angkot dengan sebutan Sudako.
Kenapa Sudako? Ada dua versi penjelasan mengenai hal ini.
Pertama, Sudako diambil dari singkatan Suzuki, Daihatsu, dan Colt (Mitsubishi).
Baca juga: SUBSIDI Ongkos Angkutan Kota Sebesar Rp 1.500 Belum Berjalan, Begini Penjelasan Kadishub Medan
Ketiga merek ini adalah kendaraan asal Jepang yang banyak digunakan di Indonesia sebagai sarana angkutan.
Sehingga, masyarakat kemudian menyingkat namanya menjadi Sudako.
Namun, ada juga versi lain tentang penjelasan Sudako.
Ada yang bilang bahwa Sudako merupakan singkatan dari Sumatera Daihatsu Company.
Baca juga: Bus Listrik dan Angkot Gratis untuk Pelajar di Medan, Usul Dibahas DPRD Medan
Pada masa itu, Sumatera Daihatsu Company menjadi distributor kendaraan di Indonesia, termasuk di Kota Medan.
Ada beberapa produk dari Sumatera Daihatsu Company yang kemudian diubah masyarakat menjadi angkutan umum.
Karena itu pula, nama angkutan umum pada masa itu diberi nama Sudako.
Seiring perkembangan zaman, nama Sudako mulai diganti dengan sebutan angkot atau angkutan kota.
Bagi warga Kota Medan, angkot menjadi sarana utama transportasi pada era tahun 1970-an.
Baca juga: Demi Keselamatan Mudik 2025, Polres Asahan Mendadak Tes Urine Sopir Angkutan Umum
Hingga sekarang pun, masih ada masyarakat yang menggunakan angkot untuk aktivitas sehari-hari.
Mulai dari belanja ke pasar, hingga pergi ke tempat kerja.
Bahkan, siswa sekolah di Kota Medan masih banyak pula yang menumpangi angkot.
Namun, keberadaan angkot kini mulai terancam dengan munculnya angkutan modern seperti ojek online dan bus listrik dari pemerintah.
Baca juga: Menteri Bahlil Mantan Sopir Angkot, soal Pembatasan Pembelian BBM Ngaku Paham Kebutuhan
Oleh karena itu, keberadaan angkot ini pun mulai tergerus oleh zaman.
Walau demikian, masih ada yang setia menumpangi angkot.
Alasannya sederhana, karena ongkosnya masih sangat terjangkau.
Daftar angkot di atas adalah beberapa angkutan yang berhasil didata Tribun-medan.com.
Mungkin masih ada angkot lain yang belum terdata.
Baca juga: ORGANDA Ngaku Sunat Kompensasi Sopir Angkot, Alasan Suka Rela, Dedi Mulyadi Geram: Preman Berseragam
Maklum saja, di Kota Medan jumlah angkot sangat banyak, dan memiliki nomor yang berbeda.
Walau demikian, angkot menjadi cerita dan legenda angkutan umum di Medan.
Ada banyak kenangan terhadap angkot ini.
Sebab, sejak masa remaja, sebahagian warga di Medan sudah naik angkot saat akan pergi ke sekolah maupun ke pusat perbelanjaan.(ray/tribun-medan.com)