Daftar Angkot di Medan yang Masih Eksis Hingga Sekarang, Kalian Pernah Punya Pengalaman Apa?
Array A Argus September 12, 2026 11:09 AM

TRIBUN-MEDAN.COM,- Setiap kota dan daerah di Indonesia memiliki angkutan umum tersendiri.

Misalnya saja di Kota Medan yang memiliki angkutan umum bernama angkot.

Angkot adalah singkatan dari angutan kota.

Angkutan umum ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1970-an.

Baca juga: Pemprov Sumut Tetapkan Batas Tarif Angkutan Kota Dalam Provinsi Pascakenaikan Harga BBM

Namun, pada masa itu namanya belum disebut angkot.

Warga di Kota Medan lebih mengenalnya angkot dengan sebutan Sudako.

Kenapa Sudako? Ada dua versi penjelasan mengenai hal ini.

Pertama, Sudako diambil dari singkatan Suzuki, Daihatsu, dan Colt (Mitsubishi).

Ilustrasi Angkutan Kota (Angkot)
Ilustrasi Angkutan Kota (Angkot) (HO)

Baca juga: SUBSIDI Ongkos Angkutan Kota Sebesar Rp 1.500 Belum Berjalan, Begini Penjelasan Kadishub Medan

Ketiga merek ini adalah kendaraan asal Jepang yang banyak digunakan di Indonesia sebagai sarana angkutan.

Sehingga, masyarakat kemudian menyingkat namanya menjadi Sudako.

Namun, ada juga versi lain tentang penjelasan Sudako.

Ada yang bilang bahwa Sudako merupakan singkatan dari Sumatera Daihatsu Company.

Baca juga: Bus Listrik dan Angkot Gratis untuk Pelajar di Medan, Usul Dibahas DPRD Medan

Pada masa itu, Sumatera Daihatsu Company menjadi distributor kendaraan di Indonesia, termasuk di Kota Medan.

Ada beberapa produk dari Sumatera Daihatsu Company yang kemudian diubah masyarakat menjadi angkutan umum.

Karena itu pula, nama angkutan umum pada masa itu diberi nama Sudako.

Seiring perkembangan zaman, nama Sudako mulai diganti dengan sebutan angkot atau angkutan kota.

Daftar angkot di Medan yang masih esksis

Bagi warga Kota Medan, angkot menjadi sarana utama transportasi pada era tahun 1970-an.

Baca juga: Demi Keselamatan Mudik 2025, Polres Asahan Mendadak Tes Urine Sopir Angkutan Umum

Hingga sekarang pun, masih ada masyarakat yang menggunakan angkot untuk aktivitas sehari-hari.

Mulai dari belanja ke pasar, hingga pergi ke tempat kerja.

Bahkan, siswa sekolah di Kota Medan masih banyak pula yang menumpangi angkot.

Namun, keberadaan angkot kini mulai terancam dengan munculnya angkutan modern seperti ojek online dan bus listrik dari pemerintah.

Baca juga: Menteri Bahlil Mantan Sopir Angkot, soal Pembatasan Pembelian BBM Ngaku Paham Kebutuhan

Oleh karena itu, keberadaan angkot ini pun mulai tergerus oleh zaman.

Walau demikian, masih ada yang setia menumpangi angkot.

Alasannya sederhana, karena ongkosnya masih sangat terjangkau.

ILUSTRASI Angkot. Seorang wanita lapor ke sopir angkot jadi korban pelecehan malah digoda viral di media sosial.
ILUSTRASI Angkot. Seorang wanita lapor ke sopir angkot jadi korban pelecehan malah digoda viral di media sosial. (Tribun Jatim Network/Purwanto)

Angkot berdasarkan nomor & operator

  • Angkot 01 (Kuning, KPUM): Simpang Permina – Tanjung Morawa – Simpang Kayu Besar – Lubuk Pakam.
  • Angkot 02 (Kuning, KPUM): Jl. Karya – Bundaran Sekip – Plaza Medan Fair – Jl. Iskandar Muda – Simpang Brimob – Simpang Kampus – Simpang Pos – Titi Kuning – Simpang Limun – Jl. Sisingamangaraja – Jl. AR Hakim – Perumnas Mandala.
  • Angkot 03 (Kuning, KPUM): POLDASU – Amplas – Jl. Sisingamangaraja – Garuda Plaza – Sambu.
  • Angkot A03 (Kuning, KPU Medan): UNIMED – Jl. Pancing – Aksara – Batas Kota.
  • Angkot N03 (Kuning): Tuntungan – Tanjung Anom – Simpang Pemda – Amplas – Lubuk Pakam.
  • Angkot 04 (POVRI): Jl. Perum Indah (Eka Rasmi) – Batas Kota (IKIP Baru).
  • Angkot 05 (Kuning, KPUM): Jl. Sisingamangaraja – Mariendal.
  • Angkot 05 (POVRI): Batas Kota – Veteran.
  • Angkot 06 (Kuning): Pinang Baris – Simpang Pemda – USU – Simpang Kampus – Simpang Brimob – Amplas.
  • Angkot 07 (Kuning, KPUM): Jl. T. Amplas – Batas Kota.
  • Angkot 07 (CV Medan Kobun): Batas Kota – Veteran.
  • Angkot 08 (Kuning, KPUM): Jl. Palang Merah – Istana Maimun – Titi Kuning – Deli Tua.
  • Angkot 10 (Kuning, KPUM): Perumnas Simalingkar – Simpang Pos – Simpang Brimob – Jl. S. Parman – Sun Plaza – Sambu – Aksara.
  • Angkot 122 (Rahayu): Trayek Rahayu 122 melayani kawasan Gang Rahayu V dan sekitarnya di Medan.
  • Angkot 123 (Wampu Mini): Pangkalan Wampu Mini Jl. Bunga Ncole – Pangkalan Wampu Mini Jl. Kayu Putih (Simpang Mabar), melewati Sekip.
  • Angkot K04: P. Simalingkar – Simpang Batas Kota.
  • Angkot M28: P. III Simalingkar – R. Saleh – Veteran.
  • Angkot A97 (Lintas Kota): Pancur Batu – Amplas – Tanjung Morawa – Lubuk Pakam.
  • Angkot 144 (Lintas Kota): Desa Martoba – Desa Kelambir V – Batas Kota.
  • Angkot 75 (Morina, Hijau): Batas Kota/IKIP UNIMED – Bagan Deli.
  • Angkot 81 (Morina, Hijau): Amplas – Belawan.
  • Angkot MRX (Putih): Helvetia – Zipur – Gatot Subroto – S. Parman – Merdeka Walk – Pajak Ikan Lama – Amplas.
  • Angkot RMC 41 (Ceria, Biru/Putih): Tembung – HM Yamin – Amaliun – Yuki Simpang Raya – USU – RSU Adam Malik.
  • Angkot RMC 104 (Ceria, Biru/Putih): Padang Bulan – Pringgan – Aksara – UNIMED.

Daftar angkot di atas adalah beberapa angkutan yang berhasil didata Tribun-medan.com.

Mungkin masih ada angkot lain yang belum terdata.

Baca juga: ORGANDA Ngaku Sunat Kompensasi Sopir Angkot, Alasan Suka Rela, Dedi Mulyadi Geram: Preman Berseragam

Maklum saja, di Kota Medan jumlah angkot sangat banyak, dan memiliki nomor yang berbeda.

Walau demikian, angkot menjadi cerita dan legenda angkutan umum di Medan.

Ada banyak kenangan terhadap angkot ini.

Sebab, sejak masa remaja, sebahagian warga di Medan sudah naik angkot saat akan pergi ke sekolah maupun ke pusat perbelanjaan.(ray/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.